Bandar Lampung – Liputan12.com – Ketua Umum DPP Persatuan Warga Desa Petani Indonesia (PWDPI), M. Nurullah RS, menyampaikan dukungan penuh dan apresiasi setinggi-tingginya atas sikap tegas serta pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina DPP PWDPI, Irjen. Pol. (Purn) Dr. H. Ike Edwin, S.H., M.H., M.M. atau yang akrab disapa Dang Ike. Pernyataan tersebut menyatakan bahwa dirinya tidak lagi menggunakan atribut jabatan pada Kepaksian Pernong dan memilih fokus menjadi Tokoh Adat serta Tokoh Masyarakat Lampung.
Langkah yang diambil Dang Ike dinilai bukan sekadar penjelasan perihal penyebutan gelar, melainkan bukti nyata kerendahan hati, kedewasaan sikap, serta kesungguhan tokoh tersebut dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di tengah masyarakat adat maupun masyarakat luas.
Adat Lampung Menyatu dengan Nilai Islam
M. Nurullah RS menjelaskan bahwa adat Lampung telah lama menyatu dengan nilai-nilai Islam. Lebih dalam lagi, sikap Dang Ike mencerminkan jati diri asli masyarakat Lampung: di bumi Lampung, seluruh adat dan budayanya sudah lama menyatu dan dipengaruhi oleh dakwah Islam sejak zaman dahulu.
"Tujuan utama ajaran Islam adalah agar umatnya senantiasa memiliki akhlak mulia. Hal ini menjadi bukti rasa syukur kami sebagai orang adat Lampung, yang merasa bertanggung jawab menjaga dan menjunjung tinggi budaya, akhlak, serta kelestarian alam sebagai wujud menjadi Rahmatan lil 'alamin, rahmat bagi seluruh alam," ujarnya pada Kamis (09/07/2026).
Ketua Umum PWDPI menambahkan bahwa nilai tersebut mengajarkan pentingnya hidup rukun dan berdampingan secara toleran, bahkan kepada sesama yang bukan muslim. "Bahkan terhadap hewan pun kita dilarang menghina, apalagi menyakiti. Itulah hakikat ajaran luhur yang dikehendaki Nabi Muhammad SAW," tegasnya.
Menurutnya, budaya akhlak merupakan jalan menuju syafaat. "Sebagai orang muslim kita memahami makna mendalam, ingin mendapatkan pengakuan langsung dari Nabi Muhammad SAW 'Sebagai Ummatnya', agar kelak di hari akhir memperoleh syafaat beliau sebagai 'Kata Sandi' atau jalan mulia menuju masuk surga. Maka itulah budaya yang paling penting, yang harus terus-menerus kita tanam, kembangkan, dan lestarikan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Sikap Dang Ike Mencerminkan Jiwa Pemimpin Sejati
"Sikap Dang Ike mengajarkan, jabatan hanyalah simbol sementara, namun budi pekerti luhur, akhlak mulia, dan pengabdian nyata kepada sesama serta alam adalah warisan sejati yang akan senantiasa membawa keberkahan," tambahnya.
Ia menilai bahwa sikap Dang Ike mencerminkan jiwa pemimpin sejati. "Dengan tegas meluruskan informasi dan menyatakan tidak lagi menggunakan atribut jabatan terkait Kepaksian Pernong, Dang Ike menunjukkan bahwa bagi dirinya, pengabdian jauh lebih mulia daripada sekadar gelar atau nama besar. Ini adalah contoh langka dari seorang pemimpin yang mengutamakan ketenangan masyarakat di atas kepentingan pribadi," ungkapnya.
Penjelasan Dang Ike mengenai ruang lingkup struktur adat yang terbatas dinilai sangat penting agar masyarakat tidak salah paham, sekaligus mencegah munculnya polemik yang tidak perlu. Langkah ini justru semakin mengukuhkan posisinya sebagai tokoh yang bijaksana, yang tidak ingin melihat persaudaraan retak hanya karena salah tafsir atas sebuah jabatan.
Menyikapi pernyataan Dang Ike bahwa ia lebih memilih dikenal sebagai Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Lampung yang bekerja nyata, Ketua Umum PWDPI menegaskan hal itu sejalan dengan semangat pengabdian yang dijunjung tinggi oleh organisasi tersebut.
"Benar kata beliau: gelar hanyalah simbol, tetapi manfaat yang dirasakan langsung oleh rakyat adalah penghargaan yang abadi. Ketika masyarakat sendiri yang memberikan kepercayaan dan penghormatan berupa gelar kehormatan, itulah bukti nyata bahwa kiprah beliau telah menancap di hati masyarakat," tambahnya.
Pemberian berbagai gelar kehormatan dari marga-marga di Lampung hingga dari kerajaan adat di berbagai daerah di Indonesia, dinilai bukan sekadar penghormatan biasa, melainkan bukti luasnya pengakuan atas dedikasi Dang Ike dalam menjaga nilai adat, budaya, serta mempererat persaudaraan nusantara.
Ajakan Menjaga Warisan Leloehur sebagai Pemersatu
M. Nurullah RS pun mendukung sepenuhnya ajakan Dang Ike kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang belum jelas, serta bersama-sama menjaga warisan leluhur sebagai pemersatu, bukan bahan perdebatan.
"Kami di PWDPI bangga memiliki sosok seperti Dang Ike sebagai Ketua Dewan Pembina. Beliau mengajarkan kami, jabatan bisa berubah, penyebutan bisa disesuaikan, namun semangat melayani, menjaga persatuan, dan membangun daerah tidak akan pernah berhenti. Semoga langkah beliau menjadi teladan bagi kita semua," tutup Ketua Umum dengan penuh penghormatan... Tabik..!!
(Humas DPP PWDPI)
Sahroni



