Pekanbaru (Riau), Liputan12.com -- Pembinaan kepribadian dan spiritualitas terus menjadi fokus utama di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai, khususnya bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Nasrani. Bertempat di ruang ibadah khusus yang disediakan pihak Lapas, para WBP Nasrani menjalani ibadah rutin mingguan dengan khidmat dan penuh refleksi diri, Kamis (25/07/2026).
Meskipun berada dalam masa pembinaan di balik jeruji besi, semangat keagamaan para WBP tidak patah untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Ibadah yang dilaksanakan secara teratur setiap minggu menjadi sarana untuk memperkuat keyakinan, membersihkan hati, serta menemukan makna kehidupan yang lebih dalam setelah melalui masa-masa sulit.
"Kita tidak boleh merasa putus asa hanya karena sedang dalam masa pembinaan. Justru di sini, kita diberikan kesempatan untuk merenung dan memperbaiki diri," ujar salah satu WBP yang tidak ingin disebutkan namanya.
Pihak Lapas menyediakan fasilitas ibadah yang memadai, termasuk ruang ibadah yang nyaman dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama. Selain itu, pihak Lapas juga bekerja sama dengan para pendeta dan pemimpin gereja lokal untuk memberikan bimbingan spiritual serta dukungan moral kepada para WBP.
"Kami berkomitmen untuk memastikan setiap WBP mendapatkan akses penuh untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinan agama masing-masing. Ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan dan transformasi diri mereka," ujar Kalapas Lapas Narkotika Kelas IIB Rumbai dalam keterangannya.
Ibadah rutin yang dilakukan setiap minggu tidak hanya menjadi waktu untuk berdoa, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para WBP untuk saling mendukung, berbagi pengalaman, serta memberikan semangat satu sama lain dalam perjalanan memperbaiki diri. Melalui doa dan firman Tuhan, mereka berusaha menemukan kekuatan untuk menghadapi masa lalu dan membangun masa depan yang lebih baik.
Program pembinaan spiritual ini menjadi bagian integral dari sistem pembinaan di Lapas Narkotika Rumbai. Selain ibadah rutin, pihak Lapas juga menyelenggarakan pelatihan nilai-nilai agama, pendidikan karakter, serta penyuluhan hukum untuk memperkuat pemahaman WBP tentang tanggung jawab sosial dan hukum.
"Dengan memperkuat fondasi spiritual dan moral, kami yakin para WBP akan memiliki landasan yang kuat untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah selesai masa pembinaan," tambah Kalapas.
Melalui kegiatan keagamaan yang terstruktur dan terencana, Lapas Narkotika Rumbai berharap dapat membantu setiap WBP menemukan kembali makna kehidupan, memperbaiki diri, serta siap berkontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Editor Alfitria
