TEGAL, Liputan12.com - Upaya menjaga kualitas gizi dan mencegah masalah gizi buruk pada anak usia sekolah terus digenjot di Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal. Tahun 2026 ini, program JAPFA for Kids yang diinisiasi PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk kembali digulirkan, menyasar ribuan murid sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) untuk mendapatkan perawatan kesehatan serta pemenuhan asupan gizi secara teratur selama periode setengah tahun. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah berjalan dengan baik pada periode sebelumnya, dengan hasil yang menunjukkan kontribusi positif bagi kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.
Camat Margasari, Erlin Trisnawati, menyampaikan bahwa program ini difokuskan untuk memantau pertumbuhan fisik anak sekaligus menangani kasus kekurangan gizi yang masih sering dijumpai pada anak usia sekolah di kecamatan tersebut.
"Kami menargetkan siswa SD dan MI di seluruh Kecamatan Margasari. Tujuannya sangat jelas, yaitu memantau perkembangan fisik anak secara berkala sekaligus mengatasi persoalan gizi yang ada di tengah mereka. Selama enam bulan ke depan, mereka akan menerima pasokan telur, susu, dan vitamin secara teratur, didampingi oleh tenaga kesehatan dari puskesmas serta dipantau perkembangannya secara berkala," jelas Erlin saat ditemui pada hari Jumat (12/06/2026).
Penerapan program JAPFA for Kids 2026 melibatkan kerja sama sinergis antara tim dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, petugas kesehatan puskesmas Margasari, serta tenaga pendidik yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Pemantauan kondisi anak dilakukan dengan mengukur tinggi dan berat badan serta beberapa indikator kesehatan lainnya yang menjadi tolok ukur perkembangan fisik. Data yang diperoleh di awal pelaksanaan program akan menjadi acuan dasar untuk menilai kemajuan kondisi anak setelah masa berlangsungnya program selama enam bulan.
"Nanti di akhir periode pelaksanaan, akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan setiap siswa peserta. Jika ada siswa yang perkembangannya belum memenuhi standar kesehatan dan gizi yang ditetapkan, tim kesehatan akan turun langsung ke sekolah untuk memeriksa lebih lanjut dan mencari tahu penyebabnya, sehingga dapat diberikan penanganan yang tepat," tambahnya.
Dari pelaksanaan program pada tahun sebelumnya, terbukti bahwa kegiatan ini tidak hanya bermanfaat untuk memantau status gizi anak, tetapi juga membantu mendeteksi berbagai kondisi kesehatan yang selama ini belum diketahui oleh orang tua maupun sekolah. Sejumlah murid bahkan diketahui mengidap penyakit tuberkulosis dan kekurangan darah tingkat berat setelah melalui pemeriksaan mendalam yang dilakukan dalam rangka program tersebut.
"Berkat adanya program ini, kami bisa segera mengidentifikasi kasus-kasus tersebut dan mengarahkan mereka untuk menjalani pengobatan secara tepat waktu. Kami berharap dalam waktu tiga hingga enam bulan kedepan, kondisi kesehatannya dapat pulih dengan baik dan pertumbuhannya bisa berjalan normal kembali seperti anak-anak seusianya," ujar Erlin dengan penuh harapan.
Jika pada tahun lalu program berhasil menjangkau sebanyak 21 sekolah di Kecamatan Margasari, maka pada tahun ini pelaksanaannya difokuskan pada 19 lokasi berbeda dengan jumlah peserta yang mencapai 3.053 siswa dari kelas satu hingga kelas lima. Agar pelaksanaannya berjalan dengan tepat sasaran dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, PT Japfa bersama pihak puskesmas dan pemerintah kecamatan mengadakan pelatihan khusus bagi guru penanggung jawab dari setiap sekolah peserta.
Kegiatan pembekalan dan pelatihan tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Margasari pada hari Kamis (11/06/2026), dengan dihadiri oleh dua orang guru pendamping serta satu perwakilan kepala sekolah dari setiap satuan pendidikan yang terlibat. Materi yang disampaikan meliputi tata cara pelaksanaan program secara keseluruhan, teknik pengukuran pertumbuhan yang benar, serta panduan lengkap untuk pendampingan siswa selama masa berlangsungnya kegiatan.
"Sebelum bantuan gizi mulai diberikan, kami melakukan pengukuran kondisi awal pada setiap siswa peserta. Hasil pengukuran tersebut akan dibandingkan lagi di akhir masa program untuk melihat perkembangan yang dicapai serta efektivitas dari program yang kami jalankan," terangnya.
Sebelum rangkaian pelatihan berlangsung, PT Japfa juga menggelar acara JAPFA for Kids Awards 2026 berupa lomba cerdas cermat yang ditujukan bagi tenaga pendidik di sekolah-sekolah peserta. Kompetisi yang diselenggarakan di Gedung Guru Dikpora Kecamatan Margasari pada hari Rabu (10/06/2026) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para guru seputar gizi seimbang, kesehatan anak, serta penerapan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah.
Dari serangkaian babak persaingan yang cukup ketat, tiga sekolah berhasil masuk ke babak puncak, yaitu SDN Margasari 01, SDN Jembayat 04, dan SD Islam Al Falah Margasari. Setelah melalui babak final yang penuh tantangan, akhirnya SDN Jembayat 04 keluar sebagai juara pertama, diikuti oleh SD Islam Al Falah Margasari yang menempati posisi kedua, dan SDN Margasari 01 di tempat ketiga. Para pemenang mendapatkan piagam penghargaan serta hadiah yang diberikan langsung oleh perwakilan PT Japfa dan pemerintah kecamatan.
Melalui berbagai rangkaian kegiatan ini, diharapkan para guru semakin siap dan termotivasi untuk menanamkan pola hidup sehat serta pengetahuan tentang pentingnya gizi yang baik kepada siswa secara berkelanjutan, bahkan setelah program JAPFA for Kids selesai berjalan.
"Harapan kami, program JAPFA for Kids tahun 2026 ini mampu secara signifikan menekan angka kasus kekurangan gizi di kalangan siswa SD dan MI di Kecamatan Margasari, sekaligus membentuk kebiasaan hidup sehat sejak usia dini yang akan membawa manfaat sepanjang hayat bagi mereka," pungkas Erlin Trisnawati.
Penulis : Ag



