- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ubah Sampah Jadi Energi, Pemkab Indramayu Buka Karpet Merah Bagi Investor

Rabu, 13 Mei 2026 | 5/13/2026 08:25:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-13T13:25:35Z
Potensi Besar Energi Terbarukan Berbasis Sampah Diharapkan Berikan Dampak Ekonomi Daerah

INDRAMAYULiputan12.com, 13 MEI 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu membuka peluang kerja sama yang luas bagi investor yang ingin berkolaborasi dalam mengembangkan program pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi daerah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Dedi Agus Permadi, menjelaskan bahwa Kabupaten Indramayu memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan energi terbarukan berbasis sampah. Melalui sinergi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pihak terkait, peluang pengelolaan sampah di Indramayu menjadi lebih modern dan diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi daerah.

"Ini juga sesuai arahan pemerintah pusat terkait penyelesaian krisis lingkungan yang memerlukan sinergi dan kolaborasi banyak pihak. Kita tidak bisa bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan lingkungan saat ini, sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan," kata Dedi Agus Permadi dalam keterangan tertulisnya pada hari Rabu (13/05/2026).

Ia menambahkan bahwa Pemkab Indramayu juga berkomitmen untuk memperkuat gerakan lingkungan yang berbasis kolaborasi masyarakat guna mewujudkan masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan. "Pemerintah pusat menekankan pentingnya kolaborasi lintas tokoh, mulai dari akademisi, aktivis mahasiswa, hingga tokoh budaya untuk menciptakan solusi lingkungan yang integratif dan dapat diterapkan secara luas di masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengakui bahwa persoalan sampah di Kabupaten Indramayu tidak dapat diselesaikan hanya dengan cara membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, kunci utama dalam mengelola sampah adalah melakukan pemilahan di hulu, sehingga dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat dari tingkat desa hingga kecamatan agar sampah memiliki nilai guna kembali.

Lucky Hakim menyampaikan bahwa Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga telah meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk mengalihkan fokus pengelolaan sampah ke tingkat hulu. Hal tersebut mencakup penguatan program pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, desa, hingga kecamatan, dengan tujuan untuk meminimalisir beban sampah yang harus dibuang langsung ke TPA.

"Pemerintah Kabupaten Indramayu melihat pengembangan pengelolaan sampah menjadi energi ini sebagai peluang besar untuk menggandeng sektor swasta dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dengan demikian, kita tidak hanya menyelesaikan permasalahan lingkungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan baru bagi daerah," kata Lucky Hakim.


Penulis : Bung Arya 

×
Berita Terbaru Update