![]() |
| Korban ditemukan oleh Kepala Dusun Cangak Apel Mustar, dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas |
SAMPANG, Liputan12.com – Bocah berusia 10 tahun yang hilang setelah dihanyut arus ombak di Pantai Dusun Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, akhirnya berhasil ditemukan oleh warga setempat. Korban yang bernama Ach. Badrus Sholeh Alfaqih alias Fakih ditemukan oleh Mustar, Kepala Dusun Cangak Desa Tamberu Barat yang akrab disapa Apel Mustar, sekitar pukul 12.30 WIB pada hari yang sama. (Minggu 10 Mei 2026)
Setelah ditemukan, kondisi korban menunjukkan bahwa masih ada sedikit denyut nadi yang terasa di tubuhnya. Mendapatkan harapan dari kondisi tersebut, keluarga korban bersama masyarakat segera membawa Fakih ke Puskesmas Tamberu Barat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, setelah melalui pemeriksaan dan upaya pertolongan yang dilakukan oleh tim medis di puskesmas, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 13.00 WIB.
"Setelah ditemukan, kami melihat masih ada sedikit tanda kehidupan pada tubuhnya, sehingga kami langsung membawanya ke puskesmas dengan harapan bisa diselamatkan. Sayangnya, setelah diperiksa oleh tenaga medis, kondisi tubuh korban sudah tidak memungkinkan untuk bertahan hidup," ujar salah satu anggota keluarga korban dengan suara penuh kesedihan.
![]() |
| Sekdes Tamberu Barat Apresiasi kepada Bapak Mustar |
Apel Mustar yang menemukan korban mengungkapkan bahwa dirinya bersama beberapa warga masih terus melakukan pencarian di sekitar pantai dan perairan dekat bibir pantai setelah kedatangan tim BPBD. "Kami tidak berhenti mencari, akhirnya saya menemukan korban terdampar di bibir pantai sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian. Saya langsung memanggil warga lain untuk membantu membawa korban ke puskesmas," katanya.
Tim BPBD Kabupaten Sampang yang telah membantu proses pencarian menyampaikan rasa turut berduka cita kepada keluarga korban. "Kami telah melakukan upaya terbaik dalam pencarian, namun sayangnya hasilnya tidak seperti yang kita harapkan. Kami turut berduka atas kehilangan yang dialami keluarga dan masyarakat," ujar perwakilan tim BPBD.
Kepada seluruh masyarakat, kejadian ini menjadi peringatan yang sangat mendalam mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di kawasan pantai atau wilayah berpotensi bahaya lainnya. Selain itu, diperlukan pula edukasi kepada masyarakat tentang tanda-tanda bahaya di laut dan cara menghadapinya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Keluarga korban saat ini tengah menyiapkan proses pemakaman yang akan diselenggarakan sesuai dengan adat istiadat setempat pada hari ini (10/05/2026) sore.
Penulis : Redaksi

