![]() |
| Target Selesai 3 Bulan, Akses Aman Bagi Pelajar dan Masyarakat |
SAMPANG, Liputan12com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, melakukan peletakan batu pertama (Groundbreaking) pembangunan Jembatan Ihdinas Sirotol Mustaqim di Desa Tlambah, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, pada Minggu (24/05/2026) siang. Kegiatan ini dihadiri juga oleh Wakil Bupati Sampang serta sejumlah perwakilan dari Muhammadiyah dan masyarakat lokal.
Pembangunan jembatan yang digagas oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karang Penang ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat untuk memperoleh akses aman, khususnya bagi pelajar yang setiap hari harus melintasi jalur tersebut dalam perjalanan menuju sekolah.
Ketua PCM Karang Penang, Dhahibur Rahman Bahmas, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan akan segera dimulai dengan target penyelesaian dalam waktu sekitar 90 hari atau tiga bulan. Kebutuhan anggaran untuk pembangunan mencapai Rp780 juta.
“Pendanaan pembangunan berasal dari dukungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur serta kontribusi dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Semua pihak bekerja sama untuk mewujudkan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dhahibur Rahman menjelaskan bahwa jembatan dirancang dengan lebar yang cukup untuk memfasilitasi lalu lintas dua arah. “Lebarnya tiga meter supaya kendaraan yang berpapasan tidak perlu berhenti, karena jika terlalu sempit akan menghambat arus lalu lintas dan membuang waktu masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa konstruksi jembatan yang akan dibangun bukan menggunakan model gantung, melainkan menerapkan spesifikasi kelas 3C yang dinilai lebih kuat dan tahan lama. “Desain ini diproyeksikan mampu bertahan hingga 30 tahun dan dapat dilalui kendaraan roda empat bahkan kendaraan dengan beban lebih besar seperti truk kecil yang digunakan untuk transportasi barang,” tegasnya.
Sementara itu, Mendikdasmen RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan yang dinilai memiliki peran sangat penting dalam mendukung keselamatan dan kemudahan akses pendidikan bagi anak-anak di daerah tersebut.
“Pembangunan jembatan ini bertujuan utama untuk memudahkan anak-anak kita menuju sekolah dengan aman dan selamat. Kita tidak ingin mereka menghadapi kesulitan atau bahaya dalam perjalanan untuk mengejar pendidikan,” katanya.
Mendikdasmen RI menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur penghubung antardusun ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk memperkuat akses masyarakat terhadap layanan pendidikan yang berkualitas. Menurutnya, Presiden RI juga turut memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan sarana penghubung seperti jembatan yang menghubungkan desa-desa dengan lokasi sekolah.
“Harapannya, dengan adanya jembatan ini, akses transportasi masyarakat semakin mudah, aktivitas pendidikan berjalan lebih baik, dan akhirnya dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sampang,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi
