- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua BPD Tamberu Barat Tinjau Langsung BUMDes Cakrawala, Pantau Kesiapan Produk Telur Ayam

Selasa, 12 Mei 2026 | 5/12/2026 04:50:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-12T09:50:23Z
Kunjungan Mendalam Dorong Pengembangan Usaha Jadi Produk Unggulan Desa

SAMPANG, Liputan12.com – Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Islmanto Hasan yang akrab disapa Anto melakukan kunjungan langsung untuk meninjau perkembangan operasional Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cakrawala. Kunjungan yang dilakukan pada hari Senin (12/05/2026) ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa program ekonomi produktif desa berjalan sesuai harapan, setelah menerima laporan bahwa ayam yang dibudidayakan di unit usaha peternakan BUMDes sudah mulai menghasilkan telur yang siap untuk dipasarkan.

Dalam kunjungan yang penuh semangat ini, Anto disambut dengan hangat oleh seluruh tim pengelola BUMDes, termasuk Selly yang menjadi koordinator unit usaha peternakan ayam ras. "Kami sangat menghargai kunjungan langsung dari Ketua BPD. Ini menjadi bukti bahwa pihak berwenang selalu memperhatikan perkembangan usaha yang kami jalankan bersama masyarakat," ujar Selly saat menunjukkan area kandang ayam yang telah menghasilkan telur dalam jumlah yang cukup signifikan.

Anto secara seksama memantau setiap detail dari kondisi kandang ayam, mulai dari sistem ventilasi, kebersihan lingkungan, hingga kualitas pakan yang diberikan. Ia juga memeriksa langsung bentuk fisik telur yang dihasilkan, mulai dari ukuran, berat, hingga kondisi kulit telur yang menjadi indikator kualitas produk. "Kualitas adalah modal utama untuk memasarkan produk kita. Telur yang baik tidak hanya akan memenuhi kebutuhan konsumen lokal, tetapi juga bisa menjadi daya tarik untuk pasar yang lebih luas," jelasnya.

Selama kunjungan, Anto juga mengadakan diskusi dengan tim pengelola BUMDes untuk membahas langkah-langkah pengembangan selanjutnya. Ia menekankan bahwa BUMDes bukan hanya sebagai wadah usaha, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh. "Kita harus memastikan bahwa setiap langkah yang diambil memberikan manfaat yang merata. Produksi telur ayam ini bisa menjadi awal yang baik untuk mengembangkan rantai nilai ekonomi lokal," paparnya.

Anto memberikan beberapa masukan penting terkait pengelolaan operasional, seperti pengaturan jadwal pemberian pakan agar lebih terstruktur, pemantauan kesehatan ternak secara berkala, serta penyusunan sistem pencatatan produksi yang lebih rinci. Ia juga menyarankan untuk mempertimbangkan diversifikasi produk, seperti pengolahan telur asin atau telur balado yang dapat memperpanjang umur simpan dan meningkatkan nilai tambah produk.

"Tentunya kita perlu memikirkan strategi pemasaran yang efektif. Mulai dari pemasaran secara langsung ke konsumen lokal, bekerja sama dengan warung makan dan rumah makan di sekitar desa, hingga memanfaatkan platform digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas," tambah Anto.

Pihak BUMDes menyampaikan bahwa akan segera melakukan pendataan secara menyeluruh terkait jumlah produksi telur harian, serta menyusun rencana distribusi yang efisien sesuai dengan permintaan pasar. Mereka juga berencana untuk melibatkan lebih banyak anggota masyarakat dalam pengelolaan unit usaha ini, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga desa.


Penulis : Redaksi 

×
Berita Terbaru Update