LAMONGAN, Liputan12.com – Dalam rangka mempererat tali persaudaraan dan memperkokoh hubungan kekeluargaan pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Desa Kalitengah Kecamatan Kalitengah Kabupaten Lamongan menggelar acara Halal Bihalal dan Semarak Ketupat Lepet yang meriah di halaman Kantor Desa pada hari Jumat (27/3/2026).
Acara yang dihadiri oleh ratusan tamu undangan ini menjadi ajang berkumpulnya berbagai elemen masyarakat Desa Kalitengah. Turut hadir Camat Kalitengah beserta jajaran Muspika, Kepala Desa dari wilayah sekitar, seluruh perangkat Desa Kalitengah, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perwakilan RT/RW se-desa, tokoh agama dari berbagai agama, tokoh masyarakat, serta seluruh pemangku kebijakan desa yang turut andil dalam pembangunan Desa Kalitengah.
Ardik Marwoto, Kepala Desa Kalitengah, dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara Halal Bihalal pasca Lebaran Idul Fitri 1447 H dan Semarak Ketupat Lepet merupakan momen yang sangat tepat untuk merawat kebersamaan antar perangkat desa dan unsur masyarakat lainnya yang menjadi penggerak utama dalam menjalankan pemerintahan desa.
"Alhamdulillah, setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan, kita telah merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang merupakan hari kemenangan bagi seluruh umat Islam di dunia. Namun dalam tradisi khas masyarakat Indonesia, kita selalu mengadakan acara Halal Bihalal yang menjadi saat yang tepat untuk menyampaikan salam hangat, mohon maaf, dan saling memaafkan satu sama lain," ujar Ardik dengan penuh kesungguhan.
Menurutnya, esensi dari kegiatan Halal Bihalal dan Semarak Ketupat Lepet adalah sikap saling memaafkan yang mampu menyembuhkan segala luka hati yang mungkin ada. Melalui tradisi ini, diharapkan seluruh masyarakat dapat melupakan kesalahpahaman masa lalu, memaafkan kesalahan satu sama lain, serta memulai hubungan baru dengan hati yang bersih dan penuh kesediaan untuk bekerja sama.
"Halal Bihalal adalah momen yang sangat berharga untuk memperkuat rasa kekeluargaan dan merawat tali silaturahmi yang erat antar pemangku kebijakan desa Kalitengah dan seluruh unsur masyarakat yang turut membantu dalam menjalankan proses pemerintahan serta pembangunan desa," tegasnya.
Dalam momentum khusus ini, Kades Ardik juga menyampaikan harapannya agar seluruh warga desa Kalitengah yang hadir dalam acara ini dapat terus menjaga kebersamaan yang lebih guyub dan rukun antar sesama warga, serta selalu bersikap ramah dan saling menghargai satu sama lain.
"Kepada seluruh perangkat desa Kalitengah, saya mengharapkan agar kita dapat saling menjaga kekompakan dan semakin bersemangat dalam meningkatkan kinerja guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga. Usai Hari Raya Idul Fitri 1447 H ini, mari kita tinggalkan segala hal yang tidak baik di masa lalu dan menggantinya dengan hal-hal positif serta bermanfaat di tahun ini," ungkapnya.
"Kita harus bersatu dalam menjalankan setiap program pembangunan Desa Kalitengah, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membawa desa kita menuju kemajuan yang lebih baik," tambahnya.
Ardik juga mengingatkan seluruh perangkat desa untuk menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab dalam melayani warga. "Semoga kita semua diberikan keberkahan dan kesejahteraan oleh Allah SWT, sehingga kita dapat bersama-sama membangun desa dengan penuh semangat dan dedikasi, menjadikan Desa Kalitengah sebagai desa yang maju, sejahtera, dan bermartabat," harapnya.
Sementara itu, Camat Kalitengah dalam sambutannya mengungkapkan makna filosofis yang terkandung dalam tradisi ketupat yang menjadi bagian penting dari perayaan pasca Lebaran. Menurut Ensiklopedia Islam, istilah ketupat diyakini berasal dari kata "papat" yang berarti empat, merujuk pada empat hal penting dalam kehidupan beragama, salah satunya adalah ibadah puasa Ramadan.
"Dalam bahasa Jawa, ketupat atau yang lebih dikenal dengan 'kupat' juga dimaknai sebagai akronim dari 'laku papat' yang meliputi empat tindakan utama dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat, yaitu Lebaran, Luberan, Leburan, dan Laburan," jelas Camat.
Ia menjelaskan bahwa Lebaran dimaknai sebagai momen kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Luberan berarti sikap berbagi rezeki kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Leburan mengandung makna mendalam tentang saling memaafkan untuk menghapus dosa dan kesalahan yang mungkin terjadi. Sementara itu, Laburan melambangkan upaya terus-menerus menjaga kesucian lahir dan batin setelah menjalani ibadah Ramadan.
"Ketupat sendiri menjadi simbol penting dalam tradisi ini. Anyaman janur yang membungkus nasi dengan bentuk yang rumit mencerminkan kerumitan kesalahan yang mungkin dilakukan manusia. Namun di balik kerumitan itu, isi nasi putih yang bersih di dalamnya melambangkan hati yang kembali bersih setelah melalui proses saling memaafkan dan menyadari kesalahan," tambahnya.
"Oleh karena itu, ketupat tidak hanya sekadar makanan yang dinikmati saat Lebaran, tetapi juga menjadi simbol penyucian diri dan harapan akan kehidupan yang lebih baik, penuh kedamaian dan kebersamaan," pungkas Camat dengan penuh makna.
Acara ditutup dengan sesi musafahah yang penuh kehangatan serta pembagian ketupat dan lepet kepada seluruh peserta yang hadir, sebagai wujud nyata dari semangat berbagi dan kebersamaan yang menjadi inti dari tradisi pasca Lebaran di Desa Kalitengah.
Penulis : Ther
