![]() |
| "Mobilizing the Community to care for Others," |
Sampang, Liputan12.com — Suasana haru dan penuh makna menyelimuti KUA Sokobanah pada Senin, 16 Maret 2026, tepat pukul 08.00 WIB. Mengusung tema "Mobilizing the Community to care for Others," KUA Sokobanah menggelar serangkaian aksi peduli sesama sebagai wujud nyata gerakan masyarakat untuk berbagi. Kegiatan yang mencakup santunan anak yatim dan dhuafa, pembagian takjil di depan kantor, serta buka puasa bersama ini, turut dihadiri oleh sosok istimewa yang sekaligus menjadi momen pamitan.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Sampang, H. Fandi, S.Ag, MHI, hadir membuka acara sekaligus melakukan silaturahmi pamitan kepada keluarga besar KUA Sokobanah. Kehadiran beliau menandai akhir dari perjalanan pengabdiannya, yang sebentar lagi akan memasuki masa pensiun. Suasana haru menyelimuti saat kedatangan H. Fandi disambut hangat oleh seluruh jajaran KUA Sokobanah. Ucapan terima kasih yang tulus atas segala dedikasi, arahan, dan nasihat berharga selama kepemimpinannya diwujudkan dalam bentuk puisi yang begitu menyentuh hati.
Puisi yang dibacakan, "RINDU TAK BERUJUNG", melukiskan kedalaman rasa hormat dan kasih sayang keluarga besar KUA Sokobanah kepada sosok H. Fandi. Bait-bait puisinya mengalirkan gambaran betapa kehadiran dan kepemimpinan beliau telah menjadi inspirasi, menanamkan nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, dan harmoni.
RINDU TAK BERUJUNG
Bapak . H. Fandi Kankemen Sampang
Sungguh ....
Kehadiranmu mengalirkan darah persaudaraan
Sapa suamu pantulkan detak nafas kebersamaan
cengkramamu mengalunkan harmoni keakraban
Dalam ruang hening, jasadmu adalah tuntunan teladan. Dalam ruang pening, wujudmu adalah aksara keilmuan. Kau ajarkan nilai perbedaan menjadi rahmatan, kau tanamkan kepercayaan menuju kemaslahatan.
Bapak... H. Fandi Kankemen Sampang
Sekarang ....
Wujudmu akan menghilang
Tersisa bayangan jasad fatamorgana
Tak kan kutemukan lagi tatapan syahdu
Tak kan kudapatkan lagi
Sapaan rindu
Entahlah ....
Dari celah ventilasi mana
Akan kucari ragamu kembali
Dari atap langit mana
Akan kudengar suaramu
Namun ...
Dengan segala sadarku
Setiap pertemuan terdapat ruang perpisahan
Setiap kebersamaan memendam kerinduan
لو ذقتم حلاوة الوصلة # لعرفتم مرارة القطيعة
(Jika kalian telah mencicipi manisnya pertemuan, pasti merasakan pahitnya perpisahan)
Namun....
"بعيد في العين وقريب في القلب"
(Jauh di mata, dekat di hati)
Bapak H. Fandi Kepala Kantor Kementerian Agama Sampang
Aku berharap hadirmu kembali disini
Membersamai rindu tak berujung
Puisi tersebut tidak hanya sekadar untaian kata, melainkan sebuah cerminan dari hubungan erat yang terjalin, di mana dedikasi dan kepemimpinan H. Fandi telah meninggalkan jejak mendalam. Walaupun perpisahan tak terhindarkan seiring masa pensiun, kenangan dan pelajaran berharga akan tetap terpatri di hati keluarga besar KUA Sokobanah.
![]() |
| "Saat Acara Sosial" |
Usai momen haru tersebut, semangat kepedulian terus bergulir. Santunan diserahkan kepada anak yatim dan dhuafa, takjil dibagikan kepada pengguna jalan, dan diakhiri dengan buka puasa bersama. Aksi ini menegaskan kembali komitmen KUA Sokobanah sebagai lembaga yang tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga aktif menebar manfaat dan kebaikan bagi masyarakat, terutama di bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini. Semangat gotong royong dan kepedulian menjadi nadi yang terus berdenyut di KUA Sokobanah.
(Jn)

