Surabaya, Liputan12.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ajakan tersebut disampaikan usai Gubernur Khofifah menghadiri buka puasa bersama yang diselenggarakan DPD REI Jawa Timur di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Jumat (6/3).
Acara buka puasa bersama ini dihadiri Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar yang memberikan tausiyah, jajaran pengurus REI, pengembang, serta pelaku industri properti di Jawa Timur. Gubernur Khofifah menegaskan bahwa momentum berbuka puasa di bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang penguatan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha guna mendukung pembangunan sektor perumahan dan permukiman.
Menurutnya, sektor perumahan memiliki peran strategis tidak hanya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan hunian yang terjangkau, layak, dan berkualitas. “Buka bersama ini merupakan momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemprov Jawa Timur dan DPD REI Jawa Timur dalam mendukung program pembangunan perumahan,” ujar Khofifah.
Gubernur juga mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat yang mengajarkan keimanan, ketakwaan, serta memperkuat kepedulian sosial, empati, dan solidaritas kepada sesama. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pembangunan yang mengutamakan keadilan sosial dan kesejahteraan seluruh masyarakat.
Dalam rangkaian acara, juga diselenggarakan santunan bagi anak-anak yatim sebagai bagian dari kegiatan Ramadhan. Gubernur Khofifah memberikan apresiasi atas partisipasi aktif REI Jawa Timur dalam mendukung pembangunan sektor perumahan yang juga membuka lapangan kerja dan membantu masyarakat memperoleh akses hunian layak.
Pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan strategis, termasuk program pembangunan tiga juta rumah yang menargetkan satu juta unit di kawasan perkotaan dan dua juta unit di kawasan pedesaan. Di Jawa Timur sendiri, pengembang telah berkontribusi signifikan dengan membangun 32.384 unit rumah bagi MBR, terdiri dari rumah siap huni, yang sedang dibangun, serta yang direncanakan pada tahun 2026.
Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) juga menunjukkan progres positif dengan 45.543 unit rumah telah disalurkan senilai sekitar Rp5,3 triliun selama 2023 hingga 2025. Hingga Januari 2026, penyaluran FLPP di Jawa Timur mencapai 795 unit, menjadikan Jawa Timur salah satu kontributor terbesar FLPP nasional.
Gubernur berharap REI Jawa Timur terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan perumahan, khususnya bagi MBR. Ia optimistis melalui sinergi yang kuat, hunian layak, terjangkau, dan berkualitas dapat semakin banyak tersedia bagi masyarakat.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam tausiyahnya menekankan pentingnya Ramadhan sebagai bulan penuh keberkahan untuk memperbanyak amal kebaikan, meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial, terutama terhadap anak yatim dan kaum dhuafa. Ia mengajak umat untuk senantiasa berikhtiar dan memanjatkan doa agar bangsa Indonesia selalu dalam lindungan Allah SWT dan mampu menghadapi berbagai ujian dengan baik.
“Kita harus terus berikhtiar dan berdoa agar bangsa ini selalu berada dalam rahmat dan lindungan-Nya,” pungkas Menteri Agama.
(Redaksi)
