OGAN ILIR liputan12.com – Proyek pembangunan gedung yang dijuluki "Gedung Merah Putih" di Desa Ulak Segara, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, kini tengah menjadi sorotan tajam. Pasalnya, pembangunan yang berlokasi di area pasar desa tersebut dituding merugikan masyarakat dan merusak infrastruktur yang ada.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (08/01/2026), kondisi akses jalan di sekitar lokasi pembangunan tampak memprihatinkan. Berikut adalah beberapa poin utama yang menjadi keluhan warga:
1. Perusakan Fasilitas Negara (Jalan Beton)
Warga sangat menyayangkan hancurnya jalan rabat beton yang melintasi area pembangunan. Padahal, jalan tersebut merupakan fasilitas negara yang baru dibangun kurang dari lima tahun lalu. Akibat aktivitas proyek Gedung Merah Putih, jalan tersebut kini hancur dan tak lagi layak digunakan.
2. Minimnya Transparansi dan Musyawarah Desa
Menurut keterangan warga setempat, proyek besar ini diduga berjalan tanpa adanya Musyawarah Desa (Musdes) yang jelas. Masyarakat merasa tidak pernah mendapatkan informasi atau konfirmasi terbuka mengenai tujuan dan dampak dari pembangunan gedung tersebut.
"Kami kecewa karena tidak ada konfirmasi kepada masyarakat. Tahu-tahu dibangun dan fasilitas yang sudah ada malah rusak," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
3. Aktivitas Ekonomi Lumpuh Saat Hujan
Penempatan lokasi gedung di area pasar desa semakin menyulitkan warga. Saat cuaca hujan, kondisi lokasi menjadi becek dan rusak parah, membuat para pedagang dan pembeli kesulitan beraktivitas. Hal ini dianggap sangat merugikan roda ekonomi masyarakat desa.
4. Sikap Pemerintah Desa Dipertanyakan
Masyarakat merasa aspirasi dan keluhan mereka selama ini tidak digubris oleh Pemerintah Desa Ulak Segara. Seolah menutup telinga, pembangunan terus berjalan meski dampak negatifnya mulai dirasakan secara luas.
Masyarakat Meminta Pemkab Ogan Ilir Turun Tangan
Atas dasar kondisi tersebut, masyarakat Desa Ulak Segara melayangkan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Ilir dan dinas terkait. Mereka meminta Bupati atau jajarannya segera turun ke lapangan untuk meninjau langsung kerusakan yang terjadi.
Warga berharap ada pertanggungjawaban atas rusaknya jalan rabat beton dan kejelasan mengenai status pembangunan Gedung Merah Putih tersebut agar tidak terus-menerus merugikan kepentingan publik.
Pewarta:Ervan adiguna
