- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kisah Pilu Rohmania, Pemudi Yatim Piatu Korban Kecelakaan di Sampang: Uluran Tangan dan Harapan Masa Depan

Rabu, 25 Februari 2026 | 2/25/2026 11:05:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-25T16:05:33Z

Sampang, Liputan12.com – Di tengah hiruk pikuk kehidupan, kisah pilu Rohmania Rizki Safari, seorang pemudi yatim piatu yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur, mengundang perhatian dan simpati banyak pihak. Rohmania mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya Tamburu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, pada Jumat (23/2/2026). Kecelakaan nahas itu mengakibatkan luka serius yang memerlukan tindakan operasi pada kaki kirinya. Latar belakang Rohmania yang sebatang kara semakin menambah keprihatinan atas musibah yang menimpanya.

Rohmania, yang bekerja di Tamberu Barat untuk mencari nafkah, tidak memiliki keluarga yang mampu menanggung biaya pengobatannya. Ayah dan ibunya telah lama berpulang di Malaysia ketika ia masih kecil. Saat ini, ia berstatus sebagai anak angkat di Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, namun kedua orang tua angkatnya pun sudah meninggal dunia. Kondisi ini menjadikan Rohmania benar-benar seorang diri dalam menghadapi cobaan hidup. Di tengah situasi sulit ini, seorang wanita berhati mulia bernama Ibu Salimah, warga Goa Barat, Desa Sokobanah Daya, hadir sebagai "malaikat penolong" yang merawat dan mendampingi Rohmania.

Setelah kecelakaan, Rohmania dengan sigap mengajukan klaim asuransi kecelakaan tunggal ke Polsek Kota Sampang. Dana dari asuransi tersebut menjadi tumpuan harapan untuk membiayai operasi dan perawatan medisnya. Awalnya, Rohmania dirawat di Puskesmas Tamberu Barat, namun karena luka yang cukup parah, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mohammad Zaini Sampang. Berkat penanganan cepat dan profesional dari tim medis serta dukungan asuransi dari Jasa Raharja, kondisi Rohmania kini berangsur membaik.

Kisah Rohmania ini menyentuh hati banyak orang. Seorang pengamat sosial yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas musibah yang menimpa Rohmania. Ia berharap agar pemerintah daerah, lembaga sosial, dan pihak swasta dapat memberikan perhatian dan bantuan untuk meringankan beban Rohmania serta memberikan dukungan kepada Ibu Salimah yang dengan tulus merawatnya.

"Anak muda seperti Rohmania sangat membutuhkan uluran tangan kita. Ia memerlukan perlindungan sosial, akses pendidikan yang layak, serta berbagai peluang untuk mengembangkan potensi dirinya. Ibu Salimah juga patut mendapatkan apresiasi atas kebaikannya. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian," ujarnya dengan nada penuh harap.

Bapak Syafi’i Syaifullah, tokoh masyarakat yang juga pendiri Ormas Madas DPAC Sokobanah, turut tergerak hatinya untuk membantu Rohmania. Ia aktif mengurus pembiayaan pengobatan Rohmania dan berupaya menjembatani Rohmania dengan berbagai pihak yang dapat memberikan bantuan.

"Kami sangat prihatin dengan kondisi Rohmania. Ia adalah seorang pemudi yang kuat dan mandiri, namun ia tidak seharusnya berjuang sendirian. Kami juga salut dengan Ibu Salimah yang telah membuka pintu rumahnya untuk Rohmania. Kami berharap agar Rohmania mendapatkan bantuan sosial yang berkelanjutan, serta kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensi dirinya," kata Bapak Syafi’i.

Kisah Rohmania ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang berada dalam kondisi sulit dan terpinggirkan. Semoga Rohmania Rizki Safari segera pulih sepenuhnya dan mampu meraih masa depan yang cerah serta penuh harapan. Uluran tangan kita dapat menjadi sinar terang bagi Rohmania dan Ibu Salimah, memberi mereka kekuatan untuk bangkit dan menggapai cita-citanya. Mari kita bersama-sama memberikan dukungan moral dan materiil, agar Rohmania dapat merasakan bahwa ia tidak sendiri dalam menghadapi cobaan ini.

Selain itu, kisah Rohmania juga menjadi cermin bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk lebih memperhatikan nasib para pemuda yatim piatu dan kaum rentan lainnya. Diperlukan adanya program-program yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk memberikan perlindungan sosial, pendidikan, pelatihan keterampilan, serta akses lapangan kerja yang layak bagi mereka. Dengan demikian, para pemuda ini dapat memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi diri dan meraih masa depan yang lebih baik.

"Pemerintah daerah harus hadir dan memberikan solusi bagi permasalahan yang dihadapi oleh para pemuda yatim piatu dan kaum rentan. Jangan biarkan mereka merasa terabaikan dan kehilangan harapan. Kita harus menciptakan lingkungan yang inklusif dan suportif, di mana setiap anak bangsa memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan daerah," ujar seorang tokoh agama yang turut menyampaikan keprihatinannya.

Kisah Rohmania juga mengajak kita untuk merenungkan kembali nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial yang semakin terkikis di tengah arus modernisasi. Mari kita jadikan momen ini sebagai momentum untuk mempererat tali persaudaraan, meningkatkan kesadaran sosial, dan mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam membantu sesama yang membutuhkan. Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita dapat mewujudkan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadaban.

Semoga kisah Rohmania Rizki Safari menjadi inspirasi bagi kita semua untuk senantiasa berbuat baik dan memberikan manfaat bagi orang lain. Uluran tangan kita, sekecil apapun, dapat memberikan dampak yang besar bagi mereka yang membutuhkan. Bersama, kita dapat menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua.

Selain dukungan moril dan materiil, doa dan harapan juga sangat berarti bagi kesembuhan dan kebahagiaan Rohmania. Mari kita doakan agar Rohmania segera pulih, diberikan kekuatan, serta diberikan kemudahan dalam menghadapi segala cobaan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada Rohmania dan Ibu Salimah, serta kepada kita semua yang senantiasa peduli dan berbagi.

Kisah ini juga menjadi contoh nyata bagaimana kebaikan dan kepedulian masih ada di tengah masyarakat. Ibu Salimah, dengan segala keterbatasannya, telah menunjukkan hati yang mulia dengan merawat dan mendampingi Rohmania. Semoga kisah ini menginspirasi lebih banyak orang untuk melakukan hal serupa, sehingga semakin banyak orang yang merasakan manfaat dari kebaikan dan kepedulian kita.

Kepedulian tidak hanya terbatas pada bantuan materiil, tetapi juga dapat berupa dukungan moril, perhatian, dan doa. Dengan memberikan semangat dan harapan, kita dapat membantu orang lain untuk bangkit dan meraih masa depan yang lebih baik.

Mari kita jadikan kisah Rohmania sebagai panggilan hati untuk lebih peduli dan berbagi dengan sesama. Semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat ganda atas segala kebaikan yang telah kita lakukan. Amin.


(Syafi'i Syaifullah)

×
Berita Terbaru Update