- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Program MBG Taddan Diduga Nyaris Racuni Siswa TK, Warga Desak Pengawasan Ketat dan Evaluasi Segera

Senin, 02 Maret 2026 | 3/02/2026 06:56:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-02T11:56:10Z

Camplong, Sampang, Liputan12.com – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas dari dapur Taddan kembali menuai perhatian publik dan menimbulkan kekhawatiran serius dari orang tua siswa. Pada Senin (2/3/2026), ditemukan bahwa makanan yang dibagikan kepada siswa TK di MI Miktaful Ulum, Kecamatan Camplong, diduga dalam kondisi tidak layak konsumsi dan berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak.

Dari pengamatan luar, makanan yang disalurkan tampak baik, cerah, dan menarik. Namun ketika dibuka, aroma tidak sedap langsung tercium dan diduga kuat makanan tersebut sudah rusak serta tidak layak dikonsumsi. Menurut pengakuan warga dan orang tua siswa, mereka hampir membiarkan anak-anak mereka mengonsumsinya sebelum akhirnya menyadari kondisi makanan yang mencurigakan tersebut.

Ironisnya, selama tiga hari terakhir, kondisi makanan yang dibagikan juga disebut tidak menunjukkan perubahan positif. Warga mengeluhkan bahwa menu yang sama, dengan kondisi serupa, terus didistribusikan, menimbulkan kekhawatiran besar terhadap kesehatan dan keselamatan anak-anak usia dini yang rentan.

Para orang tua dan warga Kecamatan Camplong menganggap kelalaian dari pihak dapur MBG Taddan ini sangat fatal, mengingat sasaran program adalah anak-anak usia dini yang membutuhkan asupan gizi sehat dan aman. Jika makanan yang dikonsumsi berkualitas buruk dan berpotensi membahayakan, bukan hanya akan berakibat kesehatan, tetapi juga mencederai kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.

Masyarakat mendesak agar pihak terkait, termasuk dinas terkait dan instansi pengawasan makanan, segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap distribusi makanan MBG di seluruh wilayah Kabupaten Sampang. Pengawasan ketat dan pengujian kualitas bahan makanan harus dilakukan secara rutin untuk memastikan bahwa program ini benar-benar dapat memberikan manfaat dan tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Kepala desa dan tokoh masyarakat setempat juga mengingatkan bahwa pemerintah harus lebih berhati-hati dan transparan dalam melaksanakan program ini, terutama yang menyasar anak-anak usia dini. Mereka menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan generasi muda adalah prioritas utama, dan kejadian seperti ini tidak boleh terulang lagi.

Warga berharap, pemerintah dan pihak terkait tak hanya melakukan tindakan sesaat, tetapi juga memastikan bahwa distribusi makanan bergizi benar-benar dilakukan secara higienis, aman, dan berkualitas. Jika tidak, rasa percaya masyarakat terhadap program pemerintah bisa semakin menurun dan menimbulkan potensi keresahan yang lebih luas.


(Sal)

×
Berita Terbaru Update