Belum reda bencana banjir
yang merendam sejumlah wilayah, di Kabupaten Jepara musibah lain datang dari arah berbeda. Kebakaran hebat melanda sebuah pabrik busa milik PT Chengqi Industrial Indonesia di Desa Pringtulis, Kecamatan Nalumsari, Sabtu (17/1/2026), kebakaran memicu kepanikan warga awan hitam pekat menyelimuti kawasan industri.
Kobaran api terlihat membumbung tinggi ke langit, disertai kepulan asap tebal yang dapat di lihat dari jarak jauh. Ironisnya, hujan deras yang turun sejak pagi hari tak mampu meredam amukan si jago merah, hampir seluruh bangunan pabrik dilaporkan hangus terbakar.
Kanit Turjawali Polres Jepara, Ipda Eko Sutrisno, yang langsung berada di lokasi kejadian bersama anggota, mengungkapkan api pertama kali terlihat sekitar pukul 10.41 WIB. Titik awal kebakaran diduga berasal dari bangunan pabrik bagian belakang.
“Api cepat membesar karena material produksi berupa busa dan foam yang sangat mudah terbakar. Hujan deras tidak cukup menahan laju perambatan api dari satu bangunan ke bangunan lainnya,” ujar Ipda Eko Sutrisno saat memantau proses penanganan di lapangan, Sabtu (17/1/2026) siang.
Dalam hitungan menit, api sudah membesar dan memicu ledakan kecil akibat material produksi yang mudah terbakar. Asap hitam pekat terus mengepul dan bergerak ke arah permukiman warga di sekitar kawasan industri.
Besarnya skala kebakaran membuat petugas harus bekerja ekstra. Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dari berbagai pos diterjunkan ke lokasi satu unit mobil water cannon milik Polres Jepara juga di dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman.
Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan dari kepolisian, damkar, BPBD, dan relawan masih berjibaku di tengah hujan deras dan genangan banjir untuk mengisolasi titik api agar tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.
Dalam rekaman video amatir yang beredar, terlihat banyak warga menghentikan kendaraan di jalan sekitar pabrik untuk melihat kejadian, sementara sebagian lainnya memilih menjauh demi keselamatan.
Bagi warga Nalumsari, peristiwa ini menjadi pukulan ganda. Sebelumnya, sejumlah wilayah juga terendam banjir saat hujan ekstrem, Saat sebagian warga masih berjuang membersihkan lumpur dan genangan, kebakaran besar justru menyusul di kawasan industri.
“Belum lama musibah banjir, sekarang ganti kebakaran besar. Kami benar-benar khawatir,” ujar salah satu warga yang tinggal tak jauh dari lokasi pabrik.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas masih fokus berupaya pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali
Belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun korban luka. Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran masih proses pendataan oleh pihak terkait.
Aparat mengingatkan bahwa material plastik, busa, dapat menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan warga di himbau untuk:
1. Tidak mendekati lokasi kebakaran.
2. Menggunakan masker.
3. Mengurangi aktivitas di luar ruangan.
4. Tidak memadati lokasi kebakaran agar akses kendaraan pemadam tidak terhambat.
5. Warga juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenaran nya demi menjaga situasi tetap kondusif.
Di tengah kepanikan warga berharap kebakaran ini dapat segera dikendalikan sepenuhnya agar tidak menimbulkan korban jiwa.
GunJPR