Sampang, Liputan12.com – Semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial yang digelar Yayasan Sahabat Jiwa Sehat bersama Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sampang, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Rumah Singgah Bujuk Biruh, Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan perhatian terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Momentum kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober. Melalui aksi sosial tersebut, kedua pihak berupaya menegaskan bahwa kesehatan jiwa merupakan bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh, sekaligus mengajak masyarakat untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODGJ.
Bagi Yayasan Sahabat Jiwa Sehat, kegiatan ini bukan sekadar agenda sosial, melainkan wujud nyata komitmen untuk memberikan ruang bagi ODGJ agar memperoleh perhatian, pendampingan, dan kesempatan menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.
Bakti Sosial sebagai Wujud Kepedulian Kemanusiaan
Kegiatan bakti sosial berlangsung dengan mengedepankan nilai kebersamaan dan kepedulian. Sejumlah relawan dari Yayasan Sahabat Jiwa Sehat dan IDI Cabang Sampang terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan dasar, pembagian bantuan sembako, hingga edukasi mengenai pentingnya kesehatan jiwa kepada keluarga dan masyarakat sekitar.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan warga yang didampingi, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memberikan dukungan kepada orang yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.
Ketua Yayasan Sahabat Jiwa Sehat menegaskan bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama untuk dihormati, memperoleh pelayanan kesehatan, serta mendapatkan kesempatan hidup secara layak tanpa harus menghadapi perlakuan diskriminatif.
“Kami ingin ODGJ tidak lagi dipandang sebelah mata. Mereka adalah manusia yang sama, memiliki hak yang sama untuk hidup sehat, dihargai, dan dimanusiakan,” ujarnya di Rumah Singgah Bujuk Biruh.
Menurutnya, kepedulian terhadap ODGJ tidak cukup diwujudkan melalui bantuan sesaat. Diperlukan perhatian yang berkesinambungan, baik melalui pendampingan, pelayanan kesehatan, dukungan keluarga, maupun penerimaan masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, ODGJ diharapkan tidak terus-menerus berada dalam situasi terpinggirkan, melainkan memperoleh kesempatan untuk menjalani kehidupan yang lebih aman, sehat, dan bermartabat.
Rumah Singgah Bujuk Biruh, Ruang Pemulihan dan Harapan
Rumah Singgah Bujuk Biruh yang berada di Desa Komis, Kecamatan Kedungdung, menjadi salah satu tempat pendampingan bagi warga dengan gangguan kesehatan jiwa di Kabupaten Sampang.
Sejak didirikan pada 2025, rumah singgah tersebut disebut telah menjadi tempat berlindung dan pendampingan bagi puluhan ODGJ yang sebelumnya hidup dalam kondisi terlantar. Di tempat ini, warga yang didampingi mendapatkan perhatian, pendampingan, serta kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Selain menjadi tempat singgah, program yang dijalankan juga diarahkan untuk mendukung pemulihan dan meningkatkan kemampuan warga dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pendekatan tersebut mencakup pendampingan sosial dan pelatihan keterampilan sederhana, dengan tetap memperhatikan kebutuhan masing-masing individu.
Keberadaan rumah singgah ini menunjukkan pentingnya dukungan dari berbagai pihak dalam menangani persoalan kesehatan jiwa. Penanganan ODGJ membutuhkan kerja sama antara keluarga, tenaga kesehatan, pemerintah, organisasi sosial, dan masyarakat agar proses pemulihan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Para relawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga menekankan bahwa pendekatan kemanusiaan harus menjadi bagian penting dalam mendampingi ODGJ. Pelayanan medis tetap diperlukan, tetapi dukungan sosial, penerimaan lingkungan, dan perlakuan yang menghormati martabat manusia juga tidak kalah penting.
Melalui lingkungan yang mendukung, warga dengan gangguan kesehatan jiwa diharapkan dapat memperoleh kesempatan untuk menjalani proses pemulihan dan kembali berinteraksi dengan masyarakat sesuai kondisi masing-masing.
IDI Cabang Sampang Dorong Kolaborasi Lintas Sektor
Keterlibatan IDI Cabang Sampang dalam kegiatan bakti sosial tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap kesehatan jiwa di tengah masyarakat.
Perwakilan IDI Cabang Sampang menyampaikan bahwa persoalan kesehatan jiwa tidak dapat ditangani hanya oleh satu pihak. Diperlukan kolaborasi lintas sektor agar masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat memperoleh pendampingan secara lebih menyeluruh.
“Peringatan HUT IDI ke-76 kali ini kami rayakan dengan aksi nyata. Kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kami berharap program ini bisa berlanjut dan menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkapnya.
Kolaborasi antara organisasi profesi kedokteran dan lembaga sosial diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kesehatan jiwa, meningkatkan kepedulian masyarakat, serta memperkuat dukungan terhadap warga yang membutuhkan pendampingan.
Edukasi juga menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman bahwa gangguan kesehatan jiwa merupakan persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian dan penanganan secara tepat, bukan alasan untuk memberikan stigma atau menjauhkan seseorang dari lingkungan sosialnya.
Gus Daef: Memanusiakan Manusia Adalah Tanggung Jawab Bersama
Pendiri Yayasan Sahabat Jiwa Sehat, Gus Daef, berharap kepedulian terhadap ODGJ di Kabupaten Sampang terus tumbuh dan tidak berhenti pada kegiatan bakti sosial semata.
Ia mengajak pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan, keluarga, serta seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing dalam memberikan dukungan kepada warga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa.
Menurutnya, keberlanjutan Rumah Singgah Bujuk Biruh membutuhkan perhatian dan dukungan bersama agar kegiatan pendampingan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan.
“Ini bukan hanya tugas yayasan, tapi tugas kita bersama untuk memanusiakan manusia,” tutup Gus Daef.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap ODGJ bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga memastikan mereka tetap dihormati sebagai manusia yang memiliki hak, kebutuhan, dan martabat.
Melalui sinergi Yayasan Sahabat Jiwa Sehat dan IDI Cabang Sampang, kegiatan bakti sosial ini diharapkan menjadi penguat gerakan kemanusiaan di Kabupaten Sampang. Lebih dari sekadar peringatan, kegiatan tersebut menjadi ajakan bagi masyarakat untuk membangun lingkungan yang inklusif, menghapus stigma, dan memberikan ruang bagi setiap orang untuk memperoleh perhatian serta kesempatan hidup yang layak.
Agus Mandie
Liputan12.com

