- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Perkuat Sinergi dengan Ulama, Kapolri Silaturahmi dengan Rais Aam PBNU di Surabaya

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10/17/2026 09:55:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-17T14:55:59Z
Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto bersilaturahmi dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Yayasan Pondok Pesantren Miftachussunah, Surabaya, Sabtu (17/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi dan sinergi antara Polri dengan ulama serta tokoh agama dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan masyarakat.


Surabaya, Liputan12.com – Upaya mempererat komunikasi antara kepolisian dan tokoh agama menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga persatuan serta kerukunan masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan silaturahmi Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dengan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, di Yayasan Pondok Pesantren Miftachussunah, Surabaya, Sabtu (17/10/2026).


Kedatangan Kapolri disambut langsung oleh KH Miftachul Akhyar. Dalam kunjungan tersebut, Kapolri didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri.


Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Silaturahmi tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara Polri dan kalangan ulama sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi dengan tokoh agama dalam kehidupan bermasyarakat.




Keberadaan ulama memiliki posisi penting di tengah masyarakat, terutama dalam menyampaikan pesan-pesan kesejukan, membangun persaudaraan, serta merawat kerukunan di tengah keberagaman. Peran tersebut menjadi relevan dalam menghadapi berbagai dinamika sosial yang membutuhkan sikap saling menghormati dan semangat kebersamaan.


Dalam konteks pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, sinergi antara aparat kepolisian dan tokoh agama merupakan salah satu aspek yang dapat mendukung terciptanya lingkungan sosial yang aman dan kondusif. Komunikasi yang terjalin secara baik juga membuka ruang bagi penguatan nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kepedulian terhadap kehidupan masyarakat.


Silaturahmi Kapolri dengan Rais Aam PBNU di Surabaya ini mencerminkan pentingnya menjaga hubungan kelembagaan sekaligus membangun komunikasi yang harmonis antara Polri dan elemen masyarakat. Hubungan tersebut diharapkan dapat terus dipelihara melalui dialog, saling menghormati, dan kerja sama dalam menjaga stabilitas sosial.


Bagi masyarakat Jawa Timur, kerukunan dan keamanan merupakan unsur penting dalam mendukung kehidupan sosial yang harmonis. Karena itu, keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk ulama dan tokoh agama, menjadi bagian dari upaya bersama untuk merawat persatuan serta mencegah munculnya ketegangan sosial.


Melalui pertemuan tersebut, diharapkan hubungan antara Polri dan para ulama semakin erat. Komunikasi yang berkelanjutan diharapkan turut memberikan kontribusi positif bagi terciptanya suasana masyarakat yang damai, toleran, dan kondusif.


Silaturahmi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan membutuhkan partisipasi berbagai elemen masyarakat. Dengan komunikasi dan kebersamaan yang terpelihara, nilai-nilai persaudaraan serta kerukunan diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat.




Liputan12.com
Aktual, Tepercaya, untuk Indonesia.

×
Berita Terbaru Update