Bangkinang, Liputan12.com — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang terus mendorong pelaksanaan pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan keagamaan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui ibadah rutin di Gereja Oikumene Lapas Kelas IIA Bangkinang yang berlangsung dengan khidmat.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026, ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kerohanian untuk memperkuat kehidupan spiritual, menumbuhkan ketenangan batin, serta mendorong warga binaan membangun sikap dan perilaku yang lebih baik.
Melalui kegiatan ibadah, warga binaan diajak untuk memperdalam nilai-nilai keimanan, menumbuhkan kasih kepada sesama, serta membiasakan diri menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bekal dalam proses memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
Kegiatan itu turut dihadiri Novindra, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Lapas Kelas IIA Bangkinang sekaligus Penasihat Gereja Oikumene. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan pembinaan kerohanian sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan kepribadian warga binaan.
Sampaikan Pesan Kalapas
Dalam kesempatan tersebut, Novindra menyampaikan pesan Kepala Lapas Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra. Pesan tersebut menekankan pentingnya memperkuat iman, menjaga perilaku, serta mengikuti setiap program pembinaan dengan penuh kesungguhan.
“Melalui kegiatan ibadah ini, mari kita terus memperkuat iman, menumbuhkan sikap saling menghormati, dan membiasakan diri melakukan hal-hal positif. Ikuti setiap program pembinaan dengan baik dan jadikan nilai-nilai kebaikan yang diperoleh sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Teruslah bersemangat untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik bersama keluarga dan masyarakat,” ujar Novindra saat menyampaikan pesan Kalapas.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa proses pembinaan tidak hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga menyangkut pengembangan sikap, tanggung jawab, serta kesadaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Bangun Karakter dan Harapan Masa Depan
Novindra juga berharap kegiatan ibadah rutin dapat memberikan manfaat bagi warga binaan, terutama dalam memperkuat kehidupan spiritual, menumbuhkan ketenangan hati, dan membangun hubungan yang lebih baik dengan sesama.
Pembinaan kerohanian di lingkungan pemasyarakatan diharapkan dapat berjalan beriringan dengan program pembinaan lainnya. Dengan demikian, warga binaan memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, memperbaiki perilaku, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan masa pidana.
Dukungan terhadap kegiatan keagamaan juga menjadi bagian dari pendekatan pembinaan yang humanis, dengan memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperkuat nilai-nilai positif sesuai keyakinan masing-masing.
Lapas Kelas IIA Bangkinang terus mendorong pembinaan kerohanian secara berkelanjutan. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai keimanan, kasih, dan kebaikan diharapkan dapat menjadi bekal dalam membangun kehidupan yang lebih bertanggung jawab serta mendukung proses reintegrasi sosial ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
Memperkuat iman, menumbuhkan kebaikan, dan membangun harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Editor: Alfitria
Sumber materi: Lapas Kelas IIA Bangkinang.


