- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Penjual Es Kelapa Muda di Waru Sidoarjo Luka Bacok, Insiden Berdarah Terjadi di Depan Bengkel

Kamis, 22 Oktober 2026 | 10/22/2026 02:39:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-22T07:39:03Z
Seorang pria ditemukan tergeletak di depan sebuah bengkel di kawasan Wadungasri, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (22/10/2026) pagi. Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun, peristiwa tersebut berkaitan dengan insiden kekerasan yang menyebabkan penjual es kelapa muda bernama Purnomo (56) mengalami luka pada pipi kanan dan dagu kanan. Korban dilaporkan telah dibawa ke RS Royal Surabaya untuk mendapatkan penanganan medis. Kronologi lengkap serta identitas dan kondisi pria yang ditemukan di lokasi masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.


Sidoarjo, Liputan12.com – Seorang penjual es kelapa muda bernama Purnomo (56), mengalami luka bacok setelah terlibat insiden kekerasan di depan Bengkel Aji Motor, Desa Wadungasri, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun, korban mengalami luka pada pipi kanan dan dagu kanan setelah seorang pria yang belum diketahui identitas lengkapnya diduga menyerang menggunakan senjata tajam jenis celurit.


Peristiwa tersebut terjadi saat korban tengah bersiap membuka lapak dagangannya. Pria yang terlibat dalam kejadian itu juga ditemukan tergeletak di lokasi setelah terjadi perebutan senjata tajam. Sementara itu, korban segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.


Berawal dari Keberadaan Pria Mencurigakan


Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media dari keterangan saksi, kejadian bermula ketika Purnomo melihat seorang pria duduk di kursi bengkel yang berada di samping tempatnya berjualan. Merasa ada sesuatu yang perlu dipastikan, korban kemudian mendekati pria tersebut dan menanyakan keperluannya.


Korban juga disebut sempat menyampaikan bahwa pria tersebut diperbolehkan beristirahat di lokasi apabila memang membutuhkan tempat untuk berhenti sejenak.


Namun, situasi kemudian berubah ketika pria itu mengaku baru saja mendapat teguran dari orang lain dan menyatakan membawa senjata tajam. Pria tersebut selanjutnya mengeluarkan sebilah celurit dari tas kain yang dibawanya.


Melihat senjata tajam tersebut, Purnomo berusaha menahan tangan pria itu. Akan tetapi, menurut keterangan yang dihimpun, korban yang saat itu sedang dalam kondisi kesehatan kurang baik justru terdesak hingga terjatuh. Dalam posisi tersebut, korban berada di bawah tubuh pria yang bersangkutan.


Korban Mengalami Luka di Bagian Wajah


Dalam situasi itu, pria tersebut diduga menyabetkan celurit hingga mengenai pipi kanan dan dagu kanan Purnomo. Korban kemudian berupaya menyelamatkan diri dengan merebut senjata tajam yang digunakan dalam insiden tersebut.


Dalam proses perebutan itu, celurit yang berhasil dikuasai korban terayun ke arah pria tersebut dan mengenai bagian kepalanya. Setelah kejadian itu, Purnomo berusaha menjauh untuk menyelamatkan diri, sedangkan pria yang terlibat dalam insiden tersebut ditemukan tergeletak di depan bengkel.


Rangkaian peristiwa tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui penyelidikan resmi kepolisian. Oleh karena itu, kronologi dan peran masing-masing pihak dalam kejadian ini perlu ditempatkan sebagai informasi awal berdasarkan keterangan saksi, bukan sebagai kesimpulan hukum.


Istri Korban Segera Mencari Bantuan


Mengetahui suaminya mengalami luka, Hamidah (41), istri Purnomo, segera menghubungi Adit Mulyono (41), warga sekitar, untuk meminta bantuan menuju lokasi kejadian.


Hamidah dan Adit kemudian membantu membawa korban ke RS Royal Surabaya untuk memperoleh penanganan medis. Berdasarkan informasi yang tersedia, kondisi kesehatan Purnomo masih dipantau oleh pihak medis.


Belum terdapat informasi terverifikasi dalam bahan pemberitaan ini mengenai perkembangan terbaru kondisi korban maupun penanganan medis terhadap pria yang ditemukan tergeletak di lokasi.


Status Pria yang Terlibat Masih Perlu Dipastikan


Dalam keterangan awal yang diterima awak media, pria tersebut disebut sebagai Mr. X dan diduga mengalami gangguan kejiwaan. Namun, status tersebut belum dapat dinyatakan sebagai fakta terkonfirmasi tanpa keterangan resmi dari pihak berwenang atau hasil pemeriksaan profesional yang relevan.


Identitas lengkap pria tersebut, latar belakang kejadian, serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan kedua pihak mengalami kondisi tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut.


Kepolisian diharapkan dapat melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mengumpulkan bukti di lokasi, serta mengklarifikasi kronologi kejadian secara menyeluruh. Langkah tersebut penting untuk memastikan fakta yang sebenarnya dan menentukan penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Redaksi Imbau Masyarakat Tidak Berspekulasi


Peristiwa kekerasan yang terjadi pada pagi hari tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan. Meski demikian, masyarakat diimbau tidak mengambil tindakan sendiri atau melakukan penghakiman terhadap pihak mana pun sebelum fakta kejadian terungkap secara jelas.


Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi awal dan keterangan saksi yang dihimpun awak media. Informasi mengenai identitas lengkap, kondisi kejiwaan, serta status hukum pria yang terlibat masih memerlukan konfirmasi dari pihak berwenang.


Liputan12.com akan mengedepankan prinsip keberimbangan, verifikasi, dan asas praduga tak bersalah dalam menyampaikan perkembangan kasus ini. Setiap informasi lanjutan akan disesuaikan dengan fakta dan keterangan resmi yang dapat dipertanggungjawabkan.



Penulis: Eka Aristiya Juni Artomo

×
Berita Terbaru Update