Sampang, Liputan12.com – Pembentukan generasi muda yang berilmu, berdisiplin, dan berakhlak mulia membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Semangat itulah yang tercermin dalam kegiatan pembinaan siswa SMPS Al-Arifin di Dusun Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Senin (19/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al-Arifin, KH. Sufyan Asy'ari, S.Pd.I., turun langsung memberikan pembinaan kepada para siswa. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga semangat belajar, menanamkan kedisiplinan, serta membiasakan diri menerapkan akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Pembinaan ini menjadi bagian dari perhatian terhadap proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kepribadian dan karakter peserta didik. Sebab, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran, melainkan juga dari sikap, perilaku, tanggung jawab, dan kesungguhan mereka dalam menjalani proses belajar.
Tanamkan Semangat Belajar dan Kedisiplinan
Semangat belajar merupakan salah satu fondasi penting bagi siswa dalam meraih perkembangan akademik yang lebih baik. Melalui pembinaan secara langsung, para siswa diarahkan untuk senantiasa memiliki kemauan belajar, bersungguh-sungguh dalam mengikuti pelajaran, serta memanfaatkan kesempatan menuntut ilmu dengan sebaik-baiknya.
Selain semangat belajar, kedisiplinan juga menjadi perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Sikap disiplin perlu dibangun melalui kebiasaan sehari-hari, mulai dari menaati tata tertib sekolah, menghargai waktu, mengikuti kegiatan pembelajaran dengan tertib, hingga menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kewajiban sebagai seorang pelajar.
Kedisiplinan bukan hanya berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga merupakan proses pembentukan karakter agar siswa terbiasa mengatur diri, menghargai orang lain, dan memahami pentingnya tanggung jawab. Kebiasaan positif yang ditanamkan sejak dini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menempuh jenjang pendidikan berikutnya maupun ketika terjun ke tengah masyarakat.
Akhlakul Karimah Menjadi Landasan Pembentukan Karakter
Di samping aspek akademik dan kedisiplinan, pembinaan tersebut turut menekankan pentingnya akhlakul karimah. Nilai-nilai akhlak mulia menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi siswa agar mampu menjaga sikap, bertutur kata dengan baik, menghormati guru, menyayangi sesama teman, serta menjunjung tinggi sopan santun dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan karakter melalui penanaman akhlakul karimah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang positif. Siswa tidak hanya didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan memahami pelajaran, tetapi juga diarahkan agar mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam tindakan nyata.
Dalam lingkungan pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan akhlak merupakan aspek yang perlu terus diperhatikan. Pengetahuan menjadi bekal untuk memahami berbagai hal, sedangkan akhlak menjadi pedoman dalam menggunakan pengetahuan tersebut secara bertanggung jawab.
Oleh karena itu, pembinaan yang menyentuh aspek perilaku dan kepribadian menjadi bagian penting dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik.
Uji Petik Kemampuan Siswa, Tinjau Hasil Pembelajaran
Selain memberikan pembinaan, KH. Sufyan Asy'ari, S.Pd.I., juga melaksanakan uji petik kemampuan siswa untuk melihat secara langsung hasil pembelajaran yang telah mereka terima.
Uji petik tersebut menjadi bagian dari peninjauan terhadap kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran. Melalui kegiatan ini, perkembangan pemahaman peserta didik dapat diperhatikan secara langsung, sekaligus menjadi dorongan agar mereka terus meningkatkan kesungguhan dalam belajar.
Peninjauan kemampuan siswa juga memiliki arti penting dalam proses pendidikan. Hasil pembelajaran perlu mendapat perhatian agar proses belajar tidak hanya berlangsung sebagai rutinitas, tetapi benar-benar menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan peserta didik.
Dengan adanya agenda uji petik, siswa diharapkan semakin terdorong untuk mempersiapkan diri, mengulang materi yang telah dipelajari, serta membangun kebiasaan belajar yang lebih teratur. Sementara itu, perhatian terhadap hasil belajar menjadi bagian dari upaya menjaga agar proses pendidikan senantiasa berjalan dengan baik.
Agenda Bulanan untuk Mendukung Pendidikan Berkelanjutan
Kegiatan pembinaan dan uji petik kemampuan siswa tersebut merupakan agenda bulanan SMPS Al-Arifin. Pelaksanaannya menjadi bagian dari kegiatan rutin yang memberikan ruang bagi pembinaan karakter sekaligus peninjauan terhadap hasil pembelajaran siswa.
Agenda bulanan ini menunjukkan pentingnya kesinambungan dalam proses pendidikan. Pembentukan semangat belajar, kedisiplinan, dan akhlakul karimah tidak dapat dilakukan hanya melalui satu kali kegiatan, tetapi memerlukan pembiasaan, pendampingan, serta perhatian yang terus berlanjut.
Melalui kegiatan rutin tersebut, siswa diharapkan dapat terus memperbaiki sikap, meningkatkan tanggung jawab, dan mengembangkan kemampuan akademik sesuai dengan proses pembelajaran yang dijalani.
Kehadiran pengasuh pesantren dalam pembinaan secara langsung juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan nilai-nilai pendidikan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Dengan demikian, pendidikan diharapkan tidak hanya memberikan bekal pengetahuan, tetapi turut membentuk pribadi yang santun, disiplin, dan memiliki kesadaran untuk terus memperbaiki diri.
Pada akhirnya, pembinaan siswa SMPS Al-Arifin ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap dua aspek yang saling melengkapi dalam pendidikan, yakni pengembangan kemampuan akademik dan pembentukan akhlak. Keduanya menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda yang memiliki semangat menuntut ilmu, menghargai kedisiplinan, serta menjadikan akhlakul karimah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui agenda bulanan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, SMPS Al-Arifin diharapkan dapat terus memberikan ruang bagi tumbuhnya kebiasaan belajar yang positif sekaligus penguatan karakter siswa di lingkungan pendidikan.
Editor : Sonhaji

