- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pamit dari Riau, Komjen Herry Heryawan Titip Pesan Penting: Jaga Gajah Sumatra dan Kelestarian Alam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 10/11/2026 12:26:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-11T05:26:21Z
Menjelang meninggalkan Provinsi Riau, Kabaharkam Polri Komjen Pol Herry Heryawan menitipkan pesan kuat agar upaya pelestarian gajah Sumatra dan lingkungan terus berlanjut. Saat mengunjungi Camp Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo, Pelalawan, Jumat (9/10/2026), ia mengingatkan bahwa keadilan bukan hanya untuk manusia, tetapi juga bagi alam dan satwa liar yang menjadi bagian penting kehidupan.


Pekanbaru, Liputan12.com – Menjelang berakhirnya masa tugas di Provinsi Riau, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Herry Heryawan menitipkan pesan mendalam tentang pentingnya menjaga kelestarian gajah Sumatra dan lingkungan hidup. Ia berharap semangat konservasi yang telah dibangun selama ini terus berlanjut dan menjadi tanggung jawab bersama demi masa depan generasi mendatang.


Pesan tersebut disampaikan Komjen Herry Heryawan saat mengunjungi Camp Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (9/10/2026). Dalam kegiatan itu, ia didampingi Bupati Pelalawan Zukri Misran dan Kapolres Pelalawan AKBP Ahmad Nur Ari.


Di kawasan konservasi tersebut, Komjen Herry melihat secara langsung gajah-gajah binaan Flying Squad, termasuk Mama Ria, Mama Lisa, serta anak gajah Nona Serroja dan Ganesha yang belum lama ini lahir.


Kunjungan itu menjadi momen untuk kembali menegaskan bahwa perlindungan satwa liar tidak cukup hanya melalui imbauan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, kepedulian, dan komitmen yang berkesinambungan.


“Kami terus datang berkali-kali di sini untuk membawa kesan dan pesan-pesan yang baik, terutama memberikan harapan bagi kelestarian dan keberlanjutan makhluk hidup, terutama gajah-gajah yang ada di sini,” ujar Komjen Herry Heryawan.


Titip Amanah untuk Keberlanjutan Konservasi


Menjelang kepindahannya dari Riau dalam beberapa hari mendatang, Komjen Herry berharap perhatian terhadap kelestarian alam tidak ikut berakhir seiring pergantian penugasan.


Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan amanah bersama yang membutuhkan dukungan berkelanjutan dari kepolisian, pemerintah daerah, pengelola kawasan konservasi, para pawang gajah, serta masyarakat.


“Saya ingin menitip pesan bahwa kebaikan yang diberikan kepada alam, ekosistem, dan makhluk hidup di sini perlu kita lestarikan. Kesan dan pesan penting ini harus terus dilanjutkan di kemudian hari,” tegasnya.


Ia menilai gajah Sumatra bukan sekadar bagian dari kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia. Satwa tersebut juga menjadi salah satu kebanggaan Riau yang keberadaan dan habitatnya perlu dijaga secara bersama-sama.


Dalam suasana penuh kehangatan, Komjen Herry turut menyampaikan salam perpisahan kepada gajah-gajah yang menjadi bagian dari aktivitas konservasi di Camp Flying Squad TNTN.


“Selamat jalan Mama Ria, Mama Lisa, Seroja, dan Ganesha. Mudah-mudahan kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan,” tuturnya.


Keadilan Bukan Hanya untuk Manusia, tetapi Juga Alam


Komjen Herry juga memberikan apresiasi kepada para pawang gajah atau mahout, masyarakat setempat, serta jajaran kepolisian yang telah berkontribusi dalam mendukung perlindungan satwa dan pelestarian lingkungan.


Ia menegaskan bahwa menjaga alam membutuhkan kerja sama lintas sektor, kepedulian yang nyata, dan komitmen jangka panjang. Tanpa keterlibatan berbagai pihak, upaya mempertahankan kelestarian habitat satwa liar akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks.


“Berikan keadilan bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada alam semesta, lingkungan, serta gajah-gajah yang merupakan ikon kebanggaan Riau yang harus kita jaga bersama,” tambahnya.


Pesan tersebut mengandung pengingat bahwa keadilan dan kepedulian terhadap kehidupan tidak semestinya berhenti pada hubungan antarmanusia. Alam beserta seluruh makhluk hidup di dalamnya juga membutuhkan perlindungan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.


Keberadaan gajah Sumatra menjadi bagian penting dari ekosistem yang memerlukan perhatian berkelanjutan, terutama dalam menghadapi ancaman terhadap habitat dan kelangsungan populasinya.


Rencana Kunjungan ke Pusat Latihan Gajah Minas


Sebagai bagian dari perhatian terhadap keberlanjutan konservasi, Komjen Herry Heryawan juga merencanakan kunjungan ke area penangkaran atau breeding area di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas.


Kunjungan tersebut direncanakan untuk melihat secara langsung upaya pengembangan program konservasi dan keberlanjutan populasi gajah.


Rencana itu sekaligus memperlihatkan pentingnya menjaga kesinambungan program perlindungan satwa, termasuk melalui pemantauan, perawatan, serta pengembangan upaya konservasi yang melibatkan berbagai pihak.


Kepergian Komjen Herry dari Riau diharapkan tidak menjadi akhir dari perhatian terhadap kelestarian lingkungan. Sebaliknya, pesan yang ditinggalkannya diharapkan dapat menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat upaya perlindungan alam dan satwa liar.


Sebab, melestarikan gajah Sumatra bukan semata-mata menyelamatkan satu spesies. Lebih dari itu, upaya tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab menjaga keseimbangan ekosistem, mempertahankan kekayaan alam Indonesia, dan mewariskan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang.




Editor: Alfitria

×
Berita Terbaru Update