- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Momentum Peringatan Hari Pangan Sedunia, Pemko Payakumbuh Gelar Gerakan Pangan Murah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 10/22/2026 12:46:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-21T17:46:23Z

 


Liputan 12.com, Payakumbuh – Upaya stabilisasi harga bahan pokok di pasaran terus digenjot oleh Pemerintah Kota Payakumbuh. Mengambil momentum peringatan Hari Pangan Sedunia 2026, sebuah operasi pasar bertajuk Gerakan Pangan Murah resmi digelar di Kantor Camat Payakumbuh Selatan, Rabu (21/10/2026). Dalam kegiatan ini, cabai merah seharga Rp50.000 per kilogram menjadi komoditas primadona yang paling diburu warga.


Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman memantau langsung jalannya Gerakan Pangan Murah tersebut mengatakan bahwa operasi pasar ini merupakan langkah taktis pemerintah untuk meredam gejolak harga. Sasaran utamanya adalah komoditas strategis yang selama ini rentan memicu inflasi daerah.



"Melalui gerakan pangan murah ini, masyarakat diharapkan dapat memperoleh beras, cabai merah, bawang merah, telur ayam, dan minyak goreng dengan harga yang jauh lebih terjangkau," kata Wawako Elzadaswarman.


Kegiatan yang merujuk pada program Badan Pangan Nasional (Bapanas) ini mutlak membutuhkan sinergi lintas sektor. Elzadaswarman menegaskan, kelancaran rantai distribusi serta ketersediaan pasokan menjadi penentu utama kestabilan harga, yang pelaksanaannya melibatkan pemerintah, distributor, petani, hingga pelaku usaha.



"Kami mengajak seluruh pihak menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan serta menghindari praktik penimbunan maupun spekulasi yang merugikan masyarakat. Kami juga terus mendorong pemanfaatan pangan lokal dan pemberdayaan petani serta UMKM pangan di Kota Payakumbuh," imbuhnya.


Di tingkat rumah tangga, pemerintah turut mengedukasi warga agar mulai memanfaatkan lahan pekarangan masing-masing untuk menanam cabai maupun sayuran harian. Masyarakat juga diimbau menekan perilaku pemborosan makanan serta beralih pada pola konsumsi yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.


Elzadaswarman juga meminta Dinas Ketahanan Pangan bersama perangkat daerah terkait untuk terus memonitor fluktuasi harga di pasar dan menyiapkan skenario antisipatif jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan.



"Kami berharap gerakan pangan murah memberikan manfaat bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang wajar," tutupnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Edvidel Arda merinci ketersediaan komoditas yang dijajakan pada operasi pasar tersebut. Pihaknya mendistribusikan 3.600 kilogram beras lokal yang dijual seharga Rp140.000 per 10 kilogram, serta 373 kilogram cabai merah seharga Rp50.000 per kilogram.


Selain itu, tersedia pula 300 kilogram bawang merah seharga Rp20.000 per kilogram, 325 kilogram gula pasir seharga Rp15.000 per kilogram, serta 300 tray telur ayam dengan harga Rp35.000 per tray.



"Untuk minyak goreng, kami menyediakan 320 kemasan berisi dua liter dengan harga Rp30.000 per kemasan. Komoditas ini kami siapkan agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau," kata Edvidel.


Gerakan Pangan Murah ini ditujukan secara khusus bagi masyarakat Kota Payakumbuh. Guna mencegah aksi borong oleh pihak tak bertanggung jawab, warga yang ingin berbelanja cukup menunjukkan lembar fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat transaksi.


Edvidel memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan penyeimbang harga pasar ini sepenuhnya ditopang oleh alokasi dana APBD Kota Payakumbuh Tahun 2026. (Aldo)

×
Berita Terbaru Update