- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pengasuh PP Al-Arifin Sufyan Asy’ari Sampaikan Ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026, Ajak Santri Perkuat Iman dan Cinta Tanah Air

Kamis, 22 Oktober 2026 | 10/22/2026 02:00:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-21T19:00:16Z
Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al-Arifin Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Moh. Sufyan Asy’ari, menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026 yang diperingati pada Kamis (22/10/2026). Momentum ini menjadi pengingat bagi para santri untuk terus memperkuat iman, memperdalam ilmu, menjaga akhlakul karimah, serta mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.


Sampang, Liputan12.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026, Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Al-Arifin Cangak, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Moh. Sufyan Asy’ari, menyampaikan ucapan selamat Hari Santri Nasional kepada seluruh santri di Indonesia.


Momentum Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan juga menjadi kesempatan untuk merenungkan kembali peran penting santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkuat persatuan bangsa, serta membangun peradaban yang berlandaskan akhlakul karimah.


Melalui peringatan tersebut, Sufyan Asy’ari mengajak para santri untuk terus menumbuhkan semangat menuntut ilmu, memperkokoh keimanan, dan menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, santri memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan keteladanan melalui perilaku dan pengabdian kepada masyarakat.


Semangat kesantrian, lanjut dalam pesan yang ingin digaungkan pada peringatan ini, hendaknya tidak berhenti di lingkungan pesantren. Nilai-nilai yang dipelajari di pondok, seperti keikhlasan, kesabaran, kedisiplinan, penghormatan kepada guru, serta kepedulian terhadap sesama, perlu diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Santri, Ilmu, dan Pengabdian kepada Negeri


Hari Santri Nasional memiliki makna historis dan spiritual yang mendalam. Peringatan ini mengingatkan masyarakat pada kontribusi para ulama dan santri dalam perjalanan bangsa Indonesia, termasuk semangat perjuangan yang tercermin dalam Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945.


Warisan perjuangan tersebut menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada tanah air dapat diwujudkan melalui berbagai jalan, termasuk pendidikan, dakwah yang menyejukkan, pelayanan sosial, serta upaya menjaga kerukunan dan persaudaraan.


Santri masa kini dihadapkan pada tantangan zaman yang semakin kompleks. Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi menuntut generasi muda untuk memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kematangan spiritual. Santri diharapkan mampu menyaring informasi dengan bijaksana, menjauhi permusuhan, serta menggunakan ilmu dan teknologi untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.


Dalam konteks tersebut, pesantren tetap memiliki peran strategis sebagai tempat pembentukan karakter, penguatan moral, dan pendalaman ilmu agama. Dari lingkungan pesantren diharapkan lahir generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan umat dan bangsa.


Sentuhan Rohani: Menuntut Ilmu sebagai Jalan Mendekatkan Diri kepada Allah


Hari Santri juga menjadi momentum untuk mengingat bahwa hakikat menuntut ilmu bukan semata-mata mengejar gelar, kedudukan, ataupun penghormatan manusia. Lebih dari itu, ilmu hendaknya menjadi jalan untuk mengenal kebesaran Allah SWT, memperbaiki diri, dan memberikan manfaat bagi sesama.


Ilmu yang disertai iman akan membimbing seseorang untuk bersikap rendah hati. Semakin luas pengetahuan yang dimiliki, semakin besar pula kesadaran bahwa masih banyak hal yang perlu dipelajari. Sementara itu, ilmu yang dihiasi akhlak akan menjadi cahaya yang menerangi kehidupan, bukan alat untuk merendahkan orang lain.


Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surah Al-Mujadilah ayat 11, bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.


Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para santri agar senantiasa menjaga keseimbangan antara ibadah, belajar, dan pengabdian. Kesungguhan membaca kitab, menghormati guru, membantu sesama, serta menjaga lisan dan perilaku merupakan bagian dari ikhtiar membentuk pribadi yang diridai Allah SWT.


Santri juga perlu memahami bahwa perjuangan tidak selalu hadir dalam bentuk tindakan besar yang disaksikan banyak orang. Terkadang, perjuangan justru dimulai dari kesediaan bangun untuk beribadah, ketekunan mengulang pelajaran, kesabaran menghadapi kesulitan, dan keikhlasan menjalankan amanah meskipun tidak mendapatkan pujian.


Semangat itulah yang menjadikan kehidupan pesantren sebagai ruang pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga menempa hati.


Merawat Persatuan dan Menebarkan Islam yang Menyejukkan


Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, santri diharapkan menjadi pelopor persaudaraan dan perdamaian. Perbedaan pandangan hendaknya disikapi dengan kedewasaan, sementara perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk memutus tali silaturahmi.


Nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin mengajarkan pentingnya menghadirkan kasih sayang, keadilan, dan kemaslahatan bagi seluruh umat manusia. Karena itu, santri perlu terus menampilkan wajah Islam yang santun, bijaksana, dan membawa ketenteraman.


Peringatan Hari Santri Nasional 2026 diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh santri untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperdalam ilmu agama dan pengetahuan umum, serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.


Dari pesantren, santri belajar tentang keikhlasan. Dari para kiai dan guru, santri belajar tentang adab dan keteladanan. Dari kehidupan bermasyarakat, santri belajar tentang pengabdian dan tanggung jawab. Seluruh pelajaran tersebut menjadi bekal untuk melangkah menghadapi masa depan.


Pada akhirnya, kemuliaan seorang santri tidak hanya diukur dari seberapa banyak ilmu yang dikuasai, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan dan seberapa kuat akhlak yang dijaga.


Selamat Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2026.


Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan kepada para santri, kiai, ustaz, guru, dan seluruh keluarga besar pesantren. Semoga setiap langkah dalam menuntut ilmu menjadi amal ibadah, setiap pengabdian menjadi ladang kebaikan, dan setiap perjuangan untuk agama serta bangsa mendapatkan rida-Nya.


Santri berilmu, beriman, berakhlak, dan mengabdi untuk negeri. Dari pesantren, menebarkan cahaya kebaikan bagi Indonesia.



LIPUTAN12.COM

Redaksi

×
Berita Terbaru Update