- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kembangkan Pembinaan Kemandirian, Warga Binaan Lapas Pasir Pangarayan Produktif Membuat Sabun Cair

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10/10/2026 12:40:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-10T05:40:46Z
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pengaraian membuktikan pembinaan di balik jeruji tak hanya soal hukuman. Melalui program pembinaan kemandirian, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) kini produktif memproduksi sabun cair yang bernilai ekonomis dan menjadi bekal wirausaha setelah bebas.


Pasir Pangarayan, Riau – Liputan12.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangarayan terus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan produksi sabun cair sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta menumbuhkan jiwa kemandirian warga binaan.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.


Dalam pelaksanaannya, warga binaan terlibat secara langsung dalam proses pembuatan sabun cair hingga tahap pengemasan produk ke dalam botol. Melalui kegiatan ini, mereka mendapatkan pengalaman dalam menjalankan proses produksi sederhana, mulai dari pengolahan bahan hingga menghasilkan produk yang siap dikemas.



Program tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan mengenai kegiatan produksi yang berpotensi dikembangkan menjadi peluang usaha. Selain itu, keterlibatan dalam aktivitas produktif juga menjadi sarana untuk melatih ketekunan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja secara terarah.


Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan, Efendi Parlindungan Purba, melalui Kasubsi Kegiatan Kerja, Weddy Suanda Putra, menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan.


Menurutnya, warga binaan perlu diberikan kesempatan untuk mengembangkan potensi diri dan mempelajari keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal setelah menyelesaikan masa pidana.


“Melalui kegiatan pembuatan sabun cair ini, kami berharap warga binaan dapat mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan kemandirian. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal positif bagi mereka untuk kembali ke masyarakat serta membuka peluang usaha yang bermanfaat,” ujar Weddy Suanda Putra mewakili Kepala Lapas.


Ia menegaskan, kegiatan pembinaan berbasis keterampilan seperti ini diharapkan mampu mendorong warga binaan untuk memanfaatkan waktu secara positif. Dengan mengikuti proses produksi secara langsung, warga binaan dapat memperoleh pengalaman baru sekaligus meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki.


Lebih dari sekadar menghasilkan produk, kegiatan pembuatan sabun cair juga menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk membangun pola pikir produktif. Warga binaan diharapkan mampu melihat keterampilan sebagai modal awal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan bertanggung jawab setelah kembali ke lingkungan sosialnya.


Meski demikian, pengembangan keterampilan tersebut perlu didukung dengan pendampingan berkelanjutan, termasuk pemahaman mengenai kualitas produk, kebersihan proses produksi, pengemasan, serta peluang pemasaran. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi berpotensi dikembangkan sesuai kebutuhan dan peluang di masyarakat.


Lapas Kelas IIB Pasir Pangarayan berkomitmen untuk terus mendorong pelaksanaan program pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, baik dalam aspek kepribadian maupun kemandirian.


Melalui berbagai kegiatan produktif, lembaga pemasyarakatan diharapkan dapat menjalankan fungsi pembinaan secara optimal, sehingga warga binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.


Program produksi sabun cair ini menjadi salah satu bentuk upaya mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan, semangat berkarya, serta keinginan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan produktif.




Editor: Alfitria

×
Berita Terbaru Update