- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Dana Desa Terbatas, Warga Buk Batang Tak Menunggu: Jalan Rusak Dibenahi dengan Swadaya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 10/01/2026 10:28:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-01T04:04:09Z
Keterbatasan Dana Desa tak menyurutkan semangat warga Dusun Buk Batang, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Warga memilih bergotong royong memperbaiki jalan rusak secara swadaya, tanpa menunggu program pengaspalan dari pemerintah desa.


Sampang, Liputan12.com — Ketika anggaran pembangunan harus dibagi untuk berbagai kebutuhan, warga Dusun Buk Batang, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, memilih tidak hanya menunggu program pemerintah, (Kamis, 01-10-2026).


Masyarakat bergerak bersama. Jalan yang membutuhkan penanganan mulai diperbaiki secara swadaya dengan mengandalkan kekompakan, tenaga warga, serta dukungan sejumlah tokoh masyarakat dan pemuda.


Perbaikan tersebut mendapat dukungan dari H. Ahmad dan H. Abdussalam, bersama tim sahabat serta tokoh pemuda Desa Tamberu Barat. Sementara masyarakat Dusun Buk Batang turut memberikan tenaga secara langsung dalam proses pengerjaan.


Semangat gotong royong menjadi kekuatan utama. Warga secara sukarela meluangkan waktu dan tenaga demi satu kepentingan yang sama, yakni memperbaiki akses jalan yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.


Menariknya, langkah swadaya tersebut juga membuat rencana penggunaan Dana Desa dapat diarahkan untuk kebutuhan pembangunan di lokasi lainnya.


Sekretaris Desa Tamberu Barat, Sufyan Asy'ari, mengungkapkan bahwa ruas jalan tersebut sebelumnya telah direncanakan untuk mendapatkan pengaspalan melalui Dana Desa Tahap II Tahun Anggaran 2026.


Namun, masyarakat setempat kemudian menyatakan kesanggupan untuk melakukan perbaikan secara swadaya sesuai kemampuan. Kondisi tersebut membuat pemerintah desa dapat mengalokasikan anggaran yang sebelumnya direncanakan untuk ruas tersebut kepada jalan lain yang membutuhkan penanganan.


“Awalnya jalan ini direncanakan untuk diaspal dengan anggaran Dana Desa Tahap II 2026. Tetapi masyarakat setempat memilih mengerjakannya secara swadaya semampunya. Kami atas nama Pemerintah Desa menyampaikan terima kasih. Dengan adanya swadaya ini, anggaran tersebut bisa kami lokasikan untuk jalan yang lain,” ungkap Sufyan.


Menurutnya, langkah warga tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pembangunan lingkungan. Masyarakat tidak hanya menyampaikan kebutuhan, tetapi ikut mengambil bagian dalam proses perbaikan.


Di sisi lain, H. Ahmad, selaku tokoh masyarakat Desa Tamberu Barat, menilai kekompakan warga Buk Batang menjadi modal penting terlaksananya perbaikan jalan tersebut.


Ia mengapresiasi masyarakat yang bersedia turun langsung dan menyumbangkan tenaga. Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada Salehan, Abdul Kifli dan Mannan tokoh masyarakat Buk Batang, yang turut mendukung kebersamaan warga.


“Swadaya ini terlaksana karena kekompakan tenaga masyarakat Buk Batang. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang sudah ikut membantu dan kepada Salihen selaku tokoh Buk Batang,” ujar H. Ahmad.


Perbaikan jalan dilakukan secara menyesuaikan kondisi di lapangan. Tidak semua titik mendapatkan perlakuan yang sama. Sebagian bagian jalan ditangani dengan metode tambal sulam, sementara bagian lainnya diperbaiki melalui pengecoran.


H. Ahmad mengatakan, metode tersebut dipilih berdasarkan kondisi masing-masing bagian jalan dan kemampuan yang tersedia.


“Ada yang memakai tambal sulam, ada yang dicor. Semua tergantung kondisi jalannya. Yang penting perbaikan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.


Bagi warga Buk Batang, perbaikan tersebut bukan sekadar persoalan memperbaiki permukaan jalan. Di balik kegiatan itu terdapat pesan kuat tentang bagaimana masyarakat dapat mengambil peran ketika kebutuhan pembangunan harus berhadapan dengan keterbatasan anggaran.


Gotong royong pun kembali menjadi kekuatan. Warga menyatukan tenaga, tokoh masyarakat memberikan dukungan, sementara pemerintah desa dapat mengatur kembali prioritas penggunaan anggaran untuk kebutuhan infrastruktur di lokasi lainnya.


Langkah masyarakat Buk Batang tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang besarnya anggaran, tetapi juga tentang seberapa kuat kepedulian dan kebersamaan masyarakat dalam menjawab kebutuhan di lingkungannya.


Dengan semangat tersebut, warga berharap akses jalan yang telah diperbaiki dapat memberikan manfaat nyata dan mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.




Editor : Sonhaji 

×
Berita Terbaru Update