BANYUWANGI — Dugaan penipuan dalam transaksi jual beli sepeda motor melalui media sosial kembali terjadi. Kali ini, Taufik Jr. mengaku menjadi pihak yang dirugikan setelah data dan identitas pribadinya diduga digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dalam menawarkan sepeda motor kepada calon pembeli.
Berdasarkan keterangan dan tangkapan layar yang diterima, terdapat unggahan di media sosial yang menawarkan sepeda motor Honda Vario dengan sistem cash on delivery (COD). Dalam unggahan tersebut tercantum nama serta informasi yang mengarah kepada akun milik Taufik Jr.
Taufik Jr. mengaku tidak melakukan penipuan tersebut dan merasa dirugikan karena identitas pribadinya diduga dicatut untuk kepentingan transaksi jual beli kendaraan.
Akibat kejadian tersebut, Taufik Jr. mengaku mengalami kerugian serta khawatir namanya semakin dikenal masyarakat sebagai pihak yang melakukan penipuan, padahal menurut keterangannya, dirinya justru menjadi korban penyalahgunaan data pribadi.
“Saya merasa dirugikan karena nama dan data pribadi saya digunakan dalam penjualan sepeda motor. Saya tidak melakukan penipuan tersebut,” demikian keterangan yang disampaikan Taufik Jr. (disesuaikan dengan keterangan korban jika ada pernyataan langsung).
Taufik Jr. mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap akun atau unggahan penjualan kendaraan yang menggunakan identitas seseorang tanpa memastikan kebenaran identitas penjual dan kendaraan yang ditawarkan.
Ia juga berencana mengumpulkan bukti percakapan, tangkapan layar, nomor telepon, rekening, serta bukti transaksi untuk dilaporkan kepada pihak berwenang agar dugaan penyalahgunaan data pribadi tersebut dapat ditelusuri.
Redaksi: Peristiwa ini masih berupa dugaan berdasarkan keterangan pihak yang mengaku sebagai korban. Pihak yang disebut atau diduga terlibat belum memberikan keterangan dalam materi yang tersedia. Redaksi mengedepankan asas praduga tak bersalah dan terbuka terhadap hak jawab dari pihak terkait.
Penulis : Redaksi
