- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Waspada Influenza di Jatim, Masker Kembali Dianjurkan saat Sakit dan di Keramaian

Selasa, 22 September 2026 | 9/22/2026 09:13:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-22T02:13:18Z
Kewaspadaan terhadap influenza di Jawa Timur kembali ditingkatkan. Proporsi kasus influenza naik menjadi 46 persen pada minggu ke-36 September 2026, dengan Surabaya mencatat lebih dari 40 ribu kasus. Pemerintah kembali menganjurkan penggunaan masker saat sakit dan di keramaian sebagai langkah pencegahan.


Surabaya, Liputan12.com – Masyarakat Jawa Timur diminta kembali meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit influenza dan infeksi saluran pernapasan. Imbauan ini muncul seiring meningkatnya proporsi kasus influenza dalam pemantauan kesehatan nasional, sementara sejumlah daerah di Jawa Timur juga melaporkan temuan penyakit mirip influenza (influenza-like illness/ILI).


Data terbaru Kementerian Kesehatan hingga 19 September 2026 menunjukkan proporsi influenza pada pemantauan minggu ke-36 meningkat menjadi 46 persen, dibandingkan 35 persen pada minggu sebelumnya. Namun, Kemenkes menyatakan tingkat aktivitas influenza secara keseluruhan masih berada dalam kategori rendah dan situasi masih terkendali. Sebanyak 42 persen kasus influenza yang terdeteksi berada pada kelompok usia 0–4 tahun.


Di Surabaya, Dinas Kesehatan mencatat lebih dari 40 ribu kasus influenza selama Januari hingga Agustus 2026. Kepala Dinkes Surabaya dr. Billy Daniel Messakh menyebut terjadi peningkatan kasus sekitar 10 persen, terutama pada periode Juli-Agustus dan kembali meningkat pada Agustus-September. Gejala yang banyak ditemukan antara lain demam, lemas dan batuk, dengan kecenderungan influenza tipe A.


Sementara itu, di Kabupaten Situbondo, Dinas Kesehatan melaporkan 67 kasus ILI hingga pertengahan September 2026 yang tersebar di 10 kecamatan. Kendati demikian, Dinkes Situbondo memastikan belum menemukan kasus super flu di wilayah tersebut. Masyarakat dianjurkan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan serta menggunakan masker ketika sedang sakit.


Istilah “super flu” sendiri bukan istilah medis resmi. Istilah tersebut populer digunakan untuk menyebut Influenza A (H3N2) subclade K. Pada akhir Desember 2025, Kemenkes mencatat 62 kasus subclade K di delapan provinsi, dengan Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah temuan terbanyak, yakni 23 kasus.


Karena itu, penyebutan Jawa Timur sebagai daerah dengan kasus super flu terbanyak perlu ditempatkan sesuai periode datanya, bukan sebagai gambaran bahwa Jatim saat ini sedang berada pada posisi puncak kasus super flu.


Meski demikian, kewaspadaan masyarakat tetap penting. Penggunaan masker dapat menjadi salah satu langkah pencegahan, terutama bagi orang yang sedang mengalami gejala flu, ketika berada di fasilitas pelayanan kesehatan, maupun saat berada di tempat ramai dan ruang tertutup.


Selain menggunakan masker, masyarakat dianjurkan rajin mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, mencukupi kebutuhan istirahat dan nutrisi, serta menghindari kontak dekat dengan orang lain ketika sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan.


Bagi masyarakat yang mengalami demam, batuk, lemas atau keluhan pernapasan yang memburuk, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dapat dilakukan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.


Kewaspadaan diperlukan, tetapi masyarakat juga tidak perlu panik. Data pemantauan Kemenkes hingga pertengahan September 2026 masih menunjukkan aktivitas influenza secara keseluruhan berada pada tingkat rendah dan situasi terkendali.



Saladin 

×
Berita Terbaru Update