- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pascagempa Flores, Kebutuhan Air Bersih Mendesak: Caritas Keuskupan Ruteng Kirim Bantuan ke Paroki Beokina

Selasa, 22 September 2026 | 9/22/2026 09:49:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-22T02:49:31Z
Di tengah upaya pemulihan pascagempa Flores, warga Paroki Beokina masih berjuang mendapatkan air bersih. Keprihatinan itu dijawab Caritas Keuskupan Ruteng dengan mendistribusikan tangki-tangki air bersih untuk Puskesmas, SDK Beokina, dan umat setempat.


Manggarai, Liputan12.com – Dampak bencana gempa bumi di wilayah Keuskupan Ruteng masih dirasakan masyarakat. Di tengah upaya pemulihan berbagai sektor, persoalan ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang mendapat perhatian serius.


Merespons kondisi tersebut, Caritas Keuskupan Ruteng terus memperluas pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak. Bantuan tidak hanya diarahkan pada kebutuhan pangan, hunian, dan kesehatan, tetapi juga menyentuh sektor Water, Sanitation and Hygiene (WASH) melalui distribusi air bersih.


Salah satu wilayah yang menjadi sasaran distribusi adalah Paroki Beokina, yang mengalami keterbatasan air bersih. Kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga masyarakat, tetapi juga menyentuh fasilitas pelayanan kesehatan dan pendidikan.





Air bersih menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Selain untuk konsumsi, ketersediaannya diperlukan untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), menjaga kebersihan lingkungan, serta menunjang aktivitas pelayanan masyarakat.


Berdasarkan press release yang diterima Liputan12.com, bantuan Caritas Keuskupan Ruteng di wilayah Paroki Beokina antara lain berupa dua tangki air bersih untuk Puskesmas, satu tangki untuk SDK Beokina, serta distribusi air bersih bagi umat di wilayah Paroki Beokina.


Bantuan tersebut menjadi bagian dari respon kemanusiaan Caritas Keuskupan Ruteng terhadap kebutuhan masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan pascabencana.





Bukan Sekadar Air, Tetapi Solidaritas Kemanusiaan


RD. Benediktus Gaguk, Koordinator Pos Pelayanan Kemanusiaan Caritas Keuskupan Ruteng, menyampaikan apresiasi terhadap dukungan yang diberikan bagi masyarakat Paroki Beokina.


Atas nama Dewan Pastoral Paroki Beokina dan seluruh umat, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Caritas Keuskupan Ruteng atas bantuan air bersih yang telah disalurkan.


Bantuan tersebut dinilai bukan sekadar pemenuhan kebutuhan dasar, melainkan bentuk kepedulian dan solidaritas yang sangat berarti bagi masyarakat di tengah keterbatasan air bersih.


Sementara itu, Koordinator Caritas Paroki Beokina, Selfianus Angkat, saat dikonfirmasi Liputan12.com, Senin, 21 September 2026, menegaskan pentingnya bantuan tersebut bagi masyarakat.


Menurut Selfianus, air bersih memiliki keterkaitan langsung dengan berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, kebersihan lingkungan hingga keberlangsungan aktivitas masyarakat.


"Kami memandang bantuan ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan air bersih, melainkan juga sebagai wujud nyata kasih, kepedulian, dan solidaritas kemanusiaan," ujarnya.


Puskesmas dan Sekolah Ikut Menjadi Perhatian


Selfianus secara khusus mengapresiasi perhatian Caritas Keuskupan Ruteng terhadap Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat.


Menurutnya, ketersediaan air bersih sangat penting untuk menunjang pelayanan kesehatan, menjaga kebersihan, serta menciptakan lingkungan pelayanan yang sehat.


Kondisi serupa juga berlaku di lingkungan pendidikan. Bantuan satu tangki air bersih untuk SDK Beokina menjadi bagian dari upaya mendukung kebutuhan air di lingkungan sekolah.


Ketersediaan air bersih di sekolah bukan hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah.


Dengan demikian, distribusi air bersih yang dilakukan Caritas tidak hanya menyentuh kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung keberlangsungan pelayanan kesehatan dan pendidikan di wilayah yang membutuhkan.


Kehadiran Gereja di Tengah Situasi Sulit


Bagi umat di wilayah Paroki Beokina, bantuan tersebut memiliki makna lebih luas. Kehadiran Caritas Keuskupan Ruteng menjadi bentuk nyata bahwa masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan tetap mendapatkan perhatian dan dukungan.


Selfianus menyebut bantuan tersebut sebagai tanda pengharapan sekaligus penguatan semangat persaudaraan.


Ia menegaskan bahwa pelayanan Gereja tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan keagamaan, tetapi juga melalui tindakan nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.


"Sebagai Gereja yang hidup dan bertumbuh bersama masyarakat, kami meyakini bahwa pelayanan pastoral tidak hanya diwujudkan melalui pewartaan Sabda, perayaan sakramen, dan kegiatan rohani, tetapi juga melalui tindakan kasih yang menjawab kebutuhan konkret manusia," jelasnya.


Dalam konteks bencana, menurutnya, solidaritas semacam itu menjadi semakin penting. Ketika masyarakat menghadapi keterbatasan kebutuhan dasar, kepedulian harus hadir dalam bentuk tindakan konkret.


Bantuan air bersih tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam proses pemulihan masyarakat terdampak bencana.


Diharapkan Menginspirasi Solidaritas Lebih Luas


Selfianus berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat langsung bagi Puskesmas, SDK Beokina, serta umat yang menerima distribusi air bersih.


Lebih jauh, ia berharap kepedulian Caritas Keuskupan Ruteng dapat menginspirasi berbagai pihak untuk memperkuat budaya solidaritas, gotong royong, dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang mengalami keterbatasan.


Sebab, dalam situasi pascabencana, pemulihan bukan hanya persoalan membangun kembali fasilitas yang rusak, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.


Air bersih mungkin terlihat sederhana, namun bagi masyarakat yang sedang mengalami keterbatasan, keberadaannya menjadi kebutuhan yang sangat berarti.


"Semoga segala kebaikan ini menjadi berkat bagi banyak orang dan semakin memperkuat semangat persekutuan serta pelayanan Gereja di tengah masyarakat," pungkas Selfianus.


Respon Caritas Keuskupan Ruteng di Paroki Beokina pun menjadi bagian dari rangkaian kepedulian kemanusiaan terhadap masyarakat terdampak gempa Flores, khususnya dalam memastikan kebutuhan dasar tetap mendapatkan perhatian selama proses pemulihan berlangsung.



Yohanes 

×
Berita Terbaru Update