- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Drs. Matias Sudin Muncul dalam Bursa Bakal Calon Kades Inegena, Bawa Pengalaman 32 Tahun Mengabdi di Dunia Pendidikan

Senin, 21 September 2026 | 9/21/2026 08:00:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-21T01:00:26Z
Bursa Pilkades Inegena Memanas, Drs. Matias Sudin Siap Mengabdi dengan Bekal 32 Tahun di Dunia Pendidikan


NgadaLiputan12.com — Bursa bakal calon Kepala Desa Inegena, Kecamatan Bajawa Utara, Kabupaten Ngada, mulai menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah nama mulai diperbincangkan, salah satunya Drs. Matias Sudin, pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menyatakan kesiapannya untuk kembali mengabdikan diri kepada masyarakat melalui pemerintahan desa.


Setelah menyelesaikan masa tugasnya sebagai aparatur negara, Matias memilih kembali ke kampung halamannya di wilayah Wae Neta/Wae Reke. Ia mengaku melihat masih terdapat berbagai hal yang perlu dibenahi dan dikembangkan secara bersama-sama, terutama yang berkaitan dengan peningkatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.


Kepada Liputan12.com, Senin (21/9/2026), Drs. Matias Sudin membenarkan adanya niat tersebut.


Pensiun Dari Kantor, Kini Mengabdi untuk Desa Inegena

Calon Kepala Desa Drs Matias Sudin Melaksanakan Kegiatan Pembentukan Kelompok Tani


“Setelah pensiun saya kembali ke kampung Wae Neta/Wae Reke. Saya melihat banyak hal yang harus dibenahi bersama. Kalau masyarakat mempercayakan kepada saya, saya siap mengabdi dan mendorong desa ini ke arah yang lebih baik, khususnya dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.


Matias bukan sosok yang baru mengenal dunia pengabdian. Selama kurang lebih 32 tahun, ia berkecimpung dalam dunia pendidikan dan pernah mengemban sejumlah tanggung jawab penting, di antaranya sebagai kepala sekolah serta Koordinator Pengawas untuk wilayah Kabupaten Ngada dan Nagekeo.


Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal yang ia bawa apabila nantinya mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Inegena.


Selama berada di lingkungan pendidikan, Matias juga mengaku terlibat dalam berbagai upaya pengembangan pendidikan di Kabupaten Ngada. Ia bersama Pemerintah Kabupaten Ngada melalui Dinas Pendidikan, DPRD, serta tim pendiri sekolah dari berbagai kecamatan ikut memperjuangkan pembangunan dan pengembangan satuan pendidikan.


Drs Matias Sudin dalam Pengambilan Nomor Urut dalam Pemilihan Kepala Desa Inegena

Drs Matias Sudin dalam Pengambilan Nomor Urut dalam Pemilihan Kepala Desa Inegena


Dalam perjalanan pengabdiannya, ia menyebut telah ikut mendorong berdirinya 12 SMA dan SMK Negeri di berbagai wilayah Kabupaten Ngada.


Tidak hanya bergerak di sektor pendidikan, setelah memasuki masa pensiun Matias juga mulai memberikan perhatian terhadap kebutuhan dasar masyarakat di kampung halamannya.


Salah satunya melalui pembangunan instalasi air bersih yang menurut keterangannya dilakukan menggunakan biaya pribadi. Sarana tersebut kini telah dimanfaatkan masyarakat, baik warga Desa Inegena maupun masyarakat Desa Bowado.


“Bagi saya, pengabdian tidak harus berhenti ketika memasuki masa pensiun. Selama masih mampu dan ada kesempatan, kita tetap bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.


Bentuk Kelompok Tani Pembudidaya


Perhatian Matias terhadap pemberdayaan masyarakat juga diwujudkan melalui pembentukan Kelompok Tani Pembudidaya.


Kelompok tersebut beranggotakan 20 orang, terdiri atas 17 laki-laki dan 3 perempuan. Melalui kelompok tersebut, Matias bersama para anggota berupaya mengembangkan potensi pertanian sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.


Salah satu program yang sedang berjalan adalah pengajuan bantuan bibit pala kepada Dinas Pertanian Kabupaten Ngada.


Permohonan tersebut diajukan untuk pengembangan tanaman pala dengan luas lahan kurang lebih 24 hektare. Berdasarkan rencana yang disampaikan Matias, bantuan bibit pala tersebut diharapkan dapat diterima para anggota kelompok pada November 2026.


Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pertanian biasa, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu sumber ekonomi produktif bagi masyarakat apabila dikelola secara berkelanjutan.


Bagi Matias, pembangunan desa membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah desa, kelompok masyarakat, tokoh lokal, kaum muda, perempuan, hingga kelompok tani dinilai perlu berjalan bersama dalam menentukan arah pembangunan.


Ia juga menilai bahwa pengalaman selama puluhan tahun di bidang pendidikan dan keterlibatannya dalam berbagai kegiatan pembangunan menjadi bekal untuk memahami kebutuhan masyarakat dari berbagai sisi.


Namun demikian, terkait pencalonannya sebagai Kepala Desa Inegena, Matias menegaskan bahwa keputusan akhirnya tetap berada di tangan masyarakat dan mengikuti seluruh mekanisme serta ketentuan yang berlaku.


“Kalau masyarakat memberikan kepercayaan, saya siap. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun desa. Saya ingin apa yang dikerjakan nantinya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tuturnya.


Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di dunia pendidikan, sejumlah kegiatan pemberdayaan masyarakat, pembangunan sarana air bersih, serta aktivitas kelompok tani, nama Drs. Matias Sudin kini menjadi salah satu sosok yang mulai diperbincangkan dalam dinamika bursa bakal calon Kepala Desa Inegena.


Masyarakat Desa Inegena selanjutnya akan menentukan pilihan sesuai mekanisme pemilihan kepala desa dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.



Reporter: Yohanes Sinding

Redaktur:Tim Liputan 12.com 


×
Berita Terbaru Update