Lamongan, Liputan12.com – Upaya membentuk karakter dan akhlak peserta didik terus dilakukan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Babatkumpul, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Salah satunya melalui pembiasaan kegiatan keagamaan berupa Sholat Dhuha berjamaah yang rutin dilaksanakan bersama seluruh warga sekolah.
Kegiatan tersebut berlangsung di mushola setempat pada Selasa (8/9/2026), dengan diikuti Kepala Sekolah, dewan guru, serta sekitar 80 siswa dan siswi mulai dari kelas I hingga kelas VI.
Kepala SDN Babatkumpul, Kusniatur Rohmah, S.Pd., mengatakan kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan positif yang diterapkan kepada para siswa sebelum memulai proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
Menurutnya, sebelum pembelajaran dimulai, para siswa terlebih dahulu dibiasakan membaca Asmaul Husna dan surat-surat pendek. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Sholat Dhuha secara berjamaah.
"Ini kami laksanakan bertujuan untuk membentuk akhlak dan karakter siswa-siswi. Agar mereka lebih disiplin dalam beribadah serta dapat meningkatkan rasa kebersamaan antar seluruh warga sekolah," tutur Kusniatur.
Ia menegaskan, pihak sekolah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain menjadi sarana pembinaan keagamaan, Sholat Dhuha berjamaah diharapkan dapat menjadi kebiasaan baik yang tertanam dalam kehidupan siswa, baik selama berada di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
"Ya, komitmen kami tentunya sangat besar, karena sekolah sangat mendukung dengan adanya kegiatan Sholat Dhuha berjamaah ini. Kegiatan ini sudah sesuai dengan misi SDN Babatkumpul, yaitu salah satunya melaksanakan kegiatan keagamaan dan hari-hari besar nasional," ujarnya.
Kusniatur menambahkan, pendekatan melalui kegiatan keagamaan dinilai efektif untuk membantu meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta didik. Menurutnya, pembentukan karakter tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran akademik di dalam kelas, tetapi juga melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten.
"Melalui pendekatan agama menjadi hal yang efektif dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Mengingat, manfaat Sholat Dhuha sangat besar yang dapat memberikan dampak positif dalam perkembangan spiritualitas bagi para pelajar," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, sekitar 80 siswa mengikuti Sholat Dhuha berjamaah. Para dewan guru juga turut terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk menjadi imam sekaligus memberikan tausiah atau ceramah singkat setelah pelaksanaan Sholat Dhuha.
"Kurang lebih 80 siswa dan siswi yang melaksanakan Sholat Dhuha bersama ini. Mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Dewan gurunya juga diikutsertakan yang menjadi imam dan penceramah di akhir Sholat Dhuha," terangnya.
Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial, melainkan mampu menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, serta sikap saling menghormati kepada para peserta didik sejak usia sekolah dasar.
Melalui pembiasaan Sholat Dhuha bersama, pihak sekolah optimistis pembentukan akhlak dan karakter siswa dapat berjalan secara berkelanjutan. Dengan demikian, SDN Babatkumpul diharapkan mampu mencetak generasi yang berakhlakul karimah, memiliki kepribadian baik, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, agama dan negara.
"Kami berharap kegiatan Sholat Dhuha berjamaah ini bisa rutin dilaksanakan, bahkan kalau memungkinkan bisa ditingkatkan lagi pelaksanaannya, yaitu dari seminggu sekali menjadi dua kali," tandas Kusniatur.
(Ther)


