- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Manfaatkan Dana Revitalisasi Sekolah 2026, SDN Babatkumpul Lamongan Bangun Ruang Kelas yang Rusak Parah

Senin, 07 September 2026 | 9/07/2026 07:08:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-07T12:08:10Z
Harapan baru hadir bagi siswa dan guru SDN Babatkumpul, Pucuk, Lamongan. Bangunan sekolah yang berdiri sejak 1982 dan kondisinya mulai dimakan usia, kini mulai direvitalisasi total berkat program Revitalisasi Satuan Pendidikan 2026 dari pemerintah pusat.


Lamongan, Liputan12.com – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang layak, aman, serta nyaman bagi peserta didik.


Kondisi tersebut kini menjadi perhatian di SDN Babatkumpul, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Sekolah tersebut mendapatkan program revitalisasi satuan pendidikan melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026.


Program revitalisasi sekolah yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki fasilitas pendidikan. Program ini juga disebut sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.






Bagi SDN Babatkumpul, program tersebut menjadi angin segar. Pasalnya, sejumlah bangunan sekolah yang selama ini digunakan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan penanganan.


Sedikitnya terdapat empat ruangan yang kondisinya memprihatinkan. Kerusakan terlihat pada sejumlah bagian bangunan, mulai dari dinding dan lantai yang mengalami retak-retak, plafon yang berlubang, hingga bagian atap yang mengalami kebocoran.


Kondisi tersebut tentunya menjadi perhatian sekolah karena menyangkut kenyamanan dan keselamatan siswa maupun guru selama berada di lingkungan sekolah.


Melalui program revitalisasi tahun 2026, perbaikan dan pembangunan fasilitas sekolah mulai direalisasikan. Selain menangani bangunan yang mengalami kerusakan, revitalisasi juga diarahkan untuk memenuhi sejumlah fasilitas pendukung yang sebelumnya belum tersedia secara memadai, di antaranya ruang perpustakaan dan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).


Keberadaan perpustakaan diharapkan dapat menjadi sarana pendukung untuk meningkatkan minat baca serta budaya literasi peserta didik. Sementara ruang UKS diharapkan dapat mendukung pelayanan kesehatan dasar sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan siswa.


Selain pembangunan dan revitalisasi ruang sekolah, pekerjaan juga mencakup perbaikan kamar mandi serta penataan lingkungan sekolah. Seluruh pekerjaan tersebut menjadi bagian dari satu paket peningkatan fasilitas pendidikan agar lingkungan SDN Babatkumpul menjadi lebih tertata, aman dan nyaman.


Kepala SDN Babatkumpul, Kusniatur Rohmah, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan program revitalisasi yang diberikan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.


Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi sekolah karena sejumlah fasilitas yang selama ini dibutuhkan akhirnya dapat diwujudkan dan diperbaiki.


“Bagi sekolah, keberadaan perpustakaan menjadi bagian penting dalam mendukung budaya belajar siswa,” ujar Kusniatur saat didampingi Ketua Komite Sekolah, Senin (7/9/2026).


Ia menambahkan, fasilitas UKS juga memiliki peran penting dalam mendukung layanan kesehatan dasar bagi peserta didik. Dengan fasilitas yang lebih baik, sekolah diharapkan mampu memberikan pelayanan pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat bagi seluruh warga sekolah.


Dalam pelaksanaan revitalisasi, SDN Babatkumpul menerapkan tata kelola pembangunan dengan melibatkan berbagai unsur sekolah. Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang terdiri dari komite sekolah, guru dan kepala sekolah turut terlibat dalam proses pembangunan serta pengawasan pekerjaan.


Pelaksanaan pembangunan dilakukan dengan mengedepankan transparansi dan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan serta pihak terkait lainnya.


Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan sasaran program, sehingga fasilitas yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.


Meski pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar di SDN Babatkumpul tetap berjalan. Pihak sekolah berupaya mengatur aktivitas pembelajaran agar proses pendidikan tidak terganggu selama pekerjaan revitalisasi berlangsung.


Berdasarkan jadwal pelaksanaan, pembangunan revitalisasi tersebut ditargetkan selesai dalam 112 hari kerja, terhitung mulai 19 Juni hingga 27 Oktober 2026.


Setelah pembangunan rampung, seluruh fasilitas yang telah diperbaiki maupun dibangun diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh siswa, guru dan seluruh warga sekolah.


Kusniatur menegaskan, revitalisasi tersebut bukan hanya mengenai perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.


“Dengan dukungan fasilitas yang lebih baik, sekolah memiliki ruang yang lebih kuat untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi generasi masa depan,” terangnya.


Bangunan Dibangun Sekitar 1982, Kondisinya Mulai Dimakan Usia


Sementara itu, Ketua Komite sekaligus bagian dari P2SP pembangunan revitalisasi SDN Babatkumpul menyampaikan bahwa kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan memang sudah cukup mengkhawatirkan.


Menurutnya, kerusakan terjadi pada empat ruang kelas yang selama ini digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan. Kondisi tersebut tidak terlepas dari usia bangunan yang sudah cukup tua.


“Bangunan sekolah ini dibangun kira-kira tahun 1982. Karena sudah dimakan usia, banyak bagian yang mengalami kerusakan. Plafon banyak yang berlubang, atap bocor dan lantai juga sudah rusak,” ungkapnya.


Ia berharap program revitalisasi tersebut dapat memberikan perubahan signifikan terhadap kondisi fisik SDN Babatkumpul sehingga siswa dan guru dapat menjalankan aktivitas pendidikan dengan lebih nyaman dan aman.


Revitalisasi satuan pendidikan menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan institusi pendidikan yang lebih adaptif, inklusif dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.


Dengan dibangunnya fasilitas baru sekaligus diperbaikinya sejumlah ruang yang mengalami kerusakan, SDN Babatkumpul kini memiliki harapan baru untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak bagi generasi penerus di Desa Babatkumpul, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. (Ther)

×
Berita Terbaru Update