- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Andri Adam SH. MH : Sikapi serius dampak Karhutla terhadap anak anak dan Warga kota Palembang.

Selasa, 08 September 2026 | 9/08/2026 04:03:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-08T09:03:39Z
PALEMBANG. , Liputan 12.Com

Akibat kabut asap ,kebakaran hutan dan lahan (karhutla) , menjadi sorotan dan perhatian serius di Kota Palembang.  Aktivitas masyarakat, mulai terganggu,kualitas udara yang memburuk ,berpotensi  berdampak besar terhadap kesehatan, terutama meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Terkait kondisi tersebut  Anggota Komisi IV DPRD Kota Palembang, Andri Adam, S.H., Bersikap ,meminta Pemkot Palembang melalui instansi terkait untuk segera bertindak cepat dan konkrit dalam hal melindungi masyarakat dari dampak yang di timbulkan kabut asap.

Menurut Andri Adam.SH.MH, persoalan asap karhutla adalah masalah serius,tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Pemerintah harus segera, bertindak melakukan langkah  pencegahan dan penanganan secara terpadu, khususnya terhadap kelompok masyarakat yang rentan, seperti anak-anak, lansia dan warga yang memiliki gangguan kesehatan.

“Ini persoalan kemanusiaan. Ketika kualitas udara sudah berada pada kategori tidak sehat dan kasus ISPA terus meningkat, maka semua pihak harus bergerak cepat. Jangan sampai kita terlambat mengambil langkah,”ucap  Andri Adam tegas ,dalam rakor (rapat koordinasi)bersama sejumlah instansi terkait di ruang rapat Komisi IV DPRD Kota Palembang.

Dengan Berdasarkan data yang ada ,dihimpun dari Dinas Kesehatan Kota Palembang, jumlah kasus ISPA di Kota Palembang tercatat cukup tinggi. Ada 655 Kasus  ISPA , dan115.020 total kasus ISPA sepanjang tahun 2026.
Ini menjadi Angka tertinggi  kasus ISPA dalam data rentang waktu sejak tahun 2023.

Bukan hanya persoalan kesehatan, kondisi dan situasi kualitas udara di Kota Palembang juga menjadi perhatian. Menurut laporan Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, nilai kualitas udara tercatat berada pada angka 159.

Berdasarkan rentang skala indeks kualitas udara, angka 101 hingga 200 masuk dalam kategori" tidak sehat".
menurut Andri Adam, kondisi tersebut harus menjadi dasar bagi pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan untuk mengambil kebijakan yang berpihak kepada keselamatan warga masyarakat.
“Data-data ini harus menjadi perhatian bersama. Ketika kualitas udara sudah masuk kategori tidak sehat dan kasus ISPA meningkat, maka pemerintah harus memiliki langkah mitigasi yang jelas dan terukur,” ujarnya.

Menyoroti tentang Anak-anak Harus Mendapat Perlindungan.
Andri Adam ,anak anak harus di berikan perhatian khusus terhadap kondisi anak-anak dan pelajar di Kota Palembang yang menurut nya menjadi salah satu kelompok paling rentan terdampak kabut asap.

 Dinas Pendidikan Kota Palembang, mencatat sejumlah sekolah telah melaporkan adanya keluhan gejala ISPA yang dialami para siswa.
Ada beberapa laporan dari beberapa sekolah, diantaranya tercatat siswa SD Negeri 013 mencapai 320 anak, SD Negeri 184 sebanyak 169 anak, SD Negeri 047 sebanyak 128 anak, SD Negeri 098 sebanyak 104 anak, SD Negeri 136 sebanyak 100 anak, serta SD Negeri 088 sebanyak 96 anak.
Angka yang cukup signifikan.
Dan masih banyak lagi sekolah sekolah yang melaporkan terkait hal tersebut,selain contoh sekolah diatas.
Yang muridnya mengalami gangguan kesehatan, saluran pernapasan.
Kondisi semacam ini tidak boleh dianggap remeh dipandang sebelah mata "ucap Andri Adam.

Karena anak-anak juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan kesehatan, terutama ketika berada dalam kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan kesehatan, seperti saat ini.

“Anak-anak Kota Palembang berhak mendapatkan perlindungan atas kesehatan mereka. Negara dan pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan anak-anak tetap mendapatkan pelayanan pendidikan tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan mereka,” kata Andri Adam tegas.

Untuk itu dirinya meminta Dinas Pendidikan Kota Palembang untuk segera melakukan kajian dan evaluasi terhadap sistem pembelajaran apabila kondisi kabut asap semakin memburuk,dan mengganggu kesehatan para siswa.
Dalam hal pemerintah dapat mempertimbangkan berbagai alternatif pembelajaran yang tetap menjamin hak pendidikan anak tanpa meningkatkan risiko paparan asap.

DPRD kota Palembang Dorong Langkah Terpadu pemerintah.
Sebagai bentuk respons terhadap persoalan tersebut, Komisi IV DPRD Kota Palembang mengundang sejumlah pihak terkait untuk membahas dampak kabut asap akibat karhutla.
Dalam rapat yang berlangsung di ruang rapat Komisi IV DPRD Kota Palembang di hadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang serta Direktur RSUD Bari Palembang.

Andri Adam meminta seluruh instansi terkait untuk membangun koordinasi dan bekerja secara bersama-sama dalam menghadapi dampak kabut asap.
Ia meminta Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan RSUD Bari untuk saling bekerja sama melakukan langkah pencegahan,dan penanggulangan agar kasus ISPA tidak semakin meluas.

Andri Adam juga menyinggung Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 20 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Daerah Terdampak Asap karhutla.

Pemkot Diminta Segera Ambil Kebijakan, terhadap masalah tersebut.

 Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang menyatakan siap merespons yang menjadi persoalan .

Dinkes dan Diknas akan melakukan koordinasi bersama Pemerintah Kota Palembang dalam upaya merumuskan langkah-langkah yang diperlukan lebih lanjut.

Andri Adam dan komisi IV DPRD kota Palembang berharap hasil pertemuan tersebut tidak berhenti sebatas rapat dan diskusi, Tanpa ada Nya aksi nyata dari pemerintah.

Sebagai anggota DPRD Kota Palembang ,dirinya bersama yang lain akan terus melakukan pengawasan terhadap langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam menangani dampak kabut asap dan peningkatan kasus ISPA.

Karena semua yang terjadi akibat Karhutla,bukan menjadi tanggung jawab satu atau dua pihak saja, tetapi butuh kerjasama dan tanggung jawab semua pihak "harap Andri Adam dalam rapat tersebut.
(Wnd -palembang)


×
Berita Terbaru Update