Lamongan, Liputan12.com — Upaya pemetaan potensi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah Jawa Timur mulai memasuki tahapan sosialisasi. PT Pertamina EP bekerja sama dengan PT BGP Indonesia menggelar Sosialisasi Tingkat Kecamatan Survei Seismik 2D Lamturo di Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian kegiatan survei untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi struktur geologi bawah permukaan bumi yang berpotensi menyimpan cadangan migas.
Dalam penjelasan pihak Pertamina EP, wilayah Survei Seismik 2D Lamturo mencakup area yang membentang di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Lamongan, Tuban, dan Bojonegoro.
Sosialisasi tingkat kecamatan tersebut diikuti unsur pemerintahan kecamatan, perwakilan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta unsur TNI/Polri. Dalam kesempatan itu, Pertamina EP bersama PT BGP Indonesia selaku kontraktor pelaksana memberikan penjelasan mengenai tahapan, metode, aspek keselamatan, hingga mekanisme pelaksanaan survei di lapangan.
Perwakilan tim pelaksana menjelaskan, survei seismik merupakan metode pencitraan bawah permukaan bumi dengan memanfaatkan gelombang suara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk membantu para ahli memetakan struktur geologi dan mengidentifikasi kemungkinan adanya jebakan migas secara lebih akurat.
"Sosialisasi di tingkat kecamatan ini sangat krusial. Kami ingin memastikan masyarakat memahami bahwa kegiatan ini aman, menggunakan teknologi yang teruji, serta dilakukan demi kepentingan energi nasional," ujar perwakilan tim pelaksana survei.
Utamakan Keselamatan dan Transparansi
Dalam pelaksanaannya, Pertamina EP menekankan pentingnya penerapan standar keselamatan dan koordinasi dengan seluruh pihak yang berada di wilayah kegiatan.
Sedikitnya terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian, di antaranya keamanan dan keselamatan, dengan pelaksanaan kegiatan mengacu pada standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
Selain itu, perusahaan menyampaikan komitmen terhadap transparansi informasi, khususnya mengenai titik-titik lintasan survei yang nantinya akan dilewati. Koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, serta masyarakat akan dilakukan sesuai tahapan kegiatan.
Pertamina EP juga menjelaskan mengenai mekanisme pendataan dan kompensasi apabila pelaksanaan kegiatan menimbulkan dampak terhadap lahan maupun bangunan milik masyarakat. Proses tersebut akan dilakukan berdasarkan pendataan di lapangan dan ketentuan regulasi yang berlaku.
Dengan sosialisasi tersebut, pihak perusahaan berharap masyarakat memperoleh informasi yang memadai mengenai kegiatan Survei Seismik 2D Lamturo sehingga pelaksanaan di lapangan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Camat Kalitengah Sambut Positif
Sementara itu, Camat Kalitengah, KH Khoirul Muksinin, S.Pd., M.M., menyampaikan tanggapan positif terhadap dimulainya tahapan sosialisasi tersebut.
Menurutnya, kegiatan eksplorasi migas merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendukung ketahanan energi sekaligus berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat apabila potensi migas yang dicari nantinya terbukti dan dapat dikembangkan.
"Kami menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Survei Seismik 2D Lamturo oleh Pertamina EP. Ini adalah ikhtiar penting untuk mengidentifikasi potensi kekayaan alam yang ada di wilayah kita," ujar Khoirul.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka dan harmonis antara pihak pelaksana survei dengan masyarakat selama seluruh tahapan kegiatan berlangsung.
Pihak kecamatan berharap sosialisasi tidak hanya menjadi penyampaian informasi awal, tetapi juga menjadi sarana komunikasi berkelanjutan agar masyarakat memahami setiap tahapan survei dan dapat menyampaikan apabila terdapat persoalan di lapangan.
"Harapan kita bersama, jika potensi migas di Kalitengah ini terbukti ada dan dapat dikembangkan, tentu keberadaannya akan memberikan multiplier effect, mulai dari pemberdayaan tenaga kerja lokal hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan eksplorasi," tambahnya.
Pemerintah Desa Siap Kawal Komunikasi dengan Warga
Dukungan juga disampaikan perwakilan kepala desa se-Kecamatan Kalitengah. H. Zuli Kasmawanto, S.IP., M.IP., mengatakan sosialisasi yang dilakukan Pertamina EP memiliki arti penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai proses teknis survei maupun kemungkinan dampaknya di lapangan.
"Prinsipnya kami menyambut baik dan siap mendukung program strategis nasional ini. Yang terpenting adalah komunikasi dan koordinasi di lapangan terus terjaga, sehingga warga memahami betul kegiatannya dan tidak timbul kekhawatiran," ujar Zuli.
Menurutnya, informasi mengenai kegiatan survei perlu diteruskan hingga ke tingkat desa, dusun, maupun pemilik lahan yang nantinya berada di jalur kegiatan.
Pemerintah desa juga menilai aspek keamanan serta mekanisme kompensasi perlu disampaikan secara jelas kepada masyarakat sejak awal. Dengan demikian, apabila terdapat dampak terhadap lahan atau bangunan warga, proses pendataan dan penyelesaiannya dapat dilakukan secara terbuka sesuai ketentuan yang berlaku.
"Keterbukaan informasi harus terus dijaga. Sosialisasi diharapkan tidak berhenti di tingkat kecamatan, tetapi juga berlanjut hingga tingkat dusun dan pemilik lahan yang terlintasi jalur seismik," jelasnya.
Ia menambahkan, koordinasi antara Pertamina EP, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, unsur Muspika, serta masyarakat menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran kegiatan.
Dimulainya sosialisasi Survei Seismik 2D Lamturo di Kecamatan Kalitengah diharapkan menjadi langkah awal yang baik dalam proses pemetaan potensi migas di wilayah Lamongan dan sekitarnya. Dengan komunikasi yang terbuka serta pelaksanaan yang memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan yang berlaku, kegiatan tersebut diharapkan dapat berjalan lancar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung ketahanan energi nasional.
Ther


