Sampang, Liputan12.com — Di tengah tugas kepolisian dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum, sisi humanis kembali ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Sampang.
Kali ini, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Sampang tidak datang untuk melakukan penindakan, melainkan hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan kepada seorang warga yang membutuhkan.
Aksi tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial TikTok melalui akun @babussalam83. Dalam video itu, Tim URC Polres Sampang terlihat menyambangi kediaman seorang warga bernama Ibu Riyanti di wilayah hukum Polres Sampang.
Datang Bukan untuk Menindak, tetapi Membantu
Kedatangan sejumlah personel URC pada malam hari tersebut memperlihatkan wajah lain dari aparat penegak hukum.
Mengenakan seragam lengkap bertuliskan “TIM URC - UNIT REAKSI CEPAT POLRES SAMPANG POLDA JAWA TIMUR”, para anggota kepolisian tampak membawa bantuan sosial untuk diserahkan langsung kepada keluarga Ibu Riyanti.
Kondisi rumah yang ditempati warga tersebut terlihat sangat sederhana. Dinding berbahan seng dan konstruksi rumah yang seadanya menggambarkan keterbatasan ekonomi yang masih dihadapi sebagian masyarakat.
Bantuan yang diberikan berupa uang tunai dan kebutuhan pokok, di antaranya paket sembako, beras merek “DuaPadi” serta sejumlah dus logistik lainnya.
Tidak hanya menyerahkan bantuan, para personel URC juga terlihat berinteraksi dengan warga dan anak-anak yang berada di lokasi. Suasana tersebut memperlihatkan bahwa pendekatan kepolisian kepada masyarakat tidak selalu harus hadir dalam situasi penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian dan empati.
Ibu Riyanti tampak menerima bantuan dengan penuh rasa syukur. Ia bersama seorang perempuan yang berada di sampingnya terlihat menengadahkan tangan sembari memanjatkan doa bagi para anggota kepolisian yang datang memberikan bantuan.
Kepala Desa Apresiasi Kepedulian URC
Aksi sosial tersebut turut disaksikan Kepala Desa setempat. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran URC Polres Sampang yang telah menunjukkan kepedulian terhadap warganya.
«“Terima kasih kepada URC Polres Sampang atas bantuannya untuk Ibu Ri. Saya sebagai Kepala Desa mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah yang membalasnya atas kebaikan bantuannya Bapak semua,” ungkap Kepala Desa dalam rekaman video tersebut.»
Ucapan tersebut menjadi gambaran bahwa kehadiran aparat di tengah masyarakat, terutama ketika menyentuh persoalan kebutuhan dasar warga, memiliki arti tersendiri bagi masyarakat yang membutuhkan.
Potret Kemiskinan Jangan Berhenti pada Bantuan Sesaat
Langkah Tim URC Polres Sampang tentu layak diapresiasi. Aksi tersebut menunjukkan bahwa tugas pengayoman dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana namun langsung dirasakan masyarakat.
Namun di balik bantuan tersebut, terdapat persoalan yang jauh lebih besar dan perlu menjadi perhatian bersama.
Kondisi rumah Ibu Riyanti yang sangat sederhana seharusnya menjadi alarm bagi pemerintah daerah bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian serius dalam pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk hunian yang layak.
Bantuan sosial dari aparat penegak hukum merupakan bentuk kepedulian dan pertolongan kemanusiaan. Namun, penyelesaian persoalan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penyediaan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) membutuhkan intervensi yang berkelanjutan dari pemerintah sesuai kewenangan dan program yang tersedia.
Karena itu, publik berharap pemerintah desa maupun Pemerintah Kabupaten Sampang dapat menindaklanjuti kondisi warga tersebut melalui mekanisme pendataan dan program bantuan yang tepat sasaran.
Jangan sampai kepedulian baru muncul ketika kondisi warga sudah viral di media sosial.
Polisi telah menunjukkan kepedulian. Kini menjadi pekerjaan rumah bersama bagaimana pemerintah memastikan warga yang hidup dalam kondisi serba terbatas benar-benar mendapatkan perhatian dan akses terhadap program kesejahteraan.
Aksi URC Polres Sampang akhirnya bukan sekadar tentang bantuan berupa sembako dan uang tunai. Lebih dari itu, aksi tersebut menjadi pengingat bahwa di balik aktivitas pembangunan daerah, masih terdapat warga yang membutuhkan negara untuk hadir secara nyata.
Reporter: Liputan12.com – Agus Mandie


