- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Sentuh Hati Warga, Sekdes Tlagah Sambangi Rumah Bapak Emmo dan Salurkan Bantuan Pangan bagi Lansia

Jumat, 25 September 2026 | 9/25/2026 07:37:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-25T12:37:47Z
Tidak menunggu warga datang melapor, Sekretaris Desa Tlagah, Husein, S.Pd., memilih menyusuri Dusun Bringkoning dan mengetuk langsung pintu rumah Bapak Emmo (70), lansia yang hidup dalam keterbatasan ekonomi bersama anaknya yang belum bekerja dan adiknya yang sakit menahun. Dengan membawa beras, minyak, telur dan mie instan, Pemdes Tlagah hadir bukan sekadar menyalurkan bantuan, tapi memastikan warga rentannya tidak merasa berjuang sendirian.


Sampang, Liputan12.com — Kepedulian terhadap warga yang berada dalam kondisi rentan kembali ditunjukkan Pemerintah Desa (Pemdes) Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Tidak sekadar menunggu warga datang ke kantor desa, jajaran Pemdes Tlagah memilih turun langsung menyambangi rumah-rumah warga yang membutuhkan bantuan.


Dipimpin Sekretaris Desa (Sekdes) Tlagah, Husein, S.Pd., bersama jajaran perangkat desa, kegiatan penyaluran bantuan pangan dilakukan secara door to door di Dusun Bringkoning, Desa Tlagah. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah desa untuk memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.


Penyaluran bantuan diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang dinilai membutuhkan perhatian lebih, khususnya lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, serta warga yang tengah menghadapi persoalan kesehatan maupun keterbatasan ekonomi.


Salah satu warga yang dikunjungi adalah Bapak Emmo (70). Lansia tersebut tinggal bersama keluarganya di Dusun Bringkoning dalam kondisi ekonomi yang cukup memprihatinkan.


Kondisi keluarga semakin berat lantaran anak Bapak Emmo, Humaidi, yang menjadi salah satu tumpuan keluarga, hingga kini belum memiliki pekerjaan tetap. Di tengah keterbatasan ekonomi tersebut, keluarga juga harus menghadapi persoalan kesehatan yang dialami Agus (20), adik Humaidi, yang disebut sedang menderita sakit cukup berat.


Agus sebelumnya sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit terdekat. Namun, keterbatasan biaya serta kondisi keluarga yang tidak memungkinkan untuk mendampingi perawatan secara intensif membuat proses pengobatan menghadapi berbagai kendala.


Melihat keadaan tersebut, kehadiran jajaran Pemdes Tlagah dengan membawa bantuan pangan diharapkan dapat sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari keluarga Bapak Emmo. Bantuan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah desa kepada masyarakat yang tengah menghadapi situasi sulit.


Sekdes Tlagah, Husein, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan penyaluran bahan pangan, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial pemerintah desa terhadap warganya.


«“Tujuan utama dari pemberian sembako ini adalah untuk merangkul dan meringankan beban hidup keluarga yang berisiko tinggi terhadap kesulitan ekonomi. Sasaran utama kami adalah para lansia, warga dengan disabilitas, dan saudara-saudara kita yang mengalami sakit menahun. Kami ingin hadir langsung untuk memastikan mereka tidak merasa berjuang sendirian,” ujar Husein.»


Adapun bantuan yang diberikan berupa sejumlah kebutuhan pokok sehari-hari, di antaranya beras, minyak goreng, telur dan mi instan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat, sekaligus memberikan sedikit ruang bagi mereka untuk menghadapi kondisi ekonomi yang sedang sulit.


Bagi Pemdes Tlagah, turun langsung menemui warga menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan antara pemerintah desa dengan masyarakat. Dengan melihat kondisi warga secara langsung, pemerintah desa dapat memperoleh gambaran mengenai kebutuhan masyarakat di lapangan.


Pemdes Tlagah berharap kepedulian sosial tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Selain menjadi bentuk perhatian pemerintah desa, gerakan tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya semangat gotong royong dari berbagai elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga yang membutuhkan.


Kepedulian sederhana, seperti mengantarkan bahan pangan hingga ke depan rumah warga, diharapkan dapat menjadi pesan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan tetap memiliki tempat untuk berharap dan tidak berjalan sendirian.



Penulis: Saladin

×
Berita Terbaru Update