- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Semarak Syiar dan Adab, Jam’iyyah Muti’in Mukhlisin Gelar Rutinan dan Maulidurrosul di Kediaman Abdus Salam

Jumat, 18 September 2026 | 9/18/2026 11:55:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-18T16:58:38Z
Ratusan jamaah Jam’iyyah Muti’in Mukhlisin memadati kediaman Abdus Salam di Kampung Depah, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Sampang, Jumat malam (18/9/2026), dalam kegiatan rutinan yang dirangkai dengan peringatan Maulidurrosul 1448 H.


Sampang, Liputan12.com — Nuansa religius dan penuh keberkahan terasa di kediaman Abdus Salam, Kampung Depah, Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, Jumat malam, 18 September 2026.


Di tempat tersebut, keluarga besar Jam’iyyah Muti’in Mukhlisin yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Gedangan menggelar kegiatan rutinan sekaligus peringatan Maulidurrosul. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, penuh kebersamaan, serta diwarnai lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW dan penyampaian pesan-pesan keagamaan.


Acara yang berlangsung pada Jumat malam Sabtu, bertepatan dengan 6–7 Rabiul Akhir 1448 H, tersebut dihadiri jajaran pengurus Jam’iyyah serta ratusan anggota dan jamaah. Majelis dipimpin dan mendapatkan bimbingan dari para ulama pengurus, di antaranya KH. Abd Wahhab Zain dan KH. Ma’shum Zain.





Kehadiran para ulama tersebut menjadi momentum penting bagi jamaah untuk kembali memperkuat hubungan spiritual, memperdalam pemahaman keagamaan, sekaligus menjaga tradisi majelis yang menempatkan ilmu, iman, dan adab sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan.


Menguatkan Rukun Iman dan Menanamkan Adab kepada Guru


Salah satu pesan penting yang menjadi bagian dari syiar dalam kegiatan tersebut adalah penguatan Rukun Iman serta pentingnya menjaga adab kepada guru.


Dalam penyampaiannya, enam Rukun Iman menjadi fondasi utama kehidupan seorang Muslim, yakni iman kepada Allah SWT, iman kepada malaikat-malaikat Allah, iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada rasul-rasul Allah, iman kepada hari akhir, serta iman kepada qada dan qadar.


Enam prinsip tersebut tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan keagamaan, tetapi diharapkan dapat menjadi pedoman dalam membentuk sikap dan perilaku jamaah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.


Iman kepada Allah SWT menjadi dasar utama dengan meyakini bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa, Pencipta sekaligus Pemelihara seluruh alam semesta.


Selanjutnya, iman kepada malaikat mengajarkan keyakinan terhadap makhluk Allah yang senantiasa menjalankan tugas dan perintah-Nya. Iman kepada kitab-kitab Allah mengajarkan umat Islam untuk membenarkan wahyu yang diturunkan Allah kepada para rasul-Nya, dengan Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam.


Sementara iman kepada para rasul menegaskan kewajiban membenarkan para utusan Allah sebagai pembawa risalah dan petunjuk bagi umat manusia. Iman kepada hari akhir mengajarkan keyakinan terhadap kehidupan setelah dunia, termasuk kebangkitan, hisab, surga dan neraka.


Adapun iman kepada qada dan qadar menjadi pengingat bahwa segala sesuatu berlangsung dalam ketentuan dan pengetahuan Allah SWT, sekaligus mengajarkan manusia untuk senantiasa berikhtiar, bersabar, bersyukur, dan berserah diri kepada-Nya.





Empat Pilar Adab kepada Guru


Selain penguatan Rukun Iman, jamaah juga mendapatkan pesan mengenai pentingnya adab kepada guru sebagai bagian dari jalan mencari dan mengamalkan ilmu.


Dalam materi yang disampaikan dengan merujuk pada pemikiran KH. Ma’shum Zain, terdapat empat prinsip yang ditekankan dalam hubungan seorang murid dengan gurunya.


Pertama, Tashdiq atau membenarkan guru, yakni menumbuhkan keyakinan terhadap ilmu dan amanah yang disampaikan guru, selama berada dalam koridor ajaran agama. Guru dipandang sebagai salah satu wasilah dalam proses memperoleh ilmu dan keberkahan.


Kedua, Mahabbah atau mencintai guru. Kecintaan tersebut diarahkan sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah memberikan ilmu dan membimbing murid menuju kebaikan. Rasa cinta kepada guru juga diwujudkan melalui penghormatan dan doa.




Ketiga, Ta’dzhim dan Khidmah, yaitu memuliakan serta memberikan pelayanan dengan penuh ketulusan. Seorang murid diajarkan untuk menjaga kehormatan guru, menghargai nasihatnya, serta menunjukkan sikap rendah hati dalam proses menuntut ilmu.


Keempat, Ittiba’, yakni mengikuti dan mengamalkan nasihat serta ilmu yang telah diberikan guru selama sesuai dengan tuntunan agama. Ilmu tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diharapkan diwujudkan melalui amal dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.


Dari rangkaian pesan tersebut, tersirat sebuah prinsip penting bahwa ilmu tidak hanya membutuhkan kecerdasan dalam memahami, tetapi juga adab dalam menerima, menghormati, dan mengamalkannya.


Maulid sebagai Momentum Memperkuat Ukhuwah


Peringatan Maulidurrosul yang dirangkai dengan kegiatan rutinan Jam’iyyah Muti’in Mukhlisin tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi antarsesama jamaah.


Pertemuan secara rutin diharapkan tidak sekadar menjadi agenda berkumpul, tetapi menjadi sarana untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, memperkuat ukhuwah, serta menjaga nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan masyarakat yang terus mengalami perubahan.


Kehadiran ratusan anggota dalam majelis tersebut menunjukkan antusiasme jamaah dalam mengikuti kegiatan keagamaan sekaligus menerima bimbingan dari para ulama dan pengurus.


Melalui kegiatan seperti ini, nilai iman dan adab diharapkan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Sebab, keberadaan ilmu yang disertai akhlak dan adab menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi yang tidak hanya memahami agama, tetapi juga mampu menghadirkan kemanfaatan bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar.


Majelis pun diharapkan terus menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, meningkatkan keteguhan iman, serta menumbuhkan semangat untuk mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.


Semoga setiap langkah para jamaah dalam menghadiri majelis ilmu, bershalawat, mempererat silaturahmi, dan menjaga adab kepada guru senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.



Penulis/Editor: Agus Mandie

×
Berita Terbaru Update