Bangkalan, Liputan12.com — Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) menggelar PKDI Cup Nasional 2026 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Minggu (13/9/2026).
Turnamen sepak bola tersebut bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi dan mempererat persaudaraan para kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan yang dipusatkan di Stadion Gelora Bangkalan itu mendapat perhatian dan antusiasme peserta maupun masyarakat. Sebanyak sekitar 59 kabupaten dari tiga provinsi di Pulau Jawa turut ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Sejumlah tokoh dan jajaran pengurus PKDI tampak hadir dalam pembukaan PKDI Cup Nasional 2026. Di antaranya Dewan Pembina PKDI Gus Muchammad Yusuf, Bupati Bangkalan, Bupati Jember, Ketua Umum DPP PKDI Sujiono, S.E., beserta jajaran pengurus DPP, Ketua Korwil Madura Raya Moh. Widjan, serta perwakilan DPD PKDI dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Turut hadir pengurus dan anggota DPC PKDI Bangkalan yang menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan.
Ketua Umum DPP PKDI Sujiono, S.E., mengatakan, Kabupaten Bangkalan dipilih sebagai tuan rumah setelah mendapatkan kepercayaan dari DPP PKDI. Menurutnya, persiapan kegiatan telah dilakukan secara matang oleh jajaran pengurus.
Pemilihan Bangkalan, lanjut Sujiono, juga memiliki tujuan untuk memperkenalkan potensi serta fasilitas olahraga yang dimiliki Madura kepada para peserta dari berbagai daerah. Salah satunya adalah Stadion Gelora Bangkalan yang dinilai mampu menjadi salah satu fasilitas olahraga bertaraf nasional.
«“Alhamdulillah Bangkalan terpilih sebagai tuan rumah dari DPP PKDI Cup. Alasannya untuk mengenalkan bahwa Madura, khususnya Bangkalan, ada stadion yang kelasnya nasional,” jelas Sujiono.»
Ia menegaskan, PKDI Cup pada dasarnya tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi olahraga. Turnamen tersebut merupakan bagian dari kegiatan organisasi yang memiliki anggota dari berbagai daerah, sehingga aspek silaturahmi dan persaudaraan menjadi tujuan utama.
“Tujuannya hanya persaudaraan saja,” katanya.
Menurut Sujiono, sepak bola dipilih karena olahraga tersebut memiliki antusiasme yang tinggi di kalangan anggota PKDI. Meskipun terdapat berbagai cabang olahraga lainnya, sepak bola dinilai menjadi olahraga yang paling mampu menyatukan dan membangun kekompakan para kepala desa.
“Sebenarnya banyak olahraga-olahraga yang lain, namun teman-teman kompaknya di bola,” ujarnya.
Diikuti Puluhan Kabupaten
PKDI Cup Nasional 2026 diikuti sekitar 59 kabupaten dari tiga provinsi di Pulau Jawa. Sujiono menjelaskan, pada awalnya turnamen tersebut direncanakan melibatkan peserta dari sekitar 10 provinsi.
Namun, pertimbangan jarak dan keterjangkauan membuat pelaksanaan akhirnya difokuskan pada peserta dari wilayah Pulau Jawa.
“Pesertanya ada sekitar 60 kabupaten dari tiga provinsi,” tuturnya.
Besarnya jumlah peserta menunjukkan tingginya antusiasme para kepala desa terhadap kegiatan olahraga yang dikemas dalam suasana kebersamaan tersebut.
Tidak hanya menyediakan kompetisi, panitia juga menyiapkan hadiah dengan total mencapai Rp500 juta untuk menarik antusiasme peserta sekaligus memberikan apresiasi kepada tim yang berhasil meraih prestasi.
Juara pertama mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp250 juta, juara kedua Rp150 juta, sedangkan juara ketiga dan keempat masing-masing memperoleh Rp60 juta dan Rp40 juta.
Selain hadiah bagi para juara, panitia juga menyediakan berbagai doorprize bagi peserta dan masyarakat. Hadiah tersebut antara lain sepeda, dua unit sepeda motor, sepeda listrik, kulkas, televisi serta berbagai hadiah lainnya.
Antusiasme yang tinggi menunjukkan bahwa PKDI Cup tidak hanya menjadi kegiatan internal organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan gairah masyarakat terhadap olahraga sepak bola.
Sujiono berharap pelaksanaan PKDI Cup Nasional 2026 dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan olahraga di Madura, khususnya sepak bola yang selama ini menjadi salah satu olahraga yang dekat dengan masyarakat.
“Harapan kami selaku DPP pusat PKDI, pertama tentu untuk Madura sendiri semakin menggairahkan olahraga, khususnya sepak bola yang menjadi bagian olahraga rakyat,” tutur Sujiono.
Selain mendorong perkembangan olahraga, ia menegaskan bahwa tujuan penting lainnya adalah memperkuat hubungan antarkepala desa.
Melalui kegiatan tersebut, para kepala desa dari berbagai daerah dapat bertemu, berkomunikasi, bertukar pengalaman, serta membangun hubungan persaudaraan di luar aktivitas pemerintahan desa.
“Yang kedua tentu bagi kami, kepala desa semakin mempererat persaudaraan di antara kami, kepala desa se-Indonesia,” pungkasnya.
(Ther)

