Sampang, Liputan12.com – Semangat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan menjaga tali silaturahmi terus ditunjukkan keluarga besar MADAS (Madura Asli Daerah Anak Serumpun) Kabupaten Sampang.
Kali ini, Panglima MADAS Kabupaten Sampang, Muhammad Nurul Yaqin, menggelar pengajian umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sekaligus doa bersama memperingati 1.000 hari wafatnya almarhumah Limah binti Mayan.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kekeluargaan. Tidak hanya dihadiri keluarga dan masyarakat sekitar, kegiatan juga mendapat dukungan dari jajaran MADAS, khususnya keluarga besar DPAC MADAS Kecamatan Kedungdung yang dikomandoi Haji Royal.
Momentum tersebut menjadi semakin bermakna karena rangkaian kegiatan tidak berhenti pada pengajian dan doa bersama. Setelah acara keagamaan, keluarga besar MADAS DPAC Kedungdung melanjutkan agenda dengan rutinan dan arisan organisasi sebagai bagian dari upaya menjaga komunikasi, kekompakan serta hubungan kekeluargaan antaranggota.
Tausiyah Kyai Haji Mukhlas
Dalam pengajian tersebut, ceramah agama disampaikan oleh Kyai Haji Mukhlas, yang berasal dari Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.
Dalam tausiyahnya, pesan-pesan keagamaan disampaikan untuk mengajak jamaah meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan meneladani akhlak dan perilaku Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengingat perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam. Sementara peringatan 1.000 hari almarhumah Limah binti Mayan menjadi kesempatan bagi keluarga dan jamaah untuk memanjatkan doa serta mengenang almarhumah.
Suasana khidmat semakin terasa ketika jamaah bersama-sama mengikuti rangkaian doa. Kehadiran keluarga besar MADAS juga menunjukkan bahwa kegiatan organisasi dapat berjalan beriringan dengan kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
MADAS Kedungdung Hadir dan Kompak
Kehadiran jajaran MADAS DPAC Kecamatan Kedungdung yang dipimpin Haji Royal menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.
Para anggota MADAS mengikuti seluruh rangkaian acara hingga selesai. Kebersamaan itu sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pengurus dan anggota di tingkat kecamatan.
Bagi MADAS, silaturahmi bukan hanya dilakukan ketika terdapat agenda organisasi. Pertemuan dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian, Maulid Nabi dan doa bersama menjadi sarana untuk membangun kedekatan serta memperkuat rasa persaudaraan.
Setelah pengajian selesai, kegiatan dilanjutkan dengan rutinan dan arisan MADAS DPAC Kedungdung.
Agenda rutin tersebut menjadi wadah bagi anggota untuk berkumpul, berdiskusi dan menjaga komunikasi organisasi. Selain memiliki fungsi sosial, rutinan juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan berbagai informasi serta membangun kebersamaan antaranggota.
Muhammad Nurul Yaqin selaku Panglima MADAS Kabupaten Sampang terus mendorong agar kebersamaan tersebut dapat dipertahankan. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur kepengurusan, tetapi juga oleh soliditas dan komunikasi antaranggota.
Kegiatan seperti pengajian, silaturahmi, rutinan dan arisan dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga kekompakan tersebut.
Dari Keagamaan untuk Kebersamaan
Rangkaian kegiatan yang digelar Muhammad Nurul Yaqin tersebut memperlihatkan bagaimana ruang keagamaan dapat menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan sosial.
Peringatan Maulid Nabi mengingatkan jamaah pada keteladanan Rasulullah SAW, sedangkan doa 1.000 hari menjadi bentuk penghormatan dan doa bagi almarhumah Limah binti Mayan.
Di sisi lain, kehadiran keluarga besar MADAS DPAC Kedungdung menunjukkan kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan di antara anggota.
Melalui kegiatan tersebut, MADAS Kabupaten Sampang tidak hanya menjaga agenda organisasi, tetapi juga berupaya merawat tradisi silaturahmi dan kegiatan keagamaan di tengah masyarakat.
Dengan semangat persaudaraan, keluarga besar MADAS diharapkan dapat terus menjaga kekompakan, saling mendukung dan menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.
Kegiatan ditutup dengan suasana penuh keakraban melalui rutinan dan arisan MADAS DPAC Kedungdung. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah organisasi tumbuh dari komunikasi, silaturahmi dan kebersamaan yang terus dirawat.
Samsul








