Sampang, Liputan12.com — Upaya pembenahan sarana dan prasarana terus dilakukan jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun keluarga warga binaan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kondisi sejumlah fasilitas penunjang operasional yang sebelumnya dinilai belum mencerminkan wajah pelayanan publik yang ideal. Penampilan kendaraan tangki air yang terlihat kurang terawat, misalnya, menjadi salah satu bagian yang mendorong jajaran Rutan untuk terus melakukan pembenahan secara bertahap.
Di bawah kepemimpinan Kepala Rutan (Ka. Rutan) Agus, semangat perubahan tersebut diarahkan tidak hanya pada aspek internal, tetapi juga menyentuh fasilitas yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
Agus menyampaikan bahwa pembenahan menjadi bagian dari upaya untuk menjadikan Rutan mampu tampil lebih representatif dan sejajar dengan instansi pemerintah lainnya, terutama dalam hal pelayanan publik.
«“Memang betul-betul berjuang. Kelihatan kumuh, ya? Bagaimana kita bisa mensejajarkan diri dengan instansi-instansi lain biar agak eksis seperti itu,” ujar Agus di hadapan awak media dan sejumlah tamu undangan.»
Rencana Gedung Pelayanan Publik di Area Depan Rutan
Langkah pembenahan tersebut tidak berhenti pada sarana operasional. Agus juga mengungkapkan adanya rencana pembangunan gedung pelayanan publik yang akan ditempatkan di bagian depan Rutan.
Gedung tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi ruang pelayanan yang lebih tertata, termasuk sebagai tempat antrean bagi masyarakat dan keluarga warga binaan yang hendak melakukan kunjungan.
Konsep tersebut dinilai penting karena pelayanan kepada masyarakat membutuhkan ruang yang layak, nyaman, tertib, serta mampu memberikan kesan yang lebih humanis.
Menurut Agus, rencana tersebut sebenarnya sudah menjadi bagian dari gagasan pembenahan Rutan. Namun, pelaksanaannya masih menyesuaikan dengan kondisi anggaran dan kebijakan efisiensi yang ada.
«“Ada satu lagi yang belum kita wujudkan karena terkait keterbatasan anggaran. Nanti di depan ini mau kita buatkan gedung untuk pelayanan. Jadi orang besok masuk, antre dalam pelayanan publik dengan nyaman dan layak,” jelasnya.»
Jika terealisasi, keberadaan gedung tersebut diharapkan dapat membantu menata alur pelayanan sejak masyarakat pertama kali memasuki kawasan Rutan. Selain memberikan kenyamanan, fasilitas itu juga diharapkan mampu menciptakan pelayanan yang lebih teratur dan profesional.
Komunikasi Menjadi Bagian dari Upaya Pembenahan
Dalam menjalankan berbagai program pembenahan, Agus mengungkapkan bahwa komunikasi dan koordinasi menjadi salah satu bagian penting.
Menurutnya, tidak seluruh kebutuhan sarana dan prasarana harus selalu bergantung pada pengadaan baru. Dengan komunikasi yang baik, berbagai aset atau bantuan yang masih layak digunakan namun sudah tidak dimanfaatkan oleh pihak lain dapat dikoordinasikan agar memberikan manfaat di tempat lain, sepanjang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
«“Ini semua kan tergantung komunikasi kita. Kita jalin komunikasi aktif ke Kanwil maupun pihak luar. Kalau ada aset atau bantuan di luar yang sudah tidak mereka butuhkan lagi, kita koordinasikan untuk dimanfaatkan di sini,” ungkap Agus.»
Komunikasi tersebut dilakukan baik secara vertikal dengan jajaran Kantor Wilayah maupun secara horizontal dengan berbagai pihak di luar Rutan.
Namun demikian, Agus menegaskan bahwa setiap bentuk dukungan atau bantuan dari pihak luar tetap harus memperhatikan aturan serta tidak mengganggu keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.
«“Apakah kalau di luar Rutan boleh membantu? Boleh! Tapi sekali lagi catatannya, yang penting di dalam itu terjadi ketertiban dan tidak mengganggu aktivitas operasional Rutan,” tegasnya.»
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keterlibatan pihak eksternal dalam mendukung pembenahan fasilitas tetap harus berjalan secara tertib dan sesuai mekanisme yang berlaku.
Dorong Wajah Pelayanan Rutan Lebih Humanis
Pembenahan fasilitas publik menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang lebih nyaman bagi masyarakat. Bagi keluarga warga binaan, ruang pelayanan yang tertata juga dapat memberikan pengalaman yang lebih baik ketika mengurus kebutuhan kunjungan maupun layanan lainnya.
Transformasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun citra pelayanan pemasyarakatan yang lebih terbuka, tertib, dan humanis.
Semangat pembenahan itu turut mendapat perhatian dari sejumlah elemen masyarakat. Ketua Umum KP2TRAN (Komite Peduli Bersama), Sa.uri, bersama tokoh masyarakat Maskur, turut menyaksikan dan memberikan dukungan terhadap berbagai langkah pembenahan yang dilakukan jajaran Rutan.
Kehadiran unsur masyarakat tersebut menjadi bagian dari sinergi antara institusi pemasyarakatan dengan masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan.
Dengan komunikasi, koordinasi, serta dukungan berbagai pihak, pembenahan fasilitas diharapkan dapat dilakukan secara bertahap. Mulai dari sarana operasional hingga rencana pembangunan gedung pelayanan publik, seluruhnya diarahkan pada satu tujuan, yakni menghadirkan pelayanan yang semakin tertib, nyaman, layak, dan tetap mengedepankan keamanan.
Transformasi tersebut juga menjadi gambaran bahwa pembenahan sebuah institusi tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Perubahan dapat berawal dari kepedulian terhadap fasilitas sederhana, kemudian berkembang menjadi gagasan untuk menghadirkan sistem pelayanan publik yang lebih baik dan representatif.
Saladin


