- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Lailatul Ijtimak MWC NU Sokobanah Zona Timur Digelar, Perkuat Silaturahmi dan Konsolidasi Ranting

Sabtu, 05 September 2026 | 9/05/2026 10:34:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-05T15:34:05Z
Suasana khidmat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman Ketua Syuriyah MWC NU Sokobanah, KH. Arif Fauzi, saat puluhan pengurus Ranting dan Anak Ranting NU dari empat desa di Zona Timur berkumpul dalam Lailatul Ijtimak, Sabtu (5/9/2026) malam.


Sampang, Liputan12.com – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, menggelar kegiatan Malam Lailatul Ijtimak untuk wilayah Zona Timur. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Ketua Syuriyah MWC NU Kecamatan Sokobanah, KH. Arif Fauzi, dengan dihadiri jajaran pengurus serta perwakilan ranting dan anak ranting NU dari wilayah Zona Timur, (05-09-2026).


Malam Lailatul Ijtimak tersebut tidak hanya menjadi kegiatan rutin keagamaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, meningkatkan ukhuwah, sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan, ranting hingga anak ranting.


Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Rangkaian acara diawali dengan istigasah bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan doa bersama. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh kekhusyukan sebelum kemudian dilanjutkan dengan kajian kitab yang disampaikan langsung oleh Ketua Syuriyah MWC NU Kecamatan Sokobanah, KH. Arif Fauzi.


Kajian tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Lailatul Ijtimak karena selain memperkuat pemahaman keagamaan para jamaah, juga menjadi sarana untuk terus menjaga tradisi keilmuan dan pengamalan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah di lingkungan Nahdlatul Ulama.


Setelah rangkaian kegiatan keagamaan selesai, acara kemudian dilanjutkan dengan musyawarah dan pembahasan organisasi. Salah satu hal yang menjadi pembahasan adalah mengenai pembagian wilayah kegiatan MWC NU Kecamatan Sokobanah menjadi beberapa zona.


Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Sokobanah, Ustadz Jumali, menjelaskan bahwa Kecamatan Sokobanah memiliki sebanyak 12 desa. Untuk mempermudah koordinasi dan pelaksanaan kegiatan organisasi, 12 desa tersebut dibagi menjadi tiga wilayah atau zona.


“Di Kecamatan Sokobanah ada 12 desa yang dibagi menjadi tiga wilayah, yaitu Wilayah Timur, Wilayah Tengah dan Wilayah Barat,” ujar Ustadz Jumali.


Pembagian tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari upaya MWC NU Kecamatan Sokobanah untuk membangun pola koordinasi yang lebih efektif. Dengan adanya pembagian zona, kegiatan organisasi diharapkan dapat berjalan lebih terarah serta mampu menjangkau seluruh ranting dan anak ranting secara merata.


Adapun kegiatan Lailatul Ijtimak yang dilaksanakan kali ini merupakan pertemuan untuk Zona Timur. Wilayah tersebut terdiri dari empat desa yang mencakup ranting dan anak ranting NU, yakni Tamberu Timur, Tamberu Barat, Tamberu Daya dan Tamberu Laok.


“Untuk yang berkumpul pada malam ini merupakan wilayah Zona Timur, yang terdiri dari empat desa, yaitu Tamberu Timur, Tamberu Barat, Tamberu Daya dan Tamberu Laok,” jelasnya.


Dengan adanya pembagian tersebut, masing-masing zona nantinya diharapkan dapat menjadi ruang komunikasi dan koordinasi bagi pengurus NU di wilayah masing-masing. Berbagai persoalan, kebutuhan organisasi maupun agenda kegiatan keagamaan dapat dibicarakan secara bersama-sama melalui forum tersebut.


Ustadz Jumali juga menyampaikan bahwa Lailatul Ijtimak MWC NU Kecamatan Sokobanah akan dilaksanakan secara rutin satu kali dalam setiap bulan.


Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada Minggu pertama di awal bulan, dengan tempat pelaksanaan dilakukan secara bergiliran di setiap ranting. Sistem bergilir ini dimaksudkan agar seluruh ranting mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah sekaligus memperluas jalinan silaturahmi antar-pengurus dan warga NU.


“Lailatul Ijtimak ini akan dilaksanakan sebulan sekali, setiap Minggu pertama di awal bulan, dan tempatnya bergiliran di setiap ranting,” ungkap Ustadz Jumali.


Menurutnya, kegiatan rutin tersebut diharapkan tidak berhenti sebatas pertemuan formal organisasi. Lebih dari itu, Lailatul Ijtimak diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat kebersamaan, membangun komunikasi antarpengurus, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat.


Melalui forum tersebut, pengurus MWC NU bersama ranting dan anak ranting dapat saling bertukar informasi, menyampaikan masukan serta menyusun langkah bersama dalam menjalankan program-program organisasi.


Pembagian wilayah menjadi Zona Timur, Zona Tengah dan Zona Barat juga diharapkan mampu membuat koordinasi organisasi menjadi semakin efektif. Pengurus di setiap wilayah dapat lebih mudah melakukan komunikasi dan membangun kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah.


Selain itu, kegiatan Lailatul Ijtimak juga menjadi sarana untuk menjaga tradisi silaturahmi, istigasah, kajian keislaman dan musyawarah yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan warga Nahdlatul Ulama.


Kegiatan di kediaman KH. Arif Fauzi tersebut akhirnya menjadi momentum bersama untuk memperkuat hubungan antara Syuriyah, Tanfidziyah, ranting dan anak ranting NU di Kecamatan Sokobanah.


Dengan agenda yang dilaksanakan secara rutin dan bergiliran, MWC NU Kecamatan Sokobanah berharap semangat kebersamaan dan kekompakan seluruh jajaran NU semakin kuat. Tidak hanya dalam menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga dalam memberikan manfaat dan kontribusi positif bagi masyarakat.


Lailatul Ijtimak pun diharapkan menjadi ruang untuk menyatukan langkah, memperkuat ukhuwah, serta menjaga keberlangsungan nilai-nilai keagamaan dan tradisi Nahdlatul Ulama di Kecamatan Sokobanah, khususnya melalui sinergi antara pengurus MWC, ranting dan anak ranting di tiga wilayah yang telah ditetapkan.



Editor : Sonhaji

×
Berita Terbaru Update