- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ketahanan Pangan Diperkuat, BUMDes Turi Mandiri Optimalkan Potensi Hewani dan Nabati

Selasa, 15 September 2026 | 9/15/2026 05:09:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-15T10:09:04Z
Upaya memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa terus digencarkan Pemerintah Desa Turi, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan melalui optimalisasi BUMDes Turi Mandiri dengan mengembangkan unit usaha penyewaan lahan padi gogo dan ayam petelur berbasis potensi lokal.


Lamongan, Liputan12.com — Pemerintah Desa Turi, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat sekaligus ketahanan pangan desa melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Turi Mandiri.


Langkah tersebut dilakukan dengan mengembangkan sejumlah unit usaha berbasis potensi lokal, di antaranya penyewaan lahan untuk budidaya tanaman padi gogo serta pengembangan usaha ayam petelur sebagai komoditas sektor nabati dan hewani.


Pengembangan kedua sektor tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mengelola potensi desa sekaligus mendukung program ketahanan pangan. Selain berorientasi pada penguatan ekonomi desa, program ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.


Kepala Desa Turi, Mukholik, mengatakan, pada tahun ini BUMDes Turi Mandiri memfokuskan pengembangan usaha pada penyewaan lahan pertanian untuk ditanami padi gogo dan unit usaha ayam petelur.


Menurutnya, pilihan tersebut tidak terlepas dari potensi yang dimiliki Desa Turi serta kebutuhan masyarakat terhadap komoditas pangan yang relatif stabil.


“Tujuan utama dari program BUMDes Turi Mandiri melalui usaha sewa lahan dan ayam petelur adalah membantu meningkatkan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Mukholik, Senin (14/9/2026).


Mukholik menjelaskan, keberadaan unit usaha tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk mengejar keuntungan bagi BUMDes. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.


Melalui pengelolaan lahan pertanian, masyarakat dapat terlibat secara langsung dalam aktivitas produksi pangan. Sementara pengembangan ayam petelur diharapkan mampu mendukung ketersediaan sumber protein hewani sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di tingkat desa.


“Dengan program ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek ekonomi yang ikut berperan dalam mengembangkan potensi desa,” jelasnya.


Ia menambahkan, penguatan sektor pangan di tingkat desa juga sejalan dengan semangat pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan membangun perekonomian yang berbasis pada potensi lokal.


Karena itu, Pemerintah Desa Turi berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan masyarakat agar setiap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata.


Desa Turi sebelumnya juga telah melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan, termasuk mendorong pemanfaatan pekarangan rumah masyarakat.


Dengan hadirnya BUMDes Turi Mandiri sebagai wadah usaha desa yang dikelola secara lebih terstruktur, potensi tersebut diharapkan dapat dikembangkan dalam skala yang lebih besar dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalisme, transparansi dan akuntabilitas.


Mukholik, yang juga berlatar belakang sebagai pengusaha, berharap pengembangan BUMDes tidak berhenti pada usaha pertanian dan ayam petelur. Ke depan, pihaknya akan terus melihat peluang usaha lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan.


“ Kunci keberhasilan adalah kolaborasi aktif antara aparat pemerintah desa, pengurus BUMDes, dan seluruh elemen masyarakat. Motivasi bersama harus terus dibangun agar pengelolaan BUMDes semakin profesional dan akuntabel,” tuturnya.


Ia berharap keberadaan BUMDes Turi Mandiri benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.


“Mudah-mudahan Desa Turi semakin maju dan keberadaan BUMDes Mandiri ini bisa memberikan manfaat secara nyata bagi seluruh warga masyarakat,” harap Mukholik.


Sementara itu, Direktur BUMDes Turi Mandiri menambahkan, pengembangan badan usaha desa merupakan salah satu strategi untuk mendorong desa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dengan mengandalkan potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.


Menurutnya, usaha penyewaan lahan pertanian dan ayam petelur dipilih karena memiliki prospek serta kebutuhan pasar yang relatif stabil.


“Usaha sewa lahan untuk ditanami padi dan ayam petelur kami pilih karena memiliki potensi ekonomi dan kebutuhan pasar yang cukup stabil. Harapannya, usaha ini nantinya dapat memberikan pendapatan bagi BUMDes sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.


Ia menjelaskan, untuk usaha pertanian, lahan yang dikelola bersama masyarakat dan pengurus BUMDes saat ini telah memasuki tahap panen.


Sementara itu, pembangunan kandang ayam petelur juga telah selesai dan siap digunakan. Jika tidak ada kendala, kandang tersebut ditargetkan mulai diisi ayam petelur pada bulan depan.


“Usaha sewa lahan untuk tanaman padi yang dikelola masyarakat bersama pengurus BUMDes saat ini sudah panen. Hari ini juga sudah berdiri kandang ayam petelur. Mudah-mudahan bulan depan sudah terisi ayam petelur,” ungkapnya.


Pengembangan dua sektor tersebut menjadi bagian dari upaya Desa Turi dalam membangun kemandirian pangan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.


Dengan pengelolaan yang profesional dan melibatkan masyarakat, BUMDes Turi Mandiri diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu penggerak ekonomi desa serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan warga.


Program tersebut sekaligus menjadi contoh bahwa pengelolaan potensi desa yang dilakukan secara terencana, transparan dan berkelanjutan dapat menjadi fondasi bagi terwujudnya desa yang mandiri secara ekonomi dan kuat dalam ketahanan pangan.



(Ther)

×
Berita Terbaru Update