- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Jalan Rusak hingga Krisis Air Bersih Jadi Sorotan, Warga Tamberu Barat Titip Aspirasi di Musrenbangdes 2027

Kamis, 24 September 2026 | 9/24/2026 01:26:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-24T06:26:53Z
Persoalan jalan rusak, krisis air bersih, dan kebutuhan sektor pertanian mendominasi Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang dalam penyusunan RKPDesa 2027 dan DU RKPD 2028, Rabu (24/9/2026).


Sampang, Liputan12.com — Persoalan infrastruktur hingga kebutuhan dasar masyarakat mencuat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, Kamis (24/9/2026).


Forum yang digelar di Balai Desa Tamberu Barat tersebut bukan sekadar agenda tahunan pemerintahan desa. Musrenbangdes menjadi ruang bagi pemerintah desa, BPD, kepala dusun, tokoh masyarakat dan berbagai unsur terkait untuk menyampaikan serta membahas kebutuhan yang dinilai penting bagi masyarakat dalam rencana pembangunan Tahun Anggaran 2027.


Sejumlah aspirasi mengemuka dalam forum tersebut. Perbaikan infrastruktur jalan, kebutuhan sektor pertanian, hingga akses air bersih menjadi beberapa persoalan yang mendapat perhatian dalam pembahasan.





Kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan sambutan Pj. Kepala Desa Tamberu Barat, Ach. Rifandi.


Dalam sambutannya, Ach. Rifandi mengapresiasi kehadiran seluruh peserta yang ikut terlibat dalam proses perencanaan pembangunan desa.


Menurutnya, perencanaan pembangunan harus mampu menangkap kebutuhan masyarakat secara langsung. Karena itu, keterlibatan perangkat desa, kepala dusun, BPD, tokoh masyarakat dan unsur lainnya menjadi bagian penting dalam menentukan arah pembangunan.


“Khusus Bapak Camat Haji Sapta Nuris Ramlan, insyaallah banyak hal yang akan disampaikan kepada kita semua terkait pembahasan rencana kerja Pemerintah Desa Tamberu Barat tahun anggaran 2027,” ujar Ach. Rifandi.


Ia mengajak seluruh peserta tidak sekadar hadir, tetapi aktif mengikuti pembahasan agar setiap usulan yang muncul dapat dikaji dan ditentukan berdasarkan skala prioritas.





Jalan Rusak Jadi Perhatian


Salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah kondisi infrastruktur jalan.


Jalan bukan hanya berkaitan dengan mobilitas warga. Bagi masyarakat desa, akses jalan juga menjadi penghubung menuju lahan pertanian, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pusat ekonomi dan berbagai aktivitas masyarakat lainnya.


Karena itu, aspirasi terkait perbaikan jalan menjadi bagian penting dalam penyusunan prioritas pembangunan Desa Tamberu Barat untuk Tahun Anggaran 2027.


Selain infrastruktur, sektor pertanian juga mendapat perhatian. Aspirasi tersebut berkaitan dengan kebutuhan masyarakat yang aktivitas ekonominya masih bertumpu pada sektor pertanian.


Persoalan lain yang turut mencuat adalah akses air bersih.


Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, aspirasi mengenai ketersediaan dan akses air bersih menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam penyusunan program pembangunan desa.


Camat Tekankan Pentingnya Musyawarah


Camat Sokobanah, Sapta Nuris Ramlan, dalam arahannya menegaskan bahwa pembangunan desa tidak mungkin dipikirkan dan dilaksanakan oleh kepala desa seorang diri.


Menurutnya, diperlukan keterlibatan seluruh unsur desa agar program yang disusun benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.


“Jadi saya ucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Pak Pj. Karena terus terang kalau Pak Pj sendiri yang memikirkan, seketika tentu pusing. Saya yakin beliau tidak mampu memenuhi ini sendirian. Jadi mator sakalangkong (terima kasih banyak) atas bantuan Panjenengan, terutama kepala dusun dan perangkat desa yang sudah menyampaikan usulan-usulan yang akan dikerjakan,” ungkap Sapta.


Ia meminta seluruh usulan yang telah disampaikan agar dimusyawarahkan secara bersama. Menurutnya, setiap program harus melalui proses pembahasan sehingga dapat ditentukan berdasarkan kebutuhan dan prioritas.


Sapta juga mengapresiasi pelaksanaan pra-musyawarah yang sebelumnya telah dilakukan Pemerintah Desa Tamberu Barat.


“Untuk daftar usulan ini silakan dimusyawarahkan. Apalagi tadi sudah disampaikan untuk Desa Tamberu Barat sudah ada pra-musyawarah. Kalau tidak keliru kemarin malam sudah melakukan musyawarah, dan saya yakin usulan yang akan dikerjakan sudah melalui proses seleksi yang matang,” jelasnya.


Musrenbangdes tersebut dihadiri Pj. Kepala Desa Tamberu Barat, Ketua dan anggota BPD, perangkat desa, perwakilan TP PKK, kader Posyandu, Kepala Puskesmas Tamberu Barat, bendahara desa, tokoh masyarakat, pendamping desa, Babinsa serta Camat Sokobanah.


Forum tersebut selanjutnya menjadi ruang untuk membahas dan menyaring berbagai aspirasi yang telah dihimpun sebelumnya.


Dari jalan hingga air bersih, aspirasi yang disampaikan masyarakat menjadi bagian dari bahan perencanaan pembangunan Desa Tamberu Barat Tahun Anggaran 2027.


Kini, tantangannya adalah bagaimana berbagai kebutuhan tersebut dapat diterjemahkan menjadi program pembangunan yang terukur, sesuai prioritas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.



Editor : Sonhaji 

×
Berita Terbaru Update