Sukabumi, Liputan12.com — Bagi warga Desa Sirnarasa, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, berobat bukan perkara sederhana. Jarak menuju rumah sakit di Palabuhanratu disebut membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan. Di tengah kondisi ekonomi sebagian warga yang terbatas, persoalan kesehatan pun dapat menjadi beban tersendiri.
Kondisi itu sedikit teratasi pada Kamis (24/9/2026). Sejak pagi, Bale Desa Sirnarasa dipadati warga yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan gratis dalam kegiatan bakti sosial yang digelar PT Daya Mas Cisolok Geothermal (DMCG).
Sedikitnya 500 warga menjadi target pelayanan kesehatan gratis dalam kegiatan tersebut. Antusiasme masyarakat bahkan terlihat sejak kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB.
Bukan hanya warga Desa Sirnarasa. Masyarakat dari sejumlah desa lain di wilayah Kecamatan Cikakak turut berdatangan untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi PT DMCG dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, RSUD Palabuhanratu, serta relawan dari berbagai unsur.
Bagi warga di wilayah yang akses kesehatannya relatif jauh, kehadiran tenaga medis di tengah desa memberikan kemudahan tersendiri. Warga tidak perlu terlebih dahulu menempuh perjalanan panjang ke Palabuhanratu hanya untuk mendapatkan pemeriksaan awal.
Jarak dan Ekonomi Jadi Perhatian
Kepala Teknik Panas Bumi PT DMCG, Dimas Tito, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, hubungan dengan masyarakat perlu dibangun tidak hanya melalui aktivitas perusahaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kebutuhan warga.
«“Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada keluarga di sini. Karena pusat kegiatan kami nantinya akan berada di sini, jadi sejak sekarang kami ingin membangun hubungan emosional yang baik dengan warga. Selama ini warga sangat mendukung kami,” ujar Dimas Tito kepada awak media.»
Dimas menjelaskan, kondisi geografis Desa Sirnarasa menjadi salah satu pertimbangan dilaksanakannya kegiatan tersebut.
«“Desa ini terpencil, kalau warga mau ke rumah sakit di Palabuhanratu butuh waktu sekitar 1,5 jam perjalanan. Ditambah lagi kondisi ekonomi warga yang terbatas. Jadi kami berupaya semaksimal mungkin menghadirkan layanan ini. Alhamdulillah antusiasnya sangat bagus,” jelasnya.»
Menurut Dimas, program sosial tersebut tidak berhenti pada kegiatan pengobatan gratis. PT DMCG melalui Departemen CDCR (Community Development/Community Relations) juga menyiapkan sejumlah program sosial lainnya.
Salah satu fasilitas yang disebut akan direalisasikan adalah ambulans untuk masyarakat Desa Sirnarasa.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu mobilitas warga ketika membutuhkan pelayanan kesehatan lanjutan maupun rujukan ke rumah sakit.
Warga Datang, Kebutuhan Kesehatan Terjawab
Kepala Desa Sirnarasa, Okih Suryadi, yang akrab disapa Jaro Okih, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
Ia mengatakan tingginya antusiasme warga menunjukkan bahwa layanan kesehatan seperti ini memang dibutuhkan masyarakat.
«“Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada pihak perusahaan dan semua rekanan. Antusias warga sangat tinggi, baik yang punya kupon maupun yang tidak punya kupon, semua ingin berobat. Nanti setelah yang punya kupon selesai, yang tidak punya kupon juga tetap akan dilayani,” kata Jaro Okih.»
Menurutnya, manfaat kegiatan tersebut langsung dirasakan masyarakat.
«“Dampak positifnya luar biasa. Masyarakat kami sangat membutuhkan bantuan seperti ini,” ujarnya.»
Jaro Okih berharap perhatian terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat Sirnarasa dapat terus berlanjut. Ia menginginkan adanya layanan kesehatan yang lebih dekat dan berkelanjutan sehingga warga tidak selalu harus pergi jauh ketika membutuhkan pengobatan.
«“Harapan saya ke depan PT DMCG bisa terus membantu, mungkin mengadakan lagi pengobatan gratis, dan yang paling kami harapkan ada klinik atau dokter di Desa Sirnarasa. Karena dana desa sangat terbatas untuk membantu warga yang sakit. Alhamdulillah dengan hadirnya DMCG, kami sangat terbantu,” pungkasnya.»
Kegiatan di Bale Desa Sirnarasa tersebut menjadi gambaran nyata tentang tantangan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil. Ketika jarak menuju rumah sakit masih panjang dan kemampuan ekonomi menjadi salah satu pertimbangan, layanan kesehatan yang hadir lebih dekat dengan masyarakat memiliki arti penting bagi warga.
Bagi masyarakat Sirnarasa, pengobatan gratis hari itu bukan sekadar agenda sosial. Di tengah keterbatasan akses, kehadiran layanan kesehatan langsung di desa menjadi kesempatan bagi warga untuk memeriksakan kondisi kesehatan tanpa harus terlebih dahulu menempuh perjalanan jauh.
Ajid Alvaro





