- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

HEBOH! "Inisiatif Bobon Santoso Tawarkan Rp1 Miliar Dana Pribadi Tebus 9 Warga Sipil Disandera OPM"

Sabtu, 05 September 2026 | 9/05/2026 09:04:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-05T02:04:38Z


BALI, Luputan12.com – Sebuah video pernyataan dari Bobon Santoso viral di media sosial sejak 4 September 2026. Dalam video itu, Bobon menyatakan siap menyiapkan dana Rp1 miliar sebagai tebusan untuk membebaskan 9 orang warga sipil yang diduga disandera oleh kelompok OPM.


Video berdurasi lebih dari 1 menit itu diunggah melalui akun TikTok @bobonsantoso dan Instagram @bobonsantoso. Dalam video, Bobon tampil di depan tumpukan uang pecahan Rp100 ribu dan Rp50 ribu.


Isi Pernyataan Bobon Santoso

Bobon menyebut penyanderaan masih berlangsung hingga saat ini dan melibatkan warga sipil, "terlebih lagi anak-anak di bawah umur".


"Situasi ini merupakan krisis kemanusiaan dan berpotensi menjadi pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip hukum humaniter internasional," ujar Bobon dalam video tersebut.


Ia menegaskan tidak setuju jika konflik dengan aparat negara menyeret masyarakat sipil.

"Jika berkonflik dengan aparat negara memang menjadi pilihan, silakan. Namun jangan seret masyarakat sipil, terlebih anak-anak, ke dalam pusaran konflik," lanjutnya.


Atas nama pribadi, Bobon mengajukan permohonan kepada pihak OPM untuk melepaskan 9 orang sandera dengan tebusan Rp1 miliar.

"Saya atas nama pribadi memohon kepada pihak OPM untuk melepaskan 9 sandera dengan tebusan 1 miliar rupiah. Untuk keselamatan dan kebebasan mereka," katanya.


Daftar 9 Nama Sandera yang Disebutkan

Dalam video, Bobon juga menyebut inisial dan usia 9 orang yang disebut sebagai sandera:

1. NW, 17 tahun, hamil muda

2. AM, kelas 6 SD

3. NA, kelas 4 SD

4. OM, kelas 3 SD

5. YS, 18 tahun

6. MN, 15 tahun

7. WK, 18 tahun

8. IO, 18 tahun

9. MN, 13 tahun


Bobon menegaskan agar kesembilan orang itu "harus pulang tanpa ada satu pun yang tertinggal dan dalam keadaan selamat".


Tegaskan Inisiatif Pribadi

Bobon juga menegaskan bahwa pernyataan ini lahir dari inisiatif pribadi.

"Saya menegaskan bahwa pernyataan ini sepenuhnya lahir dari inisiatif pribadi. Tidak ada campur tangan, intervensi, arahan, atau keterlibatan pihak manapun. Ini adalah suara seorang sipil yang semata-mata berdiri atas nama kemanusiaan," jelasnya.


Ia menambahkan tidak ada alasan politik, ideologi, atau teritorial yang dapat membenarkan penderitaan masyarakat sipil.


Di akhir video, Bobon membuka ruang komunikasi bagi siapa pun yang dapat menjembatani dengan pihak terkait demi keselamatan para sandera. Ia meminta agar menghubunginya melalui nomor 081299779939.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak keamanan, pemerintah daerah, maupun pihak yang disebut dalam video terkait kebenaran informasi penyanderaan tersebut.


CATATAN REDAKSI: Berita ini disusun berdasarkan video pernyataan Bobon Santoso yang beredar di media sosial pada 4 September 2026. Redaksi tidak dapat memverifikasi secara independen kebenaran klaim penyanderaan tersebut.


Billy Pratama Raharjo

×
Berita Terbaru Update