- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Guru SDN Babatkumpul Unik, Ajarkan Matematika dengan Metode “Seblak Prasmanan Matematika”

Kamis, 10 September 2026 | 9/10/2026 06:30:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-10T11:33:11Z
Bosan dengan rumus yang bikin pusing, seorang guru di SDN Babatkumpul, Kecamatan Pucuk, Lamongan, mengubah pelajaran matematika menjadi selezat seblak. Lewat inovasi bernama “Seblak Prasmanan Matematika”, siswa diajak memilih soal layaknya memilih topping seblak prasmanan sesuai selera mereka.


Lamongan, Liputan12.com – Inovasi pembelajaran kembali dilakukan oleh tenaga pendidik di SDN Babatkumpul, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Seorang guru di sekolah tersebut menciptakan metode pembelajaran matematika yang unik dan menyenangkan dengan memanfaatkan konsep makanan seblak sebagai media belajar.

Metode yang diberi nama “Seblak Prasmanan Matematika” tersebut dirancang untuk mengubah suasana pembelajaran matematika menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Kepala SDN Babatkumpul, Kusniatur Rahma, S.Pd., menjelaskan bahwa dalam penerapannya guru menyiapkan berbagai properti pendukung pembelajaran. Siswa dibuat seolah-olah sedang melakukan transaksi atau memilih menu di sebuah warung seblak.

“Dalam metode ini guru menyediakan berbagai properti pendukung agar siswa merasa seolah-olah sedang bertransaksi di warung seblak,” ujar Kusniatur.

Berbagai bahan seblak, seperti kerupuk, mi, bakso, hingga sayuran, digunakan sebagai media yang mewakili angka maupun konsep matematika tertentu. Setiap bahan dapat memiliki nilai atau operasi yang berbeda, sehingga siswa harus menyusun “resep” seblak berdasarkan soal matematika yang diberikan.

Dalam praktiknya, metode tersebut diterapkan pada materi volume bangun ruang. Soal-soal matematika dikaitkan dengan berbagai topping seblak yang telah disiapkan oleh guru.

“Siswa kemudian memilih soal sesuai dengan topping yang mereka sukai, layaknya mengambil seblak secara prasmanan,” tuturnya.

Setelah memilih soal, siswa mengerjakan soal tersebut. Hasil pekerjaan kemudian ditempelkan pada piring kertas yang telah disediakan sebagai bagian dari aktivitas pembelajaran.

Menurut Kusniatur, inovasi tersebut tidak hanya bertujuan membuat pembelajaran menjadi lebih menarik, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman konsep dasar numerasi siswa.

Program tersebut diharapkan mampu mengembangkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan diharapkan dapat menumbuhkan minat serta motivasi siswa dalam mempelajari numerasi.

“Tujuannya meningkatkan efektivitas metode pembelajaran numerasi melalui pendekatan terdiferensiasi, berbasis inkuiri, dan penggunaan alat peraga yang lebih optimal,” paparnya.

Ia menambahkan, penerapan metode tersebut juga diharapkan dapat menghasilkan strategi pembelajaran numerasi yang lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.

Guru juga dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kesulitan belajar siswa dalam numerasi serta mendapatkan data mengenai perkembangan kemampuan numerasi sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pembelajaran secara berkelanjutan.

“Dengan demikian, kualitas pembelajaran numerasi diharapkan meningkat dan memberikan dampak positif terhadap Rapor Pendidikan. Di sisi lain, citra sekolah sebagai institusi yang inovatif dan responsif terhadap kebutuhan siswa juga semakin meningkat,” pungkasnya. (Ther)
×
Berita Terbaru Update