- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

WAKIL KETUA DPR RI SAAN MUSTOPA TINJAU KRISIS AIR DI CIKAKAK, BAK PENAMPUNGAN DITARGETKAN SELESAI SEPEKAN

Kamis, 10 September 2026 | 9/10/2026 07:25:00 PM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-10T12:27:15Z
Krisis air bersih tahunan yang membelit warga Kampung Kurnia, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, akhirnya mendapat intervensi langsung dari pusat. Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa turun ke lokasi dan menargetkan bak penampungan air permanen rampung dalam sepekan.


Sukabumi, Liputan12.com – Krisis air bersih yang setiap tahun melanda warga Kampung Kurnia, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat.


Wakil Ketua DPR RI Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) dari Fraksi NasDem, Saan Mustopa, turun langsung meninjau kondisi warga pada Kamis (10/9/2026).


Kedatangan Saan disambut warga dan jajaran pemerintah daerah. Sebelum meninjau lokasi sumber air, Saan menggelar dialog terbuka bersama masyarakat di Aula Desa Sukamaju.


Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Desa Sukamaju, Camat Cikakak, Wakapolres Sukabumi Kompol Agus Susanto, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi Sendi Apriadi, Kepala Pelaksana BPBD Eki Radiana Rizki, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq, Danramil dan Kapolsek Cikakak, serta para kepala desa se-Kecamatan Cikakak.


Bukan Sekadar Bantuan Tangki


Di hadapan warga Kampung Kurnia, Saan Mustopa menyampaikan bahwa persoalan krisis air bersih tidak cukup ditangani hanya dengan mengirimkan air menggunakan mobil tangki.


Menurutnya, bantuan tangki merupakan langkah darurat yang diperlukan ketika warga mengalami kesulitan air, namun belum menyentuh persoalan utama, yakni ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.


"Mengirim tangki itu sifatnya sesaat. Tidak menyelesaikan akar masalah. Warga butuh kepastian, butuh solusi jangka panjang yang airnya mengalir terus," tegas Saan.


Ia menjelaskan, tim ahli geodesi sebelumnya telah melakukan pemindaian menggunakan alat geolistrik hingga kedalaman sekitar 200 meter untuk mengetahui potensi cadangan air di sekitar permukiman warga.


Namun, berdasarkan hasil pemindaian tersebut, tidak ditemukan cadangan air yang memadai di sekitar kawasan permukiman Kampung Kurnia.


Meski demikian, tim menemukan satu titik sumber mata air baru yang lokasinya berada cukup jauh dari permukiman warga.


Temuan tersebut kemudian menjadi salah satu alternatif untuk menjawab kebutuhan air bersih masyarakat melalui pembangunan sistem distribusi air secara permanen.


Bak Penampungan Ditargetkan Rampung Sepekan


Sebagai langkah tindak lanjut, Saan Mustopa mendorong agar pembangunan bak penampungan air berkapasitas besar segera dilakukan.


Bak tersebut nantinya diharapkan dapat menampung air dari sumber mata air yang ditemukan dan selanjutnya dialirkan menuju rumah-rumah warga Kampung Kurnia.


"Nanti saya rundingkan dengan Pak Kades, Pak Camat, Pak Kadis Perkim, dan Pak Kalak BPBD. Desainnya sudah oke, kita ingin bak ini langsung dibangun. Lebih cepat lebih baik, targetnya seminggu jadi," ujarnya.


Usai berdialog dengan warga, Saan juga menyerahkan bantuan air bersih secara simbolis kepada masyarakat.


Ia kemudian bersama rombongan meninjau langsung titik sumber mata air yang direncanakan menjadi bagian dari sistem penyediaan air bersih bagi warga.


Pemkab Sukabumi Siap Keroyokan


Rencana tersebut mendapat respons positif dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Kepala Dinas Perkim Kabupaten Sukabumi, Sendi Apriadi, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan tersebut di lapangan.


"Amanat Pak Waka DPR RI, dalam seminggu ini harus sudah terealisasi. Kami dari Perkim akan siapkan DED dan gambar teknisnya, untuk fisiknya kita keroyok bareng masyarakat," kata Sendi.


Menurut Sendi, pembangunan bak penampungan akan dilakukan melalui kolaborasi antara Dinas Perkim, BPBD, pemerintah desa, serta masyarakat.


Ia juga menyebut tidak menutup kemungkinan adanya dukungan anggaran dari APBN apabila kawasan tersebut memenuhi kriteria dan masuk dalam kategori kawasan kumuh yang layak mendapatkan intervensi.


Dengan adanya rencana pembangunan tersebut, warga Kampung Kurnia berharap persoalan krisis air bersih yang selama bertahun-tahun mereka alami dapat segera mendapatkan solusi permanen.


Masyarakat pun berharap pembangunan infrastruktur penampungan dan distribusi air tersebut benar-benar dapat direalisasikan sesuai target, sehingga kebutuhan air bersih tidak lagi bergantung pada bantuan tangki ketika musim kekeringan datang.



Reporter: Ajid Alvaro

Editor: Redaksi

×
Berita Terbaru Update