- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Ditegur karena Ugal-Ugalan dan Knalpot Bising, Pria Asal Pamekasan Diduga Bacok Warga Indramayu

Sabtu, 26 September 2026 | 9/26/2026 07:59:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-26T00:59:12Z
Teguran karena berkendara ugal-ugalan dan knalpot bising berujung berdarah. Seorang warga Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu berinisial R (38) harus dilarikan ke rumah sakit setelah diduga dibacok dengan celurit oleh pengendara motor berinisial M (31) asal Pamekasan, Rabu (23/9/2026) sore.


Indramayu, Liputan12.com — Teguran seorang warga berujung insiden berdarah. Seorang pria berinisial M (31), warga asal Pamekasan, Madura, diamankan polisi setelah diduga membacok warga berinisial R (38) di Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Rabu (23/9/2026).


Peristiwa tersebut diduga bermula ketika korban menegur M yang melintas menggunakan sepeda motor dengan suara knalpot keras dan cara berkendara yang dinilai ugal-ugalan.


Saat kejadian, R disebut sedang berada di bengkel miliknya yang berada di sekitar kawasan toko kelontong Madura dengan sepanduk bertuliskan "BHUMI ALAM".


Teguran tersebut diduga membuat M tersulut emosi. Tak lama berselang, M disebut kembali mendatangi korban dengan membawa senjata tajam jenis celurit.


Korban kemudian diduga menjadi sasaran ayunan celurit hingga mengenai bagian paha. Akibatnya, R mengalami luka robek dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.


Warga Berdatangan, Situasi Sempat Memanas


Kabar mengenai pembacokan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kemarahan warga sekitar.


Dalam video yang beredar, sejumlah besar warga tampak mendatangi kawasan toko milik pelaku. Massa terlihat berkumpul setelah mengetahui adanya dugaan penganiayaan terhadap warga setempat.


Situasi yang sempat memanas kemudian berhasil dikendalikan setelah jajaran Satreskrim Polres Indramayu bersama tim INAFIS tiba di lokasi.


Petugas langsung mengamankan M dan membawanya ke Mapolres Indramayu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Polisi juga memasang garis pengaman di sekitar lokasi serta mengerahkan personel guna mencegah kemungkinan terjadinya aksi main hakim sendiri.


Polisi Redam Isu SARA


Di tengah situasi tersebut, muncul pula narasi di media sosial yang mengaitkan kejadian dengan persoalan antarsuku.


Menyikapi hal itu, kepolisian bersama Ikatan Keluarga Madura (Ikama) Indramayu turun untuk membantu meredam situasi dan mengimbau masyarakat tidak terpancing informasi yang dapat memperkeruh keadaan.


Polisi menegaskan bahwa perkara tersebut merupakan dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh individu dan proses hukumnya akan berjalan berdasarkan fakta serta alat bukti yang ditemukan penyidik.


"Jangan bawa isu SARA. Ini murni kriminal perorangan. Serahkan sepenuhnya proses penanganan perkara ini kepada pihak kepolisian," tegas Kapolres Indramayu saat menemui warga di balai desa setempat.


M kini telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Satreskrim Polres Indramayu.


Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian, termasuk motif, kronologi, barang bukti, serta keterangan para pihak untuk memastikan konstruksi perkara secara utuh.


Masyarakat juga diimbau tidak melakukan tindakan main hakim sendiri maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Proses hukum terhadap terduga pelaku sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum.



Penulis : Saladin

×
Berita Terbaru Update