- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

DARI LIPUTAN MENJADI OPERASI SAR: Dokumentasi Terakhir 5 Jurnalis dan 3 ABK Hilang di Perairan Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 9/09/2026 08:20:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-09T01:20:17Z
Misi jurnalistik untuk mendokumentasikan erupsi Gunung Anak Krakatau berubah menjadi operasi kemanusiaan. Lima jurnalis dan tiga Anak Buah Kapal (ABK) hilang kontak setelah speedboat yang mereka tumpangi bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang menuju perairan Anak Krakatau, Senin (8/9/2026) pukul 14.00 WIB, dengan kontak terakhir terputus pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat 6°14’40.52″S 105°40’49.48″E.


Lampung-banten, Liputan12.com – Sebuah misi jurnalistik di kawasan Gunung Anak Krakatau berubah menjadi operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Sebanyak lima jurnalis bersama tiga anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang kontak setelah speedboat yang mereka tumpangi bertolak menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.


Foto yang disebut sebagai dokumentasi terakhir memperlihatkan lima jurnalis berada di atas speedboat pada Rabu (9/9/2026) sekitar pukul 04.15 WIB. Mereka tampak mengenakan masker dan membawa perlengkapan untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.


Misi yang semula ditujukan untuk mendapatkan informasi dan dokumentasi mengenai aktivitas gunung api tersebut kini berubah menjadi pencarian besar-besaran oleh tim gabungan.


Kronologi Hilangnya Speedboat


Berdasarkan keterangan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, rombongan tersebut sebelumnya berangkat dari wilayah pesisir Pandeglang.


Pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, speedboat yang membawa rombongan awak media bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.


Sekitar pukul 14.42 WIB, komunikasi dengan rombongan masih dapat dilakukan. Namun, situasi berubah sekitar 22 menit kemudian.


Pada pukul 15.04 WIB, speedboat tersebut dilaporkan hilang kontak.


Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti aparat kepolisian bersama Basarnas dan unsur terkait dengan melakukan pencarian di sekitar titik terakhir keberadaan rombongan.


“Menindaklanjuti informasi tersebut, Polri melalui Ditpolair Polda Banten berkolaborasi dengan Basarnas dan unsur terkait melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir keberadaan speedboat,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.


Kasubdit Patroli Ditpolair Polda Banten AKBP Lis Handayana menyampaikan bahwa pencarian melibatkan kapal Basarnas bersama unsur gabungan.


Menurutnya, proses pencarian pada hari pertama berlangsung hingga malam hari.


“Kapal Basarnas bersama unsur gabungan dari Direktorat Polair Polda Banten dan Mabes melaksanakan kegiatan pencarian sampai dengan pukul 22.31 WIB,” katanya.


Delapan Orang Masuk Daftar Pencarian


Berdasarkan data sementara Basarnas, terdapat delapan orang yang masuk dalam daftar pencarian.


Lima di antaranya merupakan jurnalis, yakni:


1. M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto LKBN ANTARA.

2. Ari Basuki, Merdeka.com.

3. Yudhis, iNews TV.

4. Daus, Anadolu Agency.

5. Donal, pewarta lepas/freelance.


Selain lima jurnalis tersebut, terdapat tiga ABK yang merupakan awak speedboat.


Dengan demikian, total delapan orang hingga kini masih dalam pencarian.


Operasi SAR Terus Dilanjutkan


Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, TNI AL, BPBD serta unsur masyarakat dan nelayan dikerahkan untuk menyisir wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir keberadaan speedboat.


Pencarian dilakukan dengan mengerahkan armada untuk menyisir kawasan perairan Selat Sunda.


Namun, pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil. Kondisi perairan serta arus yang cukup kencang menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi tim di lapangan.


Operasi kemudian dilanjutkan pada Rabu (9/9/2026).


Polri memastikan dukungan penuh terhadap proses pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.


“Polri berkomitmen mendukung penuh proses pencarian dengan mengerahkan personel dan sarana yang dimiliki serta berkolaborasi dengan unsur terkait. Polri akan terus berkolaborasi dan memberikan dukungan maksimal dalam operasi pencarian ini,” tegas Johnny.


Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh awak media dan ABK yang hilang dapat ditemukan dalam kondisi selamat.


Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga


Hilangnya rombongan terjadi ketika Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai.


Berdasarkan laporan aktivitas gunung api yang disampaikan PVMBG melalui MAGMA Indonesia, Gunung Anak Krakatau mengalami aktivitas erupsi dalam beberapa hari terakhir.


Pada 4 hingga 6 September 2026, Gunung Anak Krakatau dilaporkan mengalami erupsi menerus selama sekitar 25 jam yang kemudian berakhir pada 6 September dini hari.


Aktivitas kembali tercatat pada Selasa (8/9/2026). Sedikitnya lima kali erupsi dilaporkan terjadi.


Erupsi terakhir pada hari tersebut tercatat sekitar pukul 17.56 WIB, dengan amplitudo maksimum 54 milimeter dan durasi sekitar 31 detik.


Aktivitas vulkanik kemudian kembali tercatat pada Rabu, 9 September 2026 pukul 00.47 WIB. Erupsi tersebut memiliki amplitudo maksimum 51 milimeter dengan durasi sekitar 28 detik.


Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau SIAGA.


PVMBG merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan maupun pengunjung tidak mendekati kawah aktif dalam radius tiga kilometer.


Larangan tersebut berkaitan dengan potensi bahaya erupsi, termasuk lontaran material pijar dan abu vulkanik. Potensi aliran lava juga masih harus diwaspadai apabila terjadi erupsi secara terus-menerus.


Dari Memburu Berita, Kini Menunggu Kabar Keselamatan


Hilangnya lima jurnalis di tengah aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian serius dunia pers.


Mereka berangkat dengan tugas jurnalistik untuk mendokumentasikan aktivitas gunung api dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.


Namun, perjalanan tersebut kini berubah menjadi sebuah operasi kemanusiaan.


Bukan lagi tentang siapa yang mendapatkan gambar terbaik, siapa yang lebih cepat mengirimkan berita, atau siapa yang pertama berada di lokasi.


Saat ini, harapan terbesar keluarga, rekan sejawat dan seluruh insan pers hanya satu: delapan orang yang berada dalam speedboat tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.


Tim SAR masih melakukan penyisiran di wilayah perairan Selat Sunda. Keluarga korban, rekan-rekan sesama jurnalis, organisasi profesi serta masyarakat luas terus menantikan perkembangan operasi pencarian.


Masyarakat Diminta Membantu Pencarian


Masyarakat pesisir di wilayah Pandeglang, Serang dan Lampung diimbau ikut membantu memberikan informasi apabila menemukan benda yang diduga berkaitan dengan speedboat tersebut.


Warga yang menemukan serpihan kapal, pelampung, perlengkapan korban maupun informasi mengenai keberadaan rombongan diminta segera melaporkannya kepada petugas atau posko SAR terdekat, termasuk Posko SAR di kawasan Dermaga Pagedongan, Carita, dan Labuan.


Setiap informasi dari masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam mempersempit wilayah pencarian.


Operasi SAR masih berlangsung.


Harapan kini tertuju ke perairan Selat Sunda—menunggu kabar bahwa lima jurnalis dan tiga ABK yang hilang tersebut dapat kembali ditemukan dalam kondisi selamat.


Sumber: Basarnas/Kantor SAR Banten, Polri, ANTARA, serta laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari PVMBG melalui MAGMA Indonesia.



Tim Redaksi

Billy Pratama Raharjo

×
Berita Terbaru Update