- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

H. Ahmad Mahfudz: Kami Akan Terus Kawal Agar MBG Berjalan Sesuai Standar BGN

Rabu, 09 September 2026 | 9/09/2026 09:21:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-09T02:26:49Z
Di tengah masih adanya sejumlah SPPG yang berstatus suspend oleh BGN, Satgas MBG Kabupaten Sampang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan pembinaan agar seluruh pelayanan MBG di Sampang aman, higienis, dan sesuai standar gizi nasional.


Sampang, Liputan12.com – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terus berjalan. Di tengah proses pelaksanaan yang masih membutuhkan penguatan di sejumlah titik, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Sampang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan agar program tersebut berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).


Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) MBG Kabupaten Sampang, H. Ahmad Mahfudz, mengatakan secara umum pelaksanaan MBG di wilayah Kabupaten Sampang berjalan dengan baik. Distribusi makanan kepada penerima manfaat, khususnya peserta didik dan kelompok penerima lainnya, terus dipantau agar berlangsung tepat waktu, tepat sasaran, serta memenuhi ketentuan keamanan pangan dan pemenuhan gizi.


“Alhamdulillah, program MBG di Sampang saat ini berjalan lancar. Pendistribusian makanan ke sekolah dan titik-titik penerima manfaat terus kami kawal setiap hari agar tepat waktu dan tepat sasaran,” ujar Ahmad Mahfudz, Selasa (8/9/2026).


Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan pada saat makanan didistribusikan kepada penerima manfaat. Satgas juga memberikan perhatian terhadap proses yang berlangsung di tingkat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari kebersihan, pengolahan makanan, variasi menu hingga pengelolaan limbah.


Ahmad Mahfudz mengakui masih terdapat sejumlah catatan teknis yang perlu menjadi perhatian dan bahan evaluasi bersama. Salah satunya berkaitan dengan variasi menu makanan agar tetap mengacu pada panduan BGN.


“Beberapa hal yang masih kita evaluasi adalah variasi menu agar sesuai panduan BGN, kebersihan dapur dan lingkungan, serta kelengkapan sarana pendukung seperti IPAL. Ini penting agar makanan yang disajikan aman dan higienis,” jelasnya.


Ia menegaskan, keberadaan sarana pendukung seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) menjadi bagian penting dalam operasional SPPG. Pengelolaan limbah tidak boleh diabaikan karena berkaitan langsung dengan kebersihan lingkungan serta standar operasional dapur.


Sejumlah SPPG Masih Berstatus Suspend


Mengenai adanya sejumlah SPPG yang mendapatkan penangguhan atau status suspend dari BGN, Ahmad Mahfudz tidak menampik kondisi tersebut.


Ia menyebut masih terdapat beberapa dapur SPPG di Kabupaten Sampang yang statusnya belum dapat beroperasi secara normal karena masih dalam proses pemenuhan standar yang ditetapkan.


“Informasinya di Sampang memang ada beberapa SPPG yang masih dalam status suspend oleh BGN. Kami saat ini sedang melakukan pembinaan dan pendampingan agar mereka bisa segera memenuhi standar dan kembali beroperasi. Jika ada yang tidak memenuhi ketentuan, pasti akan kita evaluasi bersama,” tegasnya.


Menurutnya, status suspend tersebut harus dipandang sebagai bagian dari proses evaluasi dan pembinaan untuk memastikan setiap SPPG benar-benar memenuhi standar sebelum menjalankan pelayanan kembali.


Satgas MBG Sampang, lanjutnya, tidak ingin hanya berorientasi pada kelancaran distribusi makanan. Aspek kualitas, keamanan, kebersihan dan kandungan gizi juga harus menjadi perhatian utama.


“Yang paling penting bukan hanya makanan tersalurkan, tetapi makanan yang diterima juga harus aman, bersih dan sesuai standar gizi,” imbuhnya.


Satgas Turun Langsung Lakukan Sidak


Sebagai bagian dari pengawasan, Satgas MBG Kabupaten Sampang juga telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPPG di beberapa wilayah.


Langkah tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sekaligus memastikan standar operasional yang diterapkan pengelola SPPG benar-benar dijalankan.


“Kami sudah turun langsung ke lapangan melakukan sidak. Hasilnya, secara umum SPPG yang beroperasi sudah berjalan baik. Hanya saja masih ada yang perlu ditingkatkan, terutama dalam hal administrasi, kebersihan, dan pengelolaan limbah,” ungkap Ahmad Mahfudz.


Ia mengatakan, temuan dan catatan selama sidak selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan pembinaan. Dengan demikian, pengelola SPPG diharapkan tidak hanya mengejar target produksi dan distribusi, tetapi juga memastikan seluruh tahapan pelayanan memenuhi ketentuan.


Ahmad Mahfudz menegaskan Satgas akan terus melakukan pengawalan terhadap program MBG di Kabupaten Sampang. Pengawasan tersebut dinilai penting karena program MBG menyasar kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi dan tumbuh kembang anak.


Ia juga mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar tidak menganggap remeh persoalan kebersihan maupun prosedur operasional.


“Kepada pengelola SPPG saya berpesan agar terus menjaga kualitas makanan, kebersihan dapur, dan disiplin mengikuti standar BGN. Jangan sampai ada kelalaian kecil yang mencoreng niat baik program ini,” pesannya.


Sementara kepada keluarga penerima manfaat (KPM), ia meminta agar program tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak.


“Sementara kepada para KPM, manfaatkan program ini dengan baik untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak. Mari kita jaga bersama agar MBG di Sampang berjalan lancar dan menjadi program yang membanggakan,” pungkasnya.



Penulis : Saladin 

×
Berita Terbaru Update