- -->

Notification

×

Iklan

Iklan

Bikin Merinding! Ari Sampang 'On Fire' di DA 8: Dari Kuli Bangunan hingga Sapu Bersih 3 Standing Ovation

Sabtu, 26 September 2026 | 9/26/2026 07:46:00 AM WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-26T00:46:57Z
Dari kuli bangunan berupah Rp120 ribu per hari hingga disambut tiga Standing Ovation juri, pedangdut muda asal Desa Tambelangan, Sampang, Ari Adriansyah (20) membuktikan diri sebagai kuda hitam Dangdut Academy 8 (DA 8) setelah tampil memukau di Top 17 Group 3, 25 September 2026.


Jakarta — Liputan12.com — Panggung Dangdut Academy 8 (DA 8) Indosiar kembali bergemuruh. Pedangdut muda asal Desa Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, Ari Adriansyah (20), menunjukkan performa yang semakin mengesankan setelah tampil memukau di babak Top 17 Group 3.


Perjalanan Ari di panggung DA 8 kembali menjadi sorotan setelah penampilannya pada babak Show, 22 September 2026, ketika membawakan lagu legendaris "Debu-Debu Jalanan" karya Imam S. Arifin.


Sejak awal penampilan, Ari tampil percaya diri dengan cengkok khas dan permainan nada yang menjadi ciri tersendiri. Bahkan tulisan "IMPROVISASI ARI SAMPANG" turut terpampang di layar, menandai salah satu bagian yang menjadi perhatian dalam penampilannya.


Keunikan gaya bernyanyi Ari juga menarik perhatian sejumlah alumni Dangdut Academy. Jirayut, Roby, hingga Arbil terlihat ikut menirukan gaya cengkok khas Ari.


Namun kejutan terbesar terjadi pada malam Result, 23 September 2026.


Membawakan lagu "Benang Biru", Ari tampil dengan penghayatan dan vokal yang mendapat respons luar biasa dari jajaran juri. Penampilannya berhasil membuat Soimah, Dewi Persik, dan Wika Salim memberikan tiga Standing Ovation secara bersamaan.


Dewi Persik dan Soimah bahkan terlihat terpukau menyaksikan penampilan Ari hingga memberikan perhatian penuh sepanjang lagu.


Soimah memberikan pujian atas perkembangan Ari selama mengikuti kompetisi.


«"Dari awal sudah bikin WOW. Ini penampilan terbaik kamu selama di DA 8," ujar Soimah.»


Penampilan tersebut turut mengantarkan Ari melaju ke babak berikutnya. Sementara itu, Melani asal Sidrap harus tereliminasi dari kompetisi.


Dari Kuli Bangunan hingga Panggung DA 8


Di balik sorotan lampu panggung dan gemerlap studio televisi, perjalanan Ari menuju DA 8 bukanlah jalan yang mudah.


Pemuda yang mengidolakan Irwan DA2 tersebut merupakan anak ke-9 dari 10 bersaudara. Sang ayah telah meninggal dunia pada 2024.


Sejak usia 17 tahun, Ari memilih bekerja sebagai kuli bangunan untuk belajar mandiri sekaligus membantu meringankan beban keluarganya. Dari pekerjaan tersebut, ia disebut memperoleh upah sekitar Rp120 ribu per hari.


Kegigihannya di dunia tarik suara juga tidak langsung membuahkan hasil.


Ari tercatat pernah gagal dalam audisi DA 5, DA 6, dan DA 7. Namun kegagalan tersebut tidak membuatnya menyerah.


Pada kesempatan keempat, perjuangannya akhirnya berbuah hasil. Ari berhasil menembus DA 8, kemudian melaju dari Top 53, Top 42 hingga kini berada di Top 17.


Perjalanan panjang tersebut membuat keberhasilannya di atas panggung terasa semakin bermakna.


Kakak Pulang dari Malaysia Demi Mendukung Ari


Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Ari.


Kehadiran sang kakak menjadi momen yang menyentuh perhatian penonton. Sang kakak rela pulang dari tempatnya bekerja di Malaysia untuk hadir langsung di studio Indosiar dan memberikan dukungan kepada Ari.


Kehadiran keluarga menjadi suntikan semangat bagi Ari untuk terus memberikan penampilan terbaik dalam setiap babak kompetisi.


Dukungan Warga Sampang dan Madura Mengalir


Prestasi Ari di panggung DA 8 juga mendapat sambutan luas dari masyarakat Sampang dan Madura.


Potongan video penampilannya beredar di berbagai platform media sosial. Salah satunya melalui akun TikTok @key_rizky, yang mengunggah dukungan dengan tulisan, "MANA NIH PENDUKUNG NYA ARI".


Dukungan juga terlihat dalam live chat streaming Indosiar. Warga Sampang dan para pendukung Ari terus memberikan semangat serta dukungan virtual untuk mengawal langkah pemuda asal Tambelangan tersebut.


Bagi masyarakat Sampang, perjalanan Ari bukan sekadar perjuangan seorang peserta kompetisi musik. Kisahnya menjadi gambaran tentang seorang anak muda daerah yang berusaha mengejar cita-cita setelah melewati berbagai keterbatasan dan kegagalan.


Dari bekerja sebagai kuli bangunan hingga berdiri di panggung televisi nasional, Ari kini membawa nama Sampang dan Madura ke tengah sorotan publik melalui musik dangdut.


Semangat dan dukungan masyarakat pun terus mengalir, mengiringi langkah Ari untuk menghadapi babak-babak berikutnya di Dangdut Academy 8.



Penulis: Saladin

×
Berita Terbaru Update