Liputan 12.Com, Payakumbuh— Sudah dua minggu lebih warga Perumahan Grand Talago, Kelurahan Aur Kuning, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, kesulitan mendapatkan air bersih. Gangguan distribusi air dari PDAM yang sering mati membuat aktivitas sehari-hari warga lumpuh.
Pantauan di lapangan, keran-keran rumah warga sejak pertengahan Juli 2026 hanya mengeluarkan air dalam kondisi kecil, bahkan sering tidak mengalir sama sekali, terutama pada jam pagi dan malam hari. Kondisi ini memaksa warga harus membeli air galon dan menumpang ke tetangga yang masih memiliki sumur.
"Sudah 2 minggu begini terus. Buat masak, mandi, cuci baju semua susah. Kami sudah bayar rekening tiap bulan, tapi airnya tidak ada. Ini tanggung jawab siapa?" ujar salah seorang warga Grand Talago dengan nada kecewa, Jumat 8 Agustus 2026.
Keresahan yang sama juga dirasakan warga lainnya. Banyak ibu rumah tangga mengaku harus bangun subuh untuk menampung air seadanya. Anak-anak sekolah pun ikut terdampak karena kesulitan untuk mandi sebelum berangkat.
Warga menilai kinerja dan tanggung jawab pihak PDAM Kota Payakumbuh perlu dipertanyakan. Hingga kini belum ada pemberitahuan resmi maupun solusi konkret dari pihak PDAM terkait penyebab dan kapan normalisasi distribusi air dilakukan.
Menanggapi keluhan ini, warga berharap Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, segera turun tangan dan mengevaluasi kinerja pegawai PDAM. Mereka meminta ada tindakan nyata agar distribusi air bersih ke Perumahan Grand Talago dan wilayah lain di Payakumbuh Selatan bisa segera normal kembali.
Menurut Salah seorang Warga Menyampaikan Keresahanya "Kami mohon Pak Wali Kota Zulmaeta segera bertindak. Jangan sampai masalah air bersih yang merupakan kebutuhan dasar ini terus dibiarkan,"
Apa lagi sekarang,Minggu 8 /8/2026 dari kemarin Sabtu, 7/8/2026 air mati total tambah warga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Kota Payakumbuh belum memberikan keterangan resmi terkait gangguan yang terjadi.(Cg)
